Berita

Mengungkap Kuasa Bahasa lewat Linguistik Korpus dalam Humaniora Digital: Orasi Ilmiah Dr. Arina Isti’anah pada Dies Natalis Fakultas Sastra XXXII

05-05-2025 16:44:02 WIB

“Humaniora digital bukan sekadar pemanfaatan perangkat teknologi, tetapi merupakan perubahan paradigma dalam cara kita memproduksi dan memaknai pengetahuan. Melalui pendekatan linguistik korpus, yaitu metode yang mengandalkan kumpulan data bahasa (korpus) berbasis digital, peneliti dapat menganalisis struktur, makna, dan pola bahasa secara empiris dan sistematis. Pendekatan ini dinilai sangat relevan di era big data, di mana wacana publik beredar dalam jumlah besar dan cepat melalui media daring”, demikian disampaikan oleh Dr. Arina Isti’anah, dosen prodi Sastra Inggris dalam orasi ilmiahnya dalam rangka Dies Natalis Fakultas Sastra XXXII di Ruang Seminar Driyarkara, Kampus II USD Mrican, Senin (4/5/25). Dalam pidatonya yang berjudul "Linguistik Korpus dalam Kajian Humaniora Digital: Studi Kasus (Re)produksi Ideologi Dominan dalam Media Massa," Dr. Arina mengajak para dosen, mahasiswa, dan civitas akademika untuk membuka wawasan baru tentang peran bahasa dalam membentuk ideologi serta peluang metode digital dalam pengajaran dan penelitian humaniora masa kini.

Lebih jauh, Dr. Arina menyoroti bagaimana bahasa berperan sebagai sarana konstruksi sosial yang dapat mereproduksi ideologi dominan secara halus dan berulang. Ia mengangkat berbagai studi kasus yang menunjukkan bagaimana kata-kata tertentu dalam media massa, seperti “keberlanjutan”, “pertumbuhan”, dan “terdampak” muncul dalam konteks yang memperkuat legitimasi kekuasaan dan kebijakan negara, khususnya dalam isu-isu strategis seperti pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), pembangunan jalan tol, dan krisis iklim.

Melalui analisis linguistik korpus, ditemukan bahwa dalam berbagai dokumen resmi maupun pemberian media, istilah-istilah ekologis justru muncul dalam frekuensi yang lebih rendah dibanding narasi tentang pembangunan dan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa wacana lingkungan kerap terpinggirkan, sedangkan narasi pembangunan ditonjolkan melalui pilihan leksikal yang berpihak pada agenda politik dan ekonomi. “Dalam konteks ini, linguistik korpus hadir sebagai metode yang dapat membongkar bias dan mengungkap wacana yang termarginalkan”, tegas alumni Magister Kajian Bahasa Inggris USD ini.



Arina juga menggarisbahwai pentingnya literasi digital dan kesadaran kritis dalam membaca bahasa sebagai instrumen ideologis. “Mari kita sebagai civitas akademika memanfaatkan lingusitik korpus dalam praktik tridarma perguruan tinggi”, ajak dosen yang berasal dari Klaten ini. Menurutnya, pemahaman atas wacana publik berbasis data empirik tidak hanya akan memperkaya kajian humaniora, tetapi juga mendekatkan kampus pada persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

Melalui orasi yang inspiratif dan berbasis pengalaman akademik yang kuat ini, Fakultas Sastra USD menegaskan komitmennya dalam mengembangkan humaniora kritis, kontekstual, dan relevan dengan zaman. Perayaan Dies Natalis kali ini bukan hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga menjadi tonggak arah baru dalam membangun tradisi intelektual yang peka terhadap isu-isu sosial dan ekologis melalui pendekatan digital (Tti)

Kembali