Berita
Artificial Intelligence Dalam Terang Iman: Peluang Dan Tantangan Bagi Pastoral Komunikasi
03 Maret 2026

RAT SIGNIS INDONESIA KE 52
Rumah Retret Deo Gratias, Lembang, Bandung
Tanggal 24 Februari – 1 Maret 2026
Pembukaan
Pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) SIGNIS Indonesia ke 52 dilaksanakan pada 24 Februari 2025 di Gedung Pastoral Keuskupan Bandung “Bumi Silih Asih”. Pada pukul 16.30 WIB para Anggota SIGNIS Indonesia disambut oleh tuan rumah, yaitu Komsos Keuskupan Bandung, di aula Yohanes Paulus II, Bumi Silih Asih dengan tarian Lengser. Masing-masing peserta laki-laki mendapat ikat kepala “udeng” khas Sunda, sedangkan peserta perempuan mendapatkan kain batik. Para peserta memasuki aula, dimulai oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (Uskup Keuskupan Surabaya) selaku Ketua Komsos KWI, diikuti oleh Romo Steven Lalu Pr selaku Ketua SIGNIS Indonesia (2021-2025), para peserta lainnya dan seluruh panitia.

Ketua Komsos KWI bersama Anggota SIGNIS Indonesia
Setelah sambutan “Selamat Datang” dari Pembawa Acara, dilangsungkan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Komsos KWI, didampingi para Romo Badan Pengurus SIGNIS dan Ketua Komsos Keuskupan Bandung. Selaras dengan tema rapat tahun ini, yaitu “Artificial Intelligence dalam Terang Iman: Peluang dan Tantangan bagi Pastoral Komunikasi,” Mgr. Agustinus menekankan bahwa Anggota SIGNIS adalah utusan yang membawa misi dari Yesus untuk menjadi tanda yang menyelamatkan berkat Roh Kudus. Kita hanya bisa menjadi tanda yang mengobarkan semangat (signum + ignis), apabila kita bersatu dengan Kristus. Kita bisa menjadi tanda yang efektif, apabila kita bisa membangun persatuan di antara para murid Kristus. Persatuan baru bisa dibangun jika ada komunikasi. Di tengah maraknya teknologi “Artificial Intelligence”, kita punya peluang untuk memanfaatkan teknologi baru ini untuk membangun persatuan dan mewaspadai risiko-risiko yang membahayakan persatuan itu. Dalam pertemuan beberapa hari ini, diharapkan para Anggota SIGNIS menentukan sikap dan bisa menggunakan AI untuk mewartakan firman Allah secara berdampak. Selain itu, para Anggota SIGNIS tetap berkobar mewartakan sabda Tuhan.
Agenda Pokok
Pertemuan-pertemuan resmi Rapat Anggota Tahunan SIGNIS Indonesia (yang dihadiri 32 Anggota) ini diselenggarakan di Rumah Retret Deo Gratias, Lembang. Hari pertama diisi dengan study day yang berkaitan dengan tema rapat, yaitu “Prompt Engineering: Seni Berkomunikasi dengan Teknologi Kecerdasan Buatan.” Materi disampaikan oleh Bapak Suryatin Setiawan, ahli telekomunikasi dan dosen di Univesitas Katolik Parahyangan, dibantu oleh 3 mahasiswanya. Menghadapi AI ini, kita harus pandai-pandai memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang meringankan tugas kita dan jangan sampai kita diperbudak olehnya. Setelah pemaparan teori-teori tentang langkah membuat prompt yang tepat, para Anggota SIGNIS diberi tugas untuk mencobanya dan berkonsultasi dengan pemateri sampai berhasil. Beberapa Anggota lalu mensharingkan hasil kerjanya dan kemudian dievaluasi.

Bapak Suryatin (berdiri nomor 2 dari kiri) dan Tim
Dalam sesi selanjutnya diadakan refleksi Anggota tentang pengalaman menghadapi AI dalam karya pelayanan. Romo Iswarahadi sebagai utusan dari SAV-USD membagikan pengalaman menjadi anggota Tim Penyusun Pedoman Penggunaan AI di Universitas Sanata Dharma. Dalam dunia akademis pedoman itu sangat penting untuk menjaga kualitas para pendidik, proses pendidikan, dan mahasiswa sebagai peserta didik. Dari sesi ini disimpulkan bahwa kita mesti memelajari dan memanfaatkan keunggulan AI untuk karya-karya pewartaan tanpa diperbudak olehnya. Para Anggota SIGNIS berkewajiban membantu proses literasi digital/AI di tengah umat dan pengintegrasiannya dalam proses pewartaan iman.
Rapat hari pertama diakhiri dengan mendengarkan informasi dari Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, yaitu Romo Agoeng Nugroho Pr. Beliau menyampaikan Rencana Strategis (renstra) Komsos KWI periode 2022-2025 yang dikenal sebagai 5K (Kerjasama Internal Eksternal, Keterlibatan Orang Muda, Kelengkapan Organisasi dan Tata Kelola, Ketersediaan Dokumentasi, dan Kemandirian Finansial) serta pemaparan Renstra 2025-2028 yang dikenal sebagai 5P (Pemberdayaan SDM, Peningkatan Kemampuan Finansial, Penguatan Jejaring Pewartaan, Pengelolaan Sarana dan Prasarana, serta Penataan Dokumentasi dan Arsip Digital).
Hari ke dua dan ke tiga diisi dengan pembicaraan tentang urusan internal SIGNIS Indonesia, seperti laporan karya, pertemuan regio, rencana kegiatan satu tahun ke depan, masalah-masalah keuangan, penerimaan anggota baru dan pemilihan Badan Pengurus yang baru. Dalam satu tahun ke depan lokakarya peningkatan sumber daya Anggota SIGNIS akan dilaksanakan di Regio Jawa, Regio Sumatra, Regio Nusra, Regio Maluku-Amboina, dan Regio Papua. Ketrampilan yang akan dilatihkan adalah penggunaan AI untuk program radio, program audio visual, dan ketrampilan pembuatan film. Pada kesempatan laporan karya tersebut Romo Iswarahadi SJ selaku utusan dari SAV-USD diminta berbagi pengalaman bagaimana dengan staf dan waktu terbatas dalam 1 tahun bisa menyelesaikan lebih dari 5 film dan juga bisa bekerjasama dengan Yayasan Marsudirini untuk membuat proyek besar, film “Bunga Lily di Taman Revolusi” dengan latar belakang Belanda abad 17-18.
Ekskursi
Pada hari ke empat, para Anggota SIGNIS mengadakan ekskursi ke Goa Maria Sawer Rahmat di Kuningan, Taman Doa di Gereja Santa Maria Cirebon dan Gereja St. Yusuf, Cirebon. Gereja St. Yusuf ini menarik, karena merupakan gereja tertua di Jawa Barat. Gereja ini didirikan pada tahun 1880. Semula para pastor yang bekerja di sini adalah para Yesuit. Pada tahun 1926 Gereja St. Yusuf ini diserahkan kepada Ordo Salib Suci.
![]() |
![]() |
Penutupan
Pada hari terakhir, para Anggota SIGNIS mengadakan misa bersama umat di Katedral Keuskupan Bandung dan sekaligus mengucapkan terimakasih atas keramahtamahan dan pelayanan umat selama rapat berlangsung. Misa dipimpin oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC. Dalam homili pada Minggu Prapaskah II Mgr. Anton menegaskan bahwa para utusan Tuhan mesti mendekatkan diri dengan Pribadi yang mengutus. Abraham diutus Tuhan untuk menjadi bapa bangsa yang besar. Perus, Yohanes dan Yakobus mendapat anugerah untuk mengenal Yesus sebagai Allah Putera. Tiga rasul ini nantinya diutus mewartakan kebangkitan Yesus. Para Anggota SIGNIS diutus untuk menggunakan teknologi digital/AI dalam rangka pewartaan berita damai di tengah berseliwerannya hoax dan ujaran kebencian dalam media sosial. Diharapkan Anggota SIGNIS menjadi signum, tanda api dan gerakan Roh Kudus, yang memperjuangkan kebaikan dan kebenaran.

Anggota SIGNIS bersama Mgr. Anton di Katedral Bandung
Sebelum berkat pengutusan, Ketua SIGNIS Indonesia yang baru – Romo Erick Ratu Pr/Ketua Komsos Keuskupan Labuan Bajo – diberi kesempatan untuk menyampaikan ucapan terimakasih dan keterangan terkait SIGNIS dan kegiatannya. Setelah misa, para Anggota SIGNIS berpamitan dengan Bapak Uskup, umat dan panitia lokal dalam sukacita. Mereka akan berjumpa lagi di Timika pada tahun 2027. Ad Maiorem Dei Gloriam. (Peliput: Yoseph Ispuroyanto SJ). ***
- SUSTER ALMA BELAJAR BIKIN KONTEN
- TERBEBAS DARI BELENGGU SEMAKIN EKSPRESIF
- Artificial Intelligence Dalam Terang Iman: Peluang Dan Tantangan Bagi Pastoral Komunikasi
- LPPM IAKN Tarutung Lakukan Visitasi dan Penjejakan Kerja Sama dengan LPPM Universitas Sanata Dharma
- LPPM USD Terima Kunjungan Benchmarking Forkom LPPM Perguruan Tinggi Jawa Tengah
- PkM Pelayanan Sosial dan Ekonomi Paroki Minomartani: Berbagi Kasih Bagi KLMTD
- Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Studi Lingkungan USD, Perkuat Peran PSL di Bawah LPPM
- Pelatihan Calon Kepala Sekolah dalam Naungan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar: “Kepemimpinan Sekolah dengan Prinsip Perbaikan Berkelanjutan.”
- Dosen ISFIT Dili Perdalam Profesionalisme Berbasis Veritatis Gaudium
- Studium Generale ISFIT Toward a Humanistic Education: Exploring the Potential of the Digital Generation

