Berita

Misa Syukur Dies Natalis ke-32 Fakultas Sastra: Humaniora Harus Tetap Menjadi Pangeran Cahaya

29-04-2025 13:41:05 WIB

“Humaniora digital harus tetap menjadi pangeran cahaya di tengah realitas cepatnya berbagai data yang membanjiri pikiran kita. Humaniora harus menuntut kita berpikir lebih dalam dan berbela rasa, mengajar kita menjadi manusia teknologi tanpa kehilangan jiwa, dan menjadi jalan untuk memperkaya, bukan menggerus kemanusiaan”, demikian ditekankan Dekan Fakultas Sastra Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. dalam sambutannya pada acara Misa Syukur Dies Natalis ke-32 Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma di Kapel Robertus Belarminus, Senin (28/4/25).
 
Misa syukur yang dipimpin oleh Romo H. Heri Setyawan, S.J., S.S., M.A. dan Romo F.X. Murti Hadi Wijayanto, S.J., S.S., M.F.A. dalam homilinya juga membahas hal yang sama. Romo Murti menyoroti fenomena ketergantungan berlebihan terhadap AI atau akal imitasi (Artificial Intelligence). “Jangan terlalu banyak bertanya pada AI, nanti otak kita membusuk lalu mati”, tegasnya melalui homilinya yang diisi dengan pembacaan cerpen. 
Pesan penting juga disampaikan Romo Heri dalam misa terkait perayaan dies sebagai momen penting untuk merasakan, menggali lagi, dan menyuburkan akar-akar kita. “Cerpen yang disampaikan Romo Murti tadi membantu imajinasi kita dan memang Paus Fransiskus menyampaikan bahwa iman membutuhkan imajinasi, bukan untuk lari dari kenyataan, tetapi untuk melihat dan merasakan hal-hal yang lebih kompleks, yang bertumbuh dalam diri kita”, tambah Romo Heri dalam penutupan misa.

Menurut Romo Heri, pesan ini akan sangat mengena untuk teman-teman dari Prodi Sastra, baik Sastra Indonesia maupun Sastra Inggris. Untuk teman-teman dari Prodi Sejarah, Paus menunjukkan bahwa sejarah itu akan memperlihatkan bagaimana Roh Allah itu terus bekerja dari dulu, sekarang, dan yang akan datang dan dengan pengetahuan kita mengenai akar-akar kita maka kita bisa maju. Tanpa keberakaran itu maka kita bisa tertiup angin, sebagaimana disampaikan oleh Paus Fransiskus.
 


Misa dies yang dihadiri oleh sekitar 110 peserta baik dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ini merupakan perayaan misa sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan terhadap Fakultas Sastra yang telah berumur 32 tahun. Dengan mengambil tema “Humaniora Digital: Peluang, Tantangan, dan Masa Depan”, perayaan Dies Natalis ke-32 Fakultas Sastra USD memiliki rangkaian kegiatan, antara lain pembukaan dengan misa syukur, temu alumni serta rencana pembentukan Ikatan Alumni Fakultas Sastra (IKAFASA), malam ekspresi, lomba cipta-baca puisi, dan ditutup dengan Puncak Dies yang akan menyajikan Laporan Tahunan Dekan dan Orasi Ilmiah “Linguistik Korpus dalam Kajian Digital Humanities: Studi Kasus (Re)Produksi Ideologi Dominan dalam Media Massa” oleh Dr. Arina Isti’anah. (Tti-Mmsw)

Kembali