Berita
SUSTER ALMA BELAJAR BIKIN KONTEN
25 Maret 2026

Sekarang ini zaman digital. Perkembangan teknologi digital berdampak pada semua aspek kehidupan. Termasuk untuk mencari materi pelajaran dan renungan, orang menggunakan perangkat digital. Guru-guru mengajar murid-murid menggunakan laptop atau gadget di tangan. Agar tidak ketinggalan dalam dunia digital, jauh-jauh dari Malang 6 Suster ALMA (Asosiasi Lembaga Misionaris Awam) datang ke Studio Audio Visual, Universiatas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pelayanan Suster ALMA difokuskan pada pelayanan kasih, terutama bagi penyandang disabilitas dan kelompok yang tersisihkan. Enam Suster yang datang adalah Tim Komsos Suster ALMA. Mereka berlatih bikin konten. Latihan dilaksanakan dari Jumat 6 Maret hingga Minggu 8 Maret 2026 bersama Romo Murti Hadi Wijayanto SJ selaku tutor utama, Mas Nicodemus sebagai tutor pendamping, Mas Mantep sebagai pendamping teknis dan Romo Iswarahadi SJ sebagai penanggungjawab pelatihan.
Dalam waktu yang singkat mereka memelajari prinsip-prinsip sinematografi, penulisan naskah, proses produksi, proses editing, dan evaluasi program. Setelah bekal teori dirasa cukup, mereka mulai memersiapkan salah satu program yang diproduksi yaitu ILM (Iklan Layanan Masyarakat). Mereka memromosikan kursus bahasa isyarat agar dapat melayani mereka yang menyandang disabilitas seperti tura rungu dan tuna wicara. Mereka menggunakan peralatan, studio alam, pendamping yang disediakan. Sedangkan aktris diambil dari antara mereka sendiri.

Proses syuting
Waktu yang hanya sedikit itu digunakan oleh para Suster untuk menghasilkan program yang sebaik-baiknya. Konten yang mereka hasilkan adalah sebuah ILM yang berdurasi 1 menit dengan judul “Cinta Punya Banyak Bahasa.” Setelah ditayangkan, diadakan tanggapan oleh peserta maupun para pendamping. Tanggapan-tanggapan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran juga. Para Suster mengakui bahwa untuk menghasilkan program 1 menit saja dibutuhkan proses yang tidak sedikit. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.
Dalam evaluasi atas seluruh proses pelatihan semua peserta mengakui bahwa pelatihan ini sangat menyenangkan dan sangat berguna. Pelatihan semacam ini juga sangat penting, karena membekali Tim Komsos ALMA dengan ilmu perfilman yang berstandar internasional. Selain memberi apresiasi atas kreativitas, kerja keras dan kerja tim yang telah dibuktikan oleh para peserta, Romo Iswarahadi menyerahkan sertifikat kepada semua peserta. Kemudian para Suster kembali ke tempat tugas dan siap meliput kegiatan-kegiatan pelayanan mereka. (Peliput: Yoseph Ispuroyanto SJ) ***
Kembali- PEMBINAAN SPIRITUALITAS Mahasiswa Pendikkat Semester V – Universitas Sanata Dharma Nobar dan Diskusi Film “BLDTR”
- Membaca Kebijaksanaan Kitab Suci di Tengah Tantangan Zaman: Pengabdian Bernadus Dirgaprimawan, S.J. di Loyola School of Theology
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDU Press Gelar Pameran Buku "Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter”
- MEDIA DAN SPIRITUALITAS Nobar dan Diskusi Film “Bunga Lily di Taman Revolusi” Di Studio Audio Visual – Universitas Sanata Dharma
- “MEMBELA SUARA DAN JERITAN WAJAH-WAJAH YANG TERPINGGIRKAN” Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026
- Upaya Pemberdayaan Desa Wisata Blue Lagoon, Menyelamatkan Surga Tersembunyi.
- Wujud Kepedulian kepada KLMTD, Paroki Minomartani Salurkan Berbagai Bantuan
- Pendampingan Penyesuaian dan Pengembangan Instrumen Tracer Study dan Instrumen E-Survey di Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang
- Olimpiade SD Kembali Menyapa Muara Wahau: Kolaborasi Universitas Sanata Dharma dan PT DSN Group
- Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural LPPM, P2B, dan Sentra HKI: Menguatkan Komitmen Kolaborasi untuk Riset dan Pengabdian yang Berdampak