Berita

Eksplorasi Lokalitas dengan Aplikasi Perangkat Bergerak: Pengembangan P5 di SMP Pius Bakti Utama Gombong

18 Juni 2024

Pada Jumat-Sabtu, 14-15 Juni 2024, telah terselenggara kegiatan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi siswa dan guru SMP Pius Bakti Utama Gombong. Program ini merupakan kerja sama antara SMP Pius Bakti Utama Gombong dengan Universitas Sanata Dharma (USD) melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat-Program Unggulan (PkM-PU) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USD. Tim PkM-PU yang terlibat terdiri dari para dosen, Dr. Hendra Kurniawan, Dr. Anton Haryono, Yoel Kurniawan Raharjo, M.Pd. (ketiganya dari Program Studi Pendidikan Sejarah), dan Ir. Robertus Adi Nugroho, S.T., M.Eng. (dari Program Studi Informatika). Tim juga melibatkan mahasiswa, Lusia Dewirianti (Program Studi Pendidikan Sejarah) dan Putri Yohana Parhusip (Program Studi Informatika).

 

 
Seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka, perwujudan Profil Pelajar Pancasila dicapai melalui kegiatan P5. Dalam upaya tersebut, SMP Pius Bakti Utama Gombong masih merasa perlu untuk memperkaya aktivitas P5 yang selama ini telah dilakukan. Sekolah mitra memiliki harapan agar potensi daerah tempat siswa tinggal dapat dimanfaatkan dengan optimal sekaligus mengembangkan minat siswa sehingga aktivitas P5 semakin menarik, menyenangkan, dan bermakna. Untuk itu, tim PkM-PU mengangkat tajuk “Pengembangan P5 pada Dimensi Berkebinekaan Global melalui Eksplorasi Lokalitas dengan Memanfaatkan Aplikasi Perangkat Bergerak di SMP Pius Bakti Utama Gombong”. Selama dua hari, siswa dan guru dilatih untuk merencanakan, mengelola, hingga melakukan tindak lanjut aktivitas P5 pada dimensi berkebinekaan global dengan mengeksplorasi potensi sejarah dan budaya lokal Gombong melalui pemanfaatan AppInventor secara kreatif.

 

 
Pada hari pertama, pelatihan dibuka oleh Wakasek Bidang Kurikulum, Robertus Sugiyana, S.Pd. yang berharap siswa dan guru dapat mengikuti kegiatan sampai tuntas. Peserta dibagi antara kelas VII dan VIII yang secara bergantian mengikuti sesi materi P5 dan eksplorasi lokalitas. Sesi P5 diisi oleh Dr. Hendra Kurniawan dengan materi “Berkebinekaan Global melalui Eksplorasi Kekayaan Lokal” dan Yoel Kurniawan Raharjo, M.Pd. yang menjelaskan mengenai “Perancangan dan Tindak Lanjut P5 pada Dimensi Berkebinekaan Global”. Sesi eksplorasi lokalitas diisi oleh Dr. Anton Haryono dengan materi “Eksplorasi dan Penulisan Sejarah Lokal dan Lisan”. Secara istimewa, pada sesi ini dihadirkan praktisi sejarah atau sejarawan publik dari Gombong Heritage Society, Sigit Asmodiwongso. Selain menyampaikan materi bertajuk “Ngomong Gombong”, Sigit Asmodiwongso juga mengajak serta seorang rekan dari komunitasnya untuk mengenalkan wayang golek menak Kebumen.
 
Hari kedua, kegiatan fokus pada pengenalan dan pelatihan AppInventor yang dapat dipasang pada perangkat bergerak (mobile device) seperti smartphone atau tablet. AppInventor, sebuah software Android yang dikembangkan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) untuk berkreasi membuat aplikasi sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas. Sesi ini diisi oleh Ir. Robertus Adi Nugroho, S.T., M.Eng. dibantu Putri Yohana Parhusip. Dengan AppInventor, siswa dapat dengan mudah mengembangkan sebuah aplikasi Android yang berperan dalam mengenalkan sekaligus melestarikan kekayaan lokal daerahnya. Sesi ini berlangsung secara bergantian antara kelas VII dan VIII di Laboratorium Komputer yang bersamaan dengan sesi workshop pengembangan konten. Untuk worksop pengembangan konten, pendampingan dilakukan oleh Dr. Hendra Kurniawan, Dr. Anton Haryono, Yoel Kurniawan Raharjo, M.Pd., dan dibantu Lusia Dewirianti.

 

 
Siswa bersama guru sangat antusias menggali beragam topik yang hendak diangkat dari hasil pelatihan. Di antaranya kuliner lokal seperti lanting, mendoan, kethek bacin, sate ambal, sega kendhil, hingga soto khas Gombong maupun kuliner legendaris lokal lainnya. Beberapa juga mengangkat cagar budaya atau situs bersejarah seperti Benteng Van der Wijck, Rumah Sakit DKT, kerkof, bong Gumeng, Roemah Martha Tilaar, stasiun, bekas sekolah Tionghoa, dan sebagainya. Ada pula siswa yang tertarik mengusung usaha bisnis lokal, seperti perusahaan rokok Sintren, eks-perusahaan rokok Seger, dan sebagainya. Konten-konten ini akan dituangkan dalam AppInventor sebagai upaya publikasi dan promosi lokalitas Gombong. Untuk itu, dalam jangka waktu tiga bulan, siswa dan guru masih akan mendapat pendampingan secara daring. Dalam penutupnya, Kepala SMP Pius Bakti Utama Gombong, Valentina Purwasari S.M., S.Pd.Si. menegaskan bahwa hal terpenting bukan produk yang dihasilkan, namun kebermaknaan dari aktivitas P5 bagi pembentukan karakter pelajar Pancasila yang sadar terhadap kebinekaan global melalui eksplorasi kekayaan lokal.


(HK)

Kembali