Berita

Seminar Spiritualitas Maria Bunda Allah

26 Juni 2024

Bunda Allah (Mater Dei) merupakan salah satu gelar yang diberikan sebagai penghormatan kepada Bunda Maria. Bahkan, gelar ini merupakan dogma yang paling tua. Dalam liturgi dan doa-doa Gereja, gelar St. Perawan Maria Bunda Allah juga selalu disebut: dalam setiap Doa Syukur Agung, dalam Litani St. Perawan Maria, dan tentu saja dalam doa Salam Maria. Entah kita sadari entah tidak, kita selalu menyebut Bunda Maria sebagai Bunda Allah. Mengapa, Santa Maria kok disebut sebagai “Bunda Allah”? Memangnya, Allah punya “Ibu”? Santa Maria kan hanya bunda Yesus karena – menurut Kitab Suci – ia mengandung dan melahirkan Yesus. Memang demikian! Gelar Maria sebagai “Bunda Allah” hanya dapat kita mengerti dalam kaitannya dengan Yesus Kristus. Oleh karena itu, penghayatan spiritualitas Maria Bunda Allah, pertama-tama, meneladan Bunda Maria mengandung dan melahirkan Yesus. Sebagaimana Bunda Maria dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan Putera-Nya, kita pun juga demikian.

Bedanya, kalau Bunda Maria mengandung Yesus dalam rahimnya, kita mengandung Yesus dalam hati. Kedua, sebagai Bunda Allah, Maria sungguh-sungguh hadir sebagai ibu bagi Yesus. Dalam asuhannya, “Yesus makin dewasa dan bertambah hikmat-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk. 2:52). Hal ini berarti kita juga berupaya untuk hadir sebagai ibu yang baik bagi anak-anaknya, yaitu umatnya. Ketiga, sebagai Bunda Allah, Maria juga terlibat aktif dalam masyarakat, bergerak keluar, srawung, dan ikut rewang (Yoh. 2:1-11). Ia juga peka dan tanggap, bahkan cekatan untuk mengambil langkah mencari solusi mengatasi persoalan yang terjadi. Hal ini berarti kita juga mesti berupaya untuk hadir dan terlibat aktif di tengah-tengah masyarakat, peka terhadap situasi dan persoalan masyarakat sekitar, kemudian ikut serta memikirkan dan melakukan langkah-langkah pastoral untuk mengatasinya.


Paroki Santa Maria Mater Dei Bonoharjo merupakan Paroki merupakan paroki yang masih baru. Paroki ini didirikan oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang, pada Selasa, 15 Agustus 2023. Saat ini, Paroki sedang mempersiapkan penyusunan roadmap 2025-2030. Salah satu dasar penyusunan roadmap ini adalah spiritualitas Maria Mater Dei. Oleh karena itu, pemahaman Dewan Pastoral Paroki tentang “Spiritualitas Maria Bunda Allah” diharapkan menjadi landasan umat dalam hidup menggereja, bermasyarakat dan menentukan gerak langkahnya.

Kembali