Berita
Kuliah Umum "Moderasi Beragama Perspektif Islam dan Katolik" Sukses Diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga
07 Oktober 2024

Yogyakarta, 03 Oktober 2024 – Kuliah Umum bertajuk "Moderasi Beragama Perspektif Islam dan Katolik" yang diselenggarakan oleh Program Studi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga berjalan dengan sukses dan penuh antusiasme. Acara yang berlangsung di Smart Room Fakultas Ushuluddin ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta berbagai pihak yang tertarik pada isu-isu dialog antaragama.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Dr. H. Robby Habiba Abror, M.Hum, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia. "Moderasi adalah kunci dalam merawat perbedaan dan mewujudkan persatuan di tengah tantangan keberagaman agama yang kita hadapi saat ini," ujarnya.
Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum. (Dosen Universitas Sanata Dharma) dan Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag (Dosen Prodi Studi Agama-agama UIN Sunan Kalijaga). Keduanya menyampaikan pandangan masing-masing mengenai moderasi beragama dari perspektif Katolik dan Islam.
Dalam presentasinya, Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum. menjelaskan bahwa moderasi dalam Katolik mengacu pada ajaran gereja yang menekankan cinta kasih, solidaritas, dan penghargaan terhadap martabat manusia, tanpa memandang latar belakang agama. Ia juga menyoroti ensiklik Fratelli Tutti dari Paus Fransiskus yang mengajak semua umat manusia untuk mengedepankan persaudaraan dan dialog.

Sementara itu, Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag membahas bagaimana konsep moderasi dalam Islam telah lama tertanam dalam ajaran agama, terutama dalam prinsip wasathiyah, yang berarti berada di tengah atau moderat. Prinsip ini mengajarkan umat Muslim untuk menghindari ekstremisme dan senantiasa menjaga keseimbangan dalam kehidupan beragama.
Acara ini dimoderatori oleh Dr. Siti Khodijah Nurul Aula, M.Ag, Dosen Studi Agama-agama UIN Sunan Kalijaga, yang memandu diskusi dengan sangat baik, memberikan ruang bagi interaksi aktif antara narasumber dan peserta. Mahasiswa dan peserta lain dengan antusias mengajukan pertanyaan terkait bagaimana moderasi beragama dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memperoleh wawasan yang berharga mengenai dialog antaragama, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan dan koneksi lintas iman. Kuliah umum ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lebih banyak dialog dan kolaborasi antarumat beragama, terutama di lingkungan akademis.
Acara ini diadakan oleh Prodi Studi Agama-agama UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) dan Center for Religious Studies (CARE). Dengan suksesnya acara ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan guna memajukan moderasi beragama di Indonesia.
Kembali- PEMBINAAN SPIRITUALITAS Mahasiswa Pendikkat Semester V – Universitas Sanata Dharma Nobar dan Diskusi Film “BLDTR”
- Membaca Kebijaksanaan Kitab Suci di Tengah Tantangan Zaman: Pengabdian Bernadus Dirgaprimawan, S.J. di Loyola School of Theology
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDU Press Gelar Pameran Buku "Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter”
- MEDIA DAN SPIRITUALITAS Nobar dan Diskusi Film “Bunga Lily di Taman Revolusi” Di Studio Audio Visual – Universitas Sanata Dharma
- “MEMBELA SUARA DAN JERITAN WAJAH-WAJAH YANG TERPINGGIRKAN” Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026
- Upaya Pemberdayaan Desa Wisata Blue Lagoon, Menyelamatkan Surga Tersembunyi.
- Wujud Kepedulian kepada KLMTD, Paroki Minomartani Salurkan Berbagai Bantuan
- Pendampingan Penyesuaian dan Pengembangan Instrumen Tracer Study dan Instrumen E-Survey di Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang
- Olimpiade SD Kembali Menyapa Muara Wahau: Kolaborasi Universitas Sanata Dharma dan PT DSN Group
- Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural LPPM, P2B, dan Sentra HKI: Menguatkan Komitmen Kolaborasi untuk Riset dan Pengabdian yang Berdampak