Berita

DEUS PROVIDEBIT Launching Film “Bunga Lily di Taman Revolusi”

11 Mei 2026

Pagi hingga siang hari, Sabtu 9 Mei 2026, pukul 09.30 – 13.00 suasana sukacita dan ceria mewarnai Gedung Santo Thomas, Soegijapranata Catholic University, Semarang. Pasalnya, Yayasan Marsudirini menggelar pemutaran perdana (premiere) film “Bunga Lily di Taman Revolusi” hasil kolaborasi antara Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual-USD. Kolaborasi yang mulai dirintis sejak 1 Juni 2025 ini diresmikan secara formal melalui MoU antara Yayasan Marsudirini dan LPPM-Universitas Sanata Dharma per 18 Desember 2025.

Momen ini merupakan perjumpaan kembali antara Kru Film dari SAV-USD dan Kru Film dari Yayasan Marsudirini bersama para pemain serta para produsernya. Jerih payah pagi-siang-malam-dini hari selama syuting di Gedangan-Bangkong-Ambarawa tanggal 8-19 Januari 2026 dan setelah diolah selama berbulan-bulan, kini membuahkan sebuah karya sinematografi yang menggembirakan banyak orang. Selain para anggota kru film, pemain, produser, para pengurus Yayasan Marsudirini dan perwakilan keluarga besar Kongregasi OSF dan karya-karya Suster OSF, juga tampak hadir Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang, Romo Provinsial SJ, Rektor SCU, Perwakilan LPPM-USD, dan perwakilan dari aneka tarekat. Sekitar 250 audiens memenuhi ruangan launching ini.

Dalam kata sambutannya, Sr. M. Christella OSF sebagai Produser, sangat bersyukur mengalami seluruh proses proyek kolaborasi ini dari awal hingga akhir. Deus Providebit, Tuhan yang menyelenggarakan sungguh menjadi kenyataan yang dialami selama menggarap proyek ini. Semangat kerja dari seluruh kru sungguh luar biasa. Sr. Christella sangat berterimakasih kepada Studio Audio Visual – USD, seluruh kru Yayasan Marsudirini dan siapa saja yang telah terlibat dalam pembuatan film “Bunga Lily di Taman Revolusi”.  Film ini dibuat sebagai sarana untuk menanamkan keutamaaan-keutamaan atau nilai-nilai kemarsudirinian yang telah dihayati oleh Moeder Magdalena Daemen sebagai pendiri Kongregasi Suster OSF Semarang.

 
Tamu VIP

Rm Murti SJ sebagai sutradara film ini juga diundang ke atas panggung untuk bercerita sedikit tentang proses pembuatan film ini. Rm Murti mengajak tiga orang penting yang membidani proyek ini, yaitu Bp. Jarot, Bp. Gilang, dan Ibu Erika. Tiga orang inilah yang sudah menyiapkan riset dan menyusun naskah film yang diolah kembali bersama Rm Murti dan para produser. Rm Murti juga memperkenalkan pemain-pemain utama maupun kru SAV.  Rm. Murti juga menegaskan bahwa proyek kolaborasi ini diharapkan bahwa Tim dari Marsudirini selanjutnya bisa memproduksi film sendiri, karena sudah berguru pada SAV-USD.


Penyampaian Penghargaan

Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. Rubiyatmoko, dalam sambutan singkatnya mengajak para penonton untuk memikirkan kata-kata yang menjadi judul film ini. Apa maksudnya bahwa di Taman Revolusi yang sepertinya mengerikan itu toh tumbuh bunga Lily yang indah. Setelah sambutan Bapak Uskup, film yang berdurasi 1 jam 40 menit ini mulai ditayangkan.  Film ini menggambarkan kisah hidup Moeder Magdalena Daemen dari lahir hingga kematiannya dan mewartakan nilai-nilai yang dihayati oleh Sr. Madgalena Daemen seperti: kemiskinan, ujud yang murni, setia menjalankan kewajiban, doa, cinta pekerjaan, cinta persaudaraan, pertarakan suci, ketenangan, berterimakasih dan sanggup menanggung salib. Nilai—nilai fransiskan dan kemarsudirinian ini dibalut dengan keyakinan teguh Sr. Magdalena Daemen akan penyelengaraan ilahi (Deus Providebit). Selama pemutaran film berlangsung, terdengar reaksi-reaksi penonton yang menunjukkan bahwa mereka terhibur dan terkesan dengan sajian film ini.

 
Mgr. R. Rubiyatmoko
 
Setelah selesai penayangan, Romo Benny SJ (Provinsial) menyampaikan kesannya. Karya-karya dari Kongregasi Suster OSF yang sekarang ini begitu banyak awalnya sangat kecil. Moeder Magdalena Daemen memulai dari keadaan tidak punya apa-apa, tetapi akhirnya selama dua abad kongregasinya terus berkembang. Hal ini mengajarkan kepada kita sebuah nilai harapan. Kita tak perlu berkecil hati untuk melakukan sesuatu yang baik. Mungkin baru sekian puluh tahun lagi hasilnya diketahui. Dua Suster dari Tarekat Penyelenggaraan Ilahi menyatakan kekaguman mereka terhadap karya film ini. Menonton film ini seakan mereka menyaksikan spiritualitas mereka sendiri. Oleh sebab itu, film ini layak untuk ditonton oleh siapa pun. Sampai berita ini ditulis, pesan-pesan apresiasi dan kekaguman masih terus diterima oleh kru, pemain maupun produser dari film ini.


Tim SAV dan LPPM-USD

Rasa syukur dan bangga juga dirasakan oleh Kru dari SAV yang terdiri dari 9 orang, yaitu Romo Iswarahadi SJ/Co-Producer, Rm. Murti SJ/Sutradara, Mbak Kristiani/Pencatat Adegan, Ibu Elis/Manager Produksi, Mas Nico/Director of Photography, Mas Daniel/Kameraman/Editor, Mas Nurhadi/Lightingman, Mas Mantep/Penata Suara, dan Mas Haryo/Penata Artistik. Launching film ini mengingatkan momen-momen bahagia yang pernah dialami saat meluncurkan film layar lebar “Soegija” (2012) dan “Mengejar Embun ke Eropa” (2016). Kiranya masih ada harapan untuk menggarap lagi sebuah proyek baru pada masa depan. (Peliput: Ispuroyanto SJ/Foto: Dok.).

Kembali