Berita

“MENJANGKAU YANG TAK TERJANGKAU” Syuting Film 60 Tahun Karya Institut Sekular ALMA

01 Juli 2024

Memperingati 60 tahun perjalanan karya Institut Sekular ALMA (Asosiasi Lembaga Misionaris Awam)  Puteri dan ALMA Putera di Indonesia dan Timor Leste yang akan dirayakan pada tanggal 8 September 2024, Studio Audio Visual (SAV)-USD mendapat kepercayaan untuk membuat film dokumenter tentang sejarah dan perkembangannya sampai saat ini. Inilah film kedua yang dikerjakan oleh SAV-USD berdasarkan MoU antara Suster-suster  ALMA dan LPPM-USD tertanggal  10 Mei 2023.
 
 
Karya Misi Iman yang melayani stasi-stasi yang miskin dan terlantar dan Misi Kasih yang melayani penyandang disabilitas yang miskin dan terlantar ini dirintis dan didirikan oleh  Prof. Dr. Paulus Hendrikus Janssen, CM di Madiun pada tanggal 8 September 1963. Rm. Janssen CM sangat memberi perhatian kepada mereka  yang difabel, miskin, dan terlantar. Cita-cita ALMA Puteri adalah menjadikan Injil nyata dan efektif untuk orang miskin pada masa kini, seturut teladan dan semangat St. Vinsensius a Paulo, yang secara khusus bersama Kristus dan Bunda Maria menjadi teladan untuk semua anggota ALMA Puteri.
 
 
Suster ALMA Bersama Para Difabel

  
Syuting film dokumenter ini berlangsung selama 7 hari, yaitu dari 18 Juni sampai dengan 24 Juni 2024 di kota Malang, Kediri, Madiun, dan Ponorogo sebagai tempat-tempat bersejarah dalam perjalanan Rm. Janssen CM saat  merintis karya ini. Rm. FX. Murti Hadi Wijayanto SJ sebagai sutradara film dokumenter dibantu oleh Mas Didiet dan Mas Niko sebagai penata kamera, Mas Mantep sebagai penata cahaya dan penata audio, dan Elis sebagai koordinator produksi. Dalam proses syuting, kru dari SAV – USD didampingi oleh Tim Audio Visual dari Tarekat ALMA yang terdiri dari para Suster,  Bruder, dan awam.

 
Syuting di IPI STIP Malang

 
Proses syuting selama 7 hari memberi pengalaman berharga tentang bagaimana misi iman dan misi kasih diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para Suster dan Bruder ALMA. Tanpa kenal lelah dan dengan penuh sukacita, para Suster dan Bruder ALMA tekun memberi warna dalam  kehidupan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan OBK (Orang Berkebutuhan Khusus) yang tinggal serumah, sekamar, dan semeja makan di dalam wisma-wisma mereka untuk bersama-sama menyebarkan cinta kasih dalam rangka membangun dunia baru. (Peliput: Elis Fadjaringsih/SAV).

 

***

Kembali