Berita

MEMBENTUK DIRI AGAR KOMUNIKATIF: Pelatihan Public Speaking Novis II SJMJ

25 Mei 2026

 
Untuk keempat kalinya, Romo Yoseph Ispuroyanto Iswarahadi SJ, praktisi komunikasi dan media di Studio Audio Visual – Universitas Sanata Dharma, diminta mendampingi Pelatihan Public Speaking bagi para Novis II SJMJ. Kegiatan ini berlangsung di Novisiat SJMJ Regina Coeli, Condrodiningratan, Yogyakarta pada tanggal 11–14 Mei 2026, setiap pukul 07.30–15.30 WIB.
Peserta pelatihan berjumlah 14 suster novis tahun kedua yang akan mengucapkan kaul pertama pada 8 Juni 2026 di Gereja Katolik St. Maria Immaculata Banyumas, Jawa Tengah.
Tujuan dari pelatihan ini, seperti diungkapkan leh Sr. Paulina Panomban SJMJ selaku Pembimbing Novis, adalah meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan mengekspresikan diri dan kemampuan berbicara di depan umum, agar para Suster Novis semakin terbentuk sebagai religius yang komunikatif. Kemampuan Public Speaking mesti dibina sejak muda, sehingga hari demi hari mereka semakin komunikatif dan siap menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi umat yang dipercayakan kepada mereka.
Materi yang dilatihkan selama empat hari adalah ekspresi melalui bahasa foto, berpidato, berpuisi, dan berkotbah. Selama proses pelatihan, tutor pendamping secara garis besar memberikan teori dan prinsip-prinsip dasar berbicara di depan umum. Kemudian sebagian besar waktu dipakai untuk membuat persiapan dan praktik. Setiap peserta diberi tugas untuk tampil dan setiap peserta mendapat pendampingan saat persiapan dan evaluasi dari pendamping satu per satu. Karena jumlah pesertanya tidak banyak, pendampingan secara personal bisa dilakukan dengan lebih leluasa.

Hari Pertama: Ekspresi Diri melalui Bahasa Foto

Pada hari pertama, mereka berlatih berekspresi diri berdasarkan bahasa foto. Ada puluhan foto yang digelar di lantai dan setiap peserta wajib memilih satu foto/gambar yang paling mengesan dan berkaitan dengan pengalaman hidupnya. Kemudian satu per satu mengekspresikan diri. Setelah itu, satu per satu mendapat komentar dari pendamping tentang sejauh mana para peserta telah menerapkan prinsip-prinsip dasar public speaking. Penampilan pertama ini sungguh menentukan. Kepercayaan diri semakin tumbuh dan menjadi landasan untuk tugas berikutnya. Bahasa foto/visual memang menyentuh perasaan, mengingatkan mereka akan pengalaman eksistensial dan membantu mereka untuk membagikan pengalaman itu kepada orang lain sambil menunjukkan foto yang dipilih.
Pemilihan Foto Praktik Bahasa Foto
Ekspresi diri melalui bahasa foto

Hari Kedua: Praktik Berpidato

Pada hari kedua, para peserta diberi tugas untuk menyiapkan materi pidato. Ada 4 tema besar yang bisa diolah, yaitu iman dan hidup religius, kemiskinan, tantangan hidup orang muda, dan lingkungan hidup. Pendamping memberikan teori dasar berpidato dan contoh naskah pidato. Selebihnya, para peserta menyusun pidato dengan menggunakan referensi dari perpustakaan maupun internet. Satu per satu peserta berkonsultasi dengan tutor pendamping. Kemudian secara berurutan setiap peserta berpidato di depan kelas dan mendapat evaluasi dari pendamping. Setelah itu, mereka berefleksi tentang manfaat dari latihan berpidato ini. Latihan ini dirasakan sungguh membekali kemampuan untuk mengutarakan gagasan di depan umum dengan struktur yang jelas. Mereka merasa lega setelah bisa menuangkan gagasan dalam teks pidato dan membawakannya di depan umum. Dari segi konten, pidato mereka cukup berkualitas dan berpangkal pada data. Berkomunikasi itu dialami sebagai kegiatan yang membebaskan.
Praktik Pidato 1 Praktik Pidato 2
Praktik berpidato peserta Novis II SJMJ

Hari Ketiga: Menulis dan Membaca Puisi

Pada hari ketiga, setelah diberi pengantar dan contoh oleh pendamping, para peserta menulis puisi dan masing-masing mengekspresikannya di depan peserta yang lain. Saat melakukan tugas menulis puisi, para peserta sudah semakin percaya diri dan mereka sangat kreatif dalam menulis puisi maupun pada saat mengekspresikannya. Lain dengan penampilan pidato, ekspresi puisi dilengkapi dengan musik pengiring/guitar, dan properti seadanya. Kebanyakan dari mereka mengangkat tema tentang iman, alam, dan kemiskinan. Latihan berpuisi ini membuat mereka semakin terbebas dari belenggu ketakutan dan ketidakpercayaan diri.
Praktik Puisi 1 Praktik Puisi 2
Praktik pembacaan puisi oleh peserta

Hari Keempat: Praktik Homili

Pada hari keempat, para peserta mendapat tugas yang lebih sulit, yaitu menyiapkan dan menyampaikan homili berdasarkan kalender liturgi tanggal 14 s.d. 29 Mei 2026. Ketika para peserta menjalani novisiat tahun pertama, mereka sudah pernah mendapat latihan berkotbah, tetapi belum mendalam. Kali ini pengkotbah diharuskan mencari data yang valid. Persiapan kotbah dikoreksi beberapa kali oleh pendamping. Ketika naskahnya sudah matang, naskah tersebut baru boleh dipraktikkan. Sebagian besar peserta pada mulanya mengeluh: “Romo, kok sulit ya prosesnya?” Selama ini mereka terbiasa menyampaikan homili berdasarkan ide spontan. Biasanya, ide yang mereka miliki lalu dibungkus dengan ayat-ayat kitab suci. Kali ini tuntutannya lebih berat. Persiapannya dilakukan lebih serius, sistematis dan mendalam. Para peserta harus mendengarkan teks Kitab Suci dengan sungguh-sungguh, dan memperhatikan konteksnya, agar mendapatkan pesan pokok, lalu mencari referensi dan ilustrasi. Setelah selesai praktik, mereka mensyukuri proses berat yang telah dilalui. Berhomilii adalah tugas yang berat, sekaligus tugas yang memberi pengalaman indah bagi mereka. Ada pengetahuan dan pengalaman baru yang memperkaya.

Praktik Homili 1 Praktik Homili 2
Praktik berkotbah (homili)

Evaluasi dan Penutupan

Dalam acara evaluasi dan penutupan, disaksikan pula oleh Suser Pembimbing, para novis mengungkapkan kesan mereka mengikuti pelatihan Public Speaking ini. Semua menilai bahwa pelatihan ini sangat menyenangkan dan sangat berguna. Mereka merasa sungguh-sungguh dibekali dengan ketrampilan dasar untuk berkomunikasi. Dalam sambutan penutupan pelatihan Sr. Paulina SJMJ (Magistra) yang didampingi Sr. Theresia SJMJ (Magistra) mengatakan bahwa para novis sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini dan memperoleh banyak bekal yang berguna untuk perutusan mereka.

Peserta Public Speaking Novis SJMJ 2026
Peserta Pelatihan Public Speaking Novis II SJMJ Tahun 2026
Sr. Paulina SJMJ dan Sr. Theresia SJMJ juga berterimakasih karena Universitas Sanata Dharma mengijinkan Romo Yoseph Ispuroyanto SJ untuk mengampu pelatihan ini selama 4 hari dan mendampingi para novis dengan setia. Setelah mengucapkan kaul pada 8 Juni 2026, kelak para novis yang beralih menjadii suster yunior akan disebar ke berbagai penjuru tanah air (SJMJ Provinsi Manado, SJMJ Provinsi Jakarta, dan SJMJ Provinsi Makassar) untuk melayani umat. Diharapkan bahwa mereka dapat berangkat dengan lebih percaya diri berbekal kemampuan berkomunikasi yang telah ditempa selama pembinaan di novisiat. Mohon doa.
Peliput: Yoseph I. Iswarahadi SJ

***

Kembali