Berita

Workshop Patenkan Karyamu: Dorong Inovasi Dosen USD dalam Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

11 November 2024

Yogyakarta, 18 Oktober 2024 – Dalam upaya mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan daya saing di tingkat global, Universitas Sanata Dharma (USD) melalui Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menyelenggarakan Workshop dan Coaching Clinic Penulisan Draf Paten dan Hak Cipta bertema Patenkan Karyamu: Workshop Penulisan Draf Paten/Hak Cipta. Kegiatan yang berlangsung di Grand Altuz Hotel Yogyakarta ini dihadiri oleh puluhan dosen dan peneliti dari lingkungan FST USD.
Acara ini dibuka dengan sambutan hangat oleh Dr. Ir. Anastasia Rita Widiarti, S.Si., M.Kom., selaku Kepala Pusat Kajian Teknologi dan Cipta (PKTC). Dalam sambutannya, Dr. Rita menekankan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai instrumen hukum untuk menjaga hak eksklusif pencipta atas karya mereka. “Melalui workshop ini, kami berharap dosen dan peneliti di FST USD dapat lebih memahami langkah-langkah teknis dalam penulisan draf paten, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya diakui secara internasional tetapi juga dilindungi secara hukum,” ujarnya.

 

Peningkatan Kesadaran Pentingnya HKI
Dalam sesi pertama, Dr. Ir. Ridowati Gunawan, S.Kom., M.T., Kepala Sentra HKI USD, memaparkan dasar-dasar Hak Kekayaan Intelektual, mencakup pengertian, manfaat, dan proses pengajuan paten. Ia menyoroti bahwa meskipun kesadaran tentang HKI di kalangan akademisi mulai meningkat, pemahaman mendalam tentang pengajuan paten, terutama paten sederhana, masih perlu ditingkatkan.
 
“Paten bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga pengakuan terhadap kontribusi ilmiah dan inovasi yang memiliki nilai komersial. Kita harus memanfaatkan potensi ini agar karya-karya yang dihasilkan tidak hanya berhenti di publikasi ilmiah, tetapi juga berdampak nyata,” jelas Dr. Ridowati.
 
Pelatihan Langsung Penulisan Draf Paten
Sesi workshop dipandu oleh narasumber Ignatius Deradjad Pranowo, S.S., M.Eng., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika USD yang telah memiliki paten sederhana. Dengan pengalaman praktisnya, Ignatius memandu peserta dalam menyusun draf paten, mulai dari identifikasi invensi hingga pembuatan klaim paten yang sesuai dengan regulasi.

 


Dalam sesi ini, peserta diajak untuk aktif berdiskusi dan mempresentasikan draf invensi mereka. “Sesi ini sangat bermanfaat, terutama untuk mendapatkan masukan langsung dari ahli dan sesama rekan dosen,” ungkap salah satu peserta, Dr. Maria Triana, Dosen Bioteknologi.
 
Kolaborasi dan Dukungan untuk Peningkatan Inovasi
Selain memberikan pelatihan teknis, workshop ini juga menjadi ajang kolaborasi antar-dosen dan peneliti di lingkungan USD. Mereka berbagi pengalaman serta tantangan dalam proses pengajuan HKI. Diskusi interaktif berlangsung hingga sesi wrap-up, menandakan antusiasme peserta dalam mengoptimalkan perlindungan karya mereka.
 
Dr. Rita, dalam sesi penutupan, mengungkapkan bahwa USD akan terus memberikan dukungan bagi para dosen untuk memperoleh HKI, baik melalui pelatihan lanjutan maupun fasilitasi proses pengajuan. “Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat, jumlah karya yang dipatenkan oleh dosen USD akan terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” pungkasnya.
 
Dorong Inovasi untuk Masa Depan
Dengan terselenggaranya workshop ini, Universitas Sanata Dharma semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung inovasi dan kreativitas para akademisinya. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi hasil karya, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kembali