Berita

Membangun Jejaring Riset dan Pengabdian: LPPM USD Gelar Studi Banding ke Empat Perguruan Tinggi

29 Juni 2026

Sidoarjo & Bali, 24–26 Juni 2026 — Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sanata Dharma (USD) menggelar kunjungan studi banding selama tiga hari, 24 hingga 26 Juni 2026, ke empat perguruan tinggi terkemuka: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) di Jawa Timur, serta Universitas Udayana (UNUD), Universitas Mahasaraswati Denpasar (UNMAS), dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Bali. Dipimpin oleh Ketua LPPM Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, M.Hum. dan Wakil Ketua A. Prasetyadi, M.Si., Ph.D., kunjungan ini bertujuan membangun jejaring kelembagaan yang lebih luas, mempelajari praktik terbaik pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM), serta menggali strategi peningkatan skor SINTA yang menjadi salah satu tolok ukur kinerja akademik perguruan tinggi di Indonesia.

Kunjungan pertama pada Rabu, 24 Juni 2026, dilakukan ke UMSIDA dan disambut oleh Direktur DRPM Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si. beserta seluruh jajaran. Di sinilah tim USD menemukan salah satu pelajaran paling berharga: sistem informasi terintegrasi yang menyambungkan pelaporan kegiatan abdimas, pengisian kinerja dosen (BKD Internal), hingga mekanisme remunerasi dalam satu ekosistem digital. Dosen yang aktif di riset dan pengabdian secara otomatis mendapat poin lebih dalam sistem kinerja, yang pada akhirnya berpengaruh pada penghasilan mereka — sebuah cara cerdas mendorong partisipasi tanpa harus mengandalkan imbauan berulang. Program KKN di UMSIDA pun menjadi ujung tombak PkM: sejak 2023, UMSIDA menerapkan skema KKN Mandiri yang datanya mengalir otomatis ke SINTA, mendongkrak skor PkM secara signifikan. Kunjungan ditutup dengan harapan agar hubungan antara USD dan UMSIDA segera diperkuat melalui penjajakan Memorandum of Understanding (MoU).



Keesokan harinya, Kamis, 25 Juni 2026, tim USD mengunjungi dua institusi di Bali. Sesi pagi di LPPM Universitas Udayana (UNUD), Kampus Bukit Jimbaran, membuka wawasan tentang tata kelola riset berskala besar: 14 skema hibah internal, insentif publikasi Scopus berjenjang dari Rp 10 juta hingga Rp 25 juta, serta kemitraan dengan 270 desa binaan dan lebih dari 1.600 desa adat di Bali. Sesi siang dilanjutkan di UNMAS, di mana tim diterima oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum. dan Ketua LPPM Prof. Dr. Ni Wayan Rustiarini, S.E., M.Si., Ak., CA. UNMAS berbagi praktik KKN tematik yang terstruktur dengan Training of Trainer (TOT) bagi setiap DPL, ekosistem penerbitan buku melalui UNMAS Press dengan insentif dua kali setahun, serta mekanisme pencairan dana riset multi tahun secara bertahap — di mana dana tahap kedua baru diserahkan setelah publikasi terselesaikan, memastikan setiap riset tuntas hingga luarannya.



Rangkaian studi banding ditutup dengan kunjungan ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja. Tim LPPM USD diterima langsung oleh Ketua LPPM Undiksha dalam suasana kolegial yang hangat. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang bermakna tentang pengelolaan riset dan pengabdian berbasis dampak sosial, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara kedua institusi. Semangat Undiksha dalam membangun budaya riset yang inklusif sangat beresonansi dengan nilai-nilai yang selama ini dijunjung USD, menjadikan pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan awal dari potensi kemitraan yang lebih konkret.

Tiga hari kunjungan ini meninggalkan banyak bekal bermakna. Ada satu benang merah yang terasa kuat dari setiap institusi yang dikunjungi: peningkatan skor SINTA bukanlah tujuan tersendiri, melainkan cerminan dari ekosistem penelitian dan pengabdian yang sehat — sistem yang mendukung, dosen yang termotivasi, luaran yang nyata, dan kemitraan yang tulus. LPPM USD kini pulang membawa peta jalan: memperkuat sistem informasi terintegrasi, merancang skema insentif yang konkret, mengoptimalkan KKN sebagai instrumen PkM, serta membangun jejaring yang lebih erat dengan perguruan tinggi mitra. Sebuah perjalanan belajar yang, pada akhirnya, adalah investasi nyata bagi masa depan riset dan pengabdian USD kepada masyarakat.

SCN/LPPM

Kembali