Berita

PkM Dies Universitas di Desa Kelor: Psikoedukasi tentang Entrepreneurship Berbasis Teknologi

01 November 2024

Dalam rangka memeringati Dies Natalis USD yang ke-69, berbagai kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di beberapa daerah di DIY. Salah satunya adalah di Desa Kelor Kabupaten Gunung Kidul. Desa Kelor mempunyai potensi yang bisa menjadi ciri khas tersendiri yakni menghasilkan berbagai produk bermanfaat dari tanaman kelor. Konon tanaman kelor di desa ini memiliki kualitas yang terbilang unggul dibandingkan kelor yang dihasilkan di daerah lain. Dengan adanya potensi ini, salah satu misi Desa Kelor adalah meningkatkan kegiatan UMKM di kalangan warga desa. Selain kelor, warga juga dapat menghasilkan dan menjual produk lain seperti jambu kristal dan bakpia.

Walaupun memiliki potensi menghasilkan produk yang berdaya jual tinggi, namun tidak banyak warga desa yang berminat untuk berwirausaha. Berdasarkan survei yang dilakukan tim PkM USD, banyak warga yang lebih memilih menjadi pekerja atau tenaga yang dibayar ketimbang memulai usaha sendiri atau merintis UMKM. Oleh karena itu, dalam rangkaian kegiatan PkM di Desa Kelor ini Fakultas Psikologi USD, di bawah koordinasi Ibu Diana Permata Sari, S.Psi., M.Sc. selaku Ketua Divisi PkM PUSKALOKA, mengadakan psikoedukasi bertema Enterpreunership berbasis teknologi (technopreneurship). Sasaran utama psikoedukasi ini adalah kaum muda (Karang Taruna) di Desa Kelor. Tujuan dari psikoedukasi ini adalah untuk memberikan wawasan dan meningkatkan motivasi pada kaum muda di Desa Kelor untuk berwirausaha dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (digital).

Psikoedukasi tentang enterpreunership berbasis teknologi di Desa Kelor dilaksanakan pada Tanggal 25 Oktober 2024 Pukul 19.00-22.00 bertempat di Balai Desa Kelor Kabupaten Gunung Kidul. Peserta yang hadir adalah sebanyak 31 orang anggota Karang Taruna dan 10 orang dari Ibu-ibu PKK. Acara dibuka dengan sambutan oleh Bapak Suratman, selaku Kepala Desa Kelor. Dalam sambutannya, Bapak Surataman mengharapkan agar setekah mengikuti workshop ini Karang Taruna dapat berpartisipasi dalam memperkenalkan produk berbahan kelor yang dihasilkan oleh warga Kelor dan memperluas pasar agar semakin banyak warga yang terdorong untuk berwirausaha menghasilkan produk-produk berbahan kelor.

 
 
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Timotius Maria Raditya Hernawa, M.Psi. dengan judul Berpikir Kreatif, Bertindak Inovatif. Dalam penjelasannya, Pak Tius memaparkan langkah- langkah untuk menjadi kreatif dan inovatif serta hal-hal dalam diri maupun dari lingkungan yang menghambat kebanyakan orang untuk berpikir kreatif-inovatif. Di tengah materi yang disampaikan, Pak Tius mengajak peserta untuk berlatih membentuk ide baru dengan 5 teknik; mengganti, adaptasi, hubungan, netralisasi dan alternatif (MANAH).

Materi kedua disampaikan oleh Nickho Darmawan, seorang mahasiswa yang sembari menjalani aktivitas perkuliahan juga aktif menjalankan wirausaha dengan marketing online. Dalam kegiatan ini, Nickho mengenalkan kepada peserta apa itu digital marketing, jenis-jenisnya, strategi dan membagikan pengalamannya menjalankan digital marketing. Di akhir materinya, Nicho juga mengajak para peserta berlatih memperagakan komunikasi marketing dalam pembuatan content di media sosial. (etikawati).

Kembali