Sarjana Filsafat Keilahian (S1)

Kegiatan Kemahasiswaan

Dalam koordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), kegiatan kemahasiswaan pada Program Studi Filsafat Keilahian dikoordinir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teologi (BEM FT) Universitas Sanata Dharma dan didampingi oleh Wakil Ketua Program Studi Filsafat Keilahian.

Setiap mahasiswa diharapkan untuk ikut terlibat secara aktif dan kooperatif dalam semua kegiatan kemahasiswaan yang dikoordinir oleh BEM FT, melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Sistem Poin Kegiatan Kemahasiswaan (SPKK)
Kegiatan Kemahasiswaan merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai humanistik yang dikembangkan oleh Universitas Sanata Dharma. Dunia kerja yang semakin kompetitif membutuhkan para lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional yang memadai, tetapi juga diharapkan memiliki tambahan kompetensi yang mungkin tidak diperoleh di dalam kelas, dan justru diperoleh di luar kelas, dengan apa yang biasa disebut softskill. Menyadari pentingnya pengembangan softskill ini, Universitas Sanata Dharma memasukkan Kegiatan Kemahasiswaan sebagai salah satu syarat kelengkapan yudisium. Melalui Kegiatan Kemahasiswaan ini, pengembangan softskill dapat lebih dijamin. Sebagai bagian dari Universitas Sanata Dharma, Program Studi Filsafat Keilahian juga memasukkan Kegiatan Kemahasiswaan sebagai salah satu syarat kelengkapan yudisium. Untuk itu ditetapkan Sistem Poin Kegiatan Kemahasiswaan (SPKK). Sistem Poin Kegiatan Kemahasiswaan (SPKK) adalah suatu sistem yang dirancang untuk memastikan setiap mahasiswa mengalami formasi secara terstruktur guna mencapai sejumlah softskill yang dibutuhkan sebagai pribadi yang berkualitas. Dengan spirit bahwa pendidikan dan pendampingan mahasiswa adalah sebuah desain, dan bukan mengandalkan inisiatif mahasiswa semata, SPKK di Universitas Sanata Dharma (USD) sudah ada dan diterapkan pada mahasiswa mulai angkatan 2008. Artinya kesadaran dan komitmen USD terhadap pembinaan mahasiswa secara holistik sudah ada sejak lama. Seiring perubahan era dengan perkembangan teknologi dan informasi yang pesat saat ini, softskill yang dibutuhkan mahasiswa kiranya juga bertambah jumlah dan ragamnya. Atas dasar itulah peninjauan kembali SPKK tahun 2009 perlu dilakukan agar lebih sesuai dengan konteks dan kebutuhan terkini yang tertuang juga dalam kebijakan formasi mahasiswa USD terbaru. Untuk itulah pedoman ini disusun.

Tujuan Poin Kegiatan Kemahasiswaan:

  • Mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kepribadian dan softskills mereka untuk menjadi pribadi yang matang dan unggul secara personal,interpersonal, maupun organisasional.
  • Meraih nilai tambah bagi pengembangan diri mahasiswa di luar kelas,baik yang bersifat kegiatan akademik maupun non-akademik sehingga lulusan nanti siap mengambil peran aktif di dalam dunia karya, baik Gereja maupun masyarakat.
Program Studi Filsafat Keilahian menentukan jumlah 50 poin sebagai nilai total minimal SPKK bagi mahasiswa S-1 untuk memperoleh yudisium pada akhir studi. 
Ketentuan Umum Poin Kegiatan Kemahasiswaan
  1. Setiap mahasiswa wajib memperoleh minimal 50 poin kemahasiswaan sebagai syarat kelulusan pendidikan di program studi masing-masing
  2. Poin diperoleh dari keikutsertaan dalam kegiatan kemahasiswaan di kampus
  3. Kegiatan yang diikuti mahasiswa di luar kampus dapat menjadi poin tambahan
  4. Terdapat poin yang berasal dari kegiatan yang bersifat wajib diikuti, dan yang bersifat pilihan
  5. Kegiatan yang wajib diikuti adalah kegiatan-kegiatan yang terdaftar dalam kategori Formasi Cerdas Humanis (FCH) 1 – FCH 4
  6. Mahasiswa wajib mengikuti minimal satu kegiatan yang ada di setiap kategori FCH 1–FCH 4
Rincian kegiatan dalam tiap kategori adalah sebagai berikut :

Rincian jenis atau contoh Kegiatan Kemahasiswaan:

Formasi

Kegiatan (wajib mengikuti minimal satu untuk tiap formasi)

Formasi Cerdas Humanis 1 (FCH 1): Integral Personality Development (IPD) Dilaksanakan secara regular seminggu sekali pada semester satu (1) dengan pendampingan DPA dibantu satu orang co fasilitator
Formasi Cerdas Humanis 2 (FCH 2): Local & Global Citizenship (LGC) Dilaksanakan secara regular seminggu sekali pada semester dua (2) dengan pendampingan DPA dibantu satu orang co fasilitator
Formasi Cerdas Humanis 3 (FCH 3): Self-Actualization (SA)

a. Gelar Gagasan Kritis (GiSi -Get it Share it!)

b. Unit Kegiatan Mahasiswa

c. Ajang Talenta Mahasiswa (perlombaan)

d. Menerima penghargaan dari luar USD

e. Mengikuti program-program Internasional (non lomba) sebagai perwakilan USD

Formasi Cerdas Humanis 4 (FCH 4): Global Competence (GC) a. Pelatihan kepemimpinan b.Organisasi kemahasiswaan (ormawa) c. Kegiatan-kegiatan Interkultural d. Kepanitiaan
  1. Pedoman Sistem Poin Kemahasiswaan tahun 2024 ini, berlaku bagi mahasiswa mulai angkatan 2022. Mahasiswa Angkatan 2021 dapat memilih pedoman 2024 atau pedoman yang lama (2009)
  2. Mahasiswa wajib memintakan verifikasi kegiatan kepada Dosen Pendamping Akademik (DPA) untuk mendapatkan poin secara berkala setiap kali kegiatan selesai dan mendapat sertifikat
  3. Mahasiswa yang memperoleh poin minimal 150 dengan variasi kegiatan beragam, akan mendapatkan apresiasi yang diberikan dalam acara Malam Apresiasi Mahasiswa (MAM) di setiap akhir tahun, dengan melakukan pendaftaran. Penghitungan jumlah poin minimal 150 didasarkan pada periode waktu pendaftaran MAM setiap tahun
  4. Kegiatan pengembangan diri lainnya, yang tidak tertulis dalam pedoman ini, dapat diberikan poin dengan keputusan dari wakil ketua program studi atau wakil rektor III
Mahasiswa dengan kebutuhan khusus (gangguan fisik/ mental/ hambatan lainnya), mendapat perlakuan khusus dalam implementasi kebijakan Sistem Poin Kemahasiswaan ini, dengan pertimbangan DPA

Tabel Poin Kegitan Kemahasiswaan (klik)


Mahasiswa diharapkan mengumpulkan SPKK sebanyak-banyaknya, lengkap dengan bukti autentik kegiatan kemahasiswaan yang diikuti dari lembaga yang berwenang pada akhir semester VII di sekretariat.

  Kembali