Berita

Targetkan Peningkatan Publikasi di Renstra Fakultas Sastra, Mahasiswa Magister Sastra Ikut Kontribusikan Sembilan Artikel Jurnal

17-01-2025 13:37:17 WIB

Beberapa mahasiswa Magister Sastra kurang lebih setahun ini berpartisipasi dalam menyumbangkan artikel publikasi untuk menargetkan peningkatan publikasi di Renstra Fakultas Sastra 2024-2028. Dengan topik bahasan yang beragam, mulai dari gender, sastra lisan, psikoanalisis, poskolonialisme, atau cultural studies, para mahasiswa menerbitkan ke jurnal terindeks Sinta maupun jurnal internasional, meskipun belum berkelas bereputasi. Menurut Dekan Fakultas Sastra, Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. mahasiswa prodi Magister Sastra diberi ruang untuk bekerja sama dengan para dosen dalam penelitian yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USD maupun DRTPM dari Pemerintah. “Kontribusi mahasiswa Magister Sastra sudah cukup lumayan dalam publikasi. Harapan saya semoga  angkatan demi angkatan akan terus berpartisipasi”, kata Pak Yapi, panggilan akrab Dekan Fakultas Sastra. Menurut Pak Yapi, artikel-artikel ini cukup penting untuk pemenuhan performa atau kinerja prodi dalam audit mutu internal maupun akreditasi.
 
Artikel-artikel yang terbit diterbitkan dalam jurnal yang beragam dan bekerja sama dengan dosen-dosen Magister Sastra USD. Tulisan Inosensius Soni Koten (Angkatan 2023) "Hujan Pertama dari Kampung Kafir" karya Silvester Petara Hurit, yang diterbitkan di Jawa Pos pada 25 Oktober 2020, melalui perspektif Cultural Studies menganalisis konteks sejarah dan sosial, konsep identitas, serta proses produksi, distribusi, dan konsumsi karya tersebut. Cerpen ini ditulis berdasarkan tiga konteks sejarah dan dipengaruhi oleh dua kehidupan sosial dominan. Implikasinya, pendekatan Cultural Studies memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap isi cerpen ini. Tulisan ini diterbitkan di Jurnal Sintesis Sinta 4 di link ini https://ejournal.-usd.ac.id/index.php/sintesis/article/view/7710

Artikel dengan judul Decolonizing Gender Dynamics: Reclaiming Lawino’s Voice in Okot p’Bitek’s Song of Lawino karya Yolenta Oktovia Mahuze (Angkatan 2023) bersama Prof. Novita Dewi, M.A. (Hons)., Ph.D. diterbitkan di Indonesian Journal of English Language Studies. Artikel ini menganalisis Song of Lawino karya Okot p'Bitek melalui teori dekolonisasi Ngũgĩ wa Thiong’o, terkhusus bagaimana karya tersebut merebut kembali suara dan identitas budaya Afrika. Meskipun tersedia dalam bahasa Inggris, Song of Lawino merupakan puisi naratif yang diadaptasi dari lagu tradisional Acholi. p'Bitek menggunakan puisinya sebagai alat dekolonisasi, mendorong pelestarian budaya, dan membahas isu-isu kolektif. Temuan menunjukkan bahwa dengan menyindir elit kelas menengah Afrika yang mengadopsi nilai-nilai Barat, dua bab yang dianalisis, "The Woman with Whom I Share My Husband" dan "Let Them Prepare the Malakwang Dish," menyoroti benturan antara budaya Eropa dan Afrika. Dalam puisi-puisi ini, Lawino menantang dinamika gender, mempertahankan praktik tradisional, dan mengkritik gaya hidup kebarat-baratan yang diadopsi suaminya, Ocol. Melalui kritik tajam dari tokoh wanita yang berkemauan kuat ini, p'Bitek mengungkap dampak negatif asimilasi budaya yang tidak kritis dan menekankan pentingnya mempertahankan tradisi untuk kesejahteraan dan identitas komunitas. Artikel ini dapat diakses di link ini: https://e-journal.usd.ac.id/index.php/IJELS/article/view/9129

Ni Kadek Arie Cahyani Kepakisan (Angkatan 2022) bersama Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, M.Hum. menganalisis novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini untuk mengkaji konflik antara kearifan lokal dan pandangan baru yang dibawa oleh "dunia baru", khususnya dalam konteks tradisi Hindu di Bali. Menggunakan metode kualitatif dengan teori semiotika Charles Sanders Peirce, penelitian ini mengidentifikasi ikon, indeks, dan simbol dalam novel tersebut. Realitas sosial masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh sistem kasta dapat membatasi individu dalam memperoleh perspektif hidup yang mandiri. Simbol-simbol yang merepresentasikan budaya Bali, meliputi bahasa, lokasi, kata ganti, dan praktik upacara, yang memiliki makna signifikan dalam masyarakat Bali. Tulisan ini diterbitkan di International Journal of Social Science and Management dengan judul Balinese Social Reality in Reconstructing Identity Seen By  Oka Rusmini's Tarian Bumi: A Semiotic Study of Charles  Sanders Pierce. Artikel ini dapat diakses di https://ijhssm.org/issue_dcp/Balinese%20Social%20Reality%20in%20Reconstructing%20Identity%20Seen%20By%20Oka%20-Rusmini%20s%20Tarian%20Bumi%20A%20Semiotic%20Study%20of%20Charles%20Sanders%20-Pierce.pdf

Pangestin Aprilia Sehnur Putri (Angkatan 2022) bersama Sri Mulyani, Ph.D. mempublikasikan tulisan Repositioning Blackness and Intersectional Identities in Adichie’s Americanah di Journal of English Language and Literature yang menganalisis novel Americanah karya Chimamanda Ngozi Adichie untuk mempertanyakan konsep homogenitas identitas kulit hitam dan interseksionalitasnya, seperti ras, etnisitas, suku, kebangsaan, kelas, gender, dan bahasa. Dengan menggunakan perspektif feminisme perempuan kulit berwarna, khususnya dalam konteks global, pascakolonial, dan transnasional, artikel ini mengidentifikasi dua poin utama dalam Americanah yang menantang dominasi homogenitas dan stereotip identitas kulit hitam: gaya naratif refleksif dan kehadiran postingan blog dalam novel. Refleksivitas memungkinkan fluiditas persepsi dan penilaian internal maupun eksternal untuk meneliti isu dan pengalaman interseksional. Sementara itu, postingan blog menyediakan ruang terbuka bagi beragam opini dan argumen mengenai realitas interseksional. Dengan demikian, novel ini berupaya mengartikulasikan heterogenitas, spesifisitas, dan multiplikasi identitas kulit hitam untuk menantang pandangan sempit tentang identitas tersebut dan kompleksitas identitas yang saling terkait. Artikel tersebut dapat diakses di link berikut ini:
https://repository.usd.ac.id/5036 /1/11268_Americanah%2Bsri%2Bmulyani%2Band%2Bpangestin.pdf

Sementara itu Fira Nur Vianingtias Damayanti (Angkatan 2023) bersama Dan Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. dan Dr. Fransisca Tjandrasih Adji, M.Hum. menganalisis makna dan fungsi mantra dalam upacara Nyadran di Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul, dengan menggunakan teori tradisi lisan dan fungsionalisme. Mereka menghasilkan artikel “Makna dan fungsi mantra dalam upacara adat nyadran Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul: Kajian Tradisi Lisan” di Jurnal Sintesis. Dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi, ditemukan bahwa upacara Nyadran berakar dari kisah dua keturunan darah biru, GRM Sumadi dan GRAy Sudarminah, yang dimakamkan di desa tersebut. Mantra yang digunakan dalam prosesi Nyadran memiliki makna yang berkaitan dengan pertanian dan nazar dari para brayat. Fungsi mantra dalam upacara ini meliputi fungsi religius sebagai ungkapan syukur atas terkabulnya nazar, fungsi sosial budaya yang mencerminkan gotong-royong masyarakat, fungsi ekonomi terkait hasil pertanian, dan fungsi estetika yang terlihat dari penggunaan metafora dalam mantra. Artikel ini dapat diakses di https://e-journal.usd.ac.id/safe/index.php/sintesis/article/view/6079

Artikel The Significance of Female Body in Shelley Jackson’s Hypertext Fiction My Body – A Wunderkammer: A Feminist Perspective ditulis oleh Patricius Sulistya Eka Apira Yogayudha (Angkatan 2023) bersama Dr. Tatang Iskarna dan diterbitkan di Journal of Critical Studies in Language and Literature. Artikel ini menganalisis karya Shelley Jackson, "My Body-A Wunderkammer", dengan menyoroti bagaimana narasi tersebut mencerminkan dinamika kekuasaan gender dan berkontribusi pada diskursus kesetaraan gender. Melalui representasi tubuh perempuan, subversi narasi konvensional melalui fiksi hiperteks, dan tantangan terhadap norma gender dalam literatur siber, studi ini menggunakan kerangka teori feminis yang dipadukan dengan pembacaan mendalam dan analisis tematik. Penggunaan fiksi hiperteks oleh Jackson memungkinkan eksplorasi non-linear dan imersif mengenai otonomi tubuh, ekspektasi sosial, dan kompleksitas identitas gender. Penelitian ini menekankan pentingnya literatur interaktif dan digital sebagai alat ekspresi feminis yang kuat, mendorong pemahaman yang lebih inklusif tentang pengalaman gender, serta menggarisbawahi potensi teknologi digital kontemporer dalam memperkaya narasi feminis dan mendorong inovasi di bidang ini. Artikel ini dapat diakses di https://jcsll.gta.org.uk/index.php/home/article/view/321

Karya Pramoedya Ananta Toer “Bumi Manusia” tak luput sorotan mahasiswa Magister Sastra. Tulisan The Subject of Melancholia in Toer’s Bumi Manusia: Lacan’s Psychoanalytic Study  karya Rahmat Akbar (Angkatan 2022) bersama Dr. Tatang Iskarna dan Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. diterbitkan di Journal of Linguistics, Literature, and Translation. Artikel ini menganalisis subjek melankolia dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer melalui perspektif psikoanalisis Jacques Lacan, dengan fokus pada objek kecil yang hilang. Ditemukan tiga jenis subjek melankolia: melankolia generasional, melankolia kultural, dan melankolia alienasi. Nyai Ontosoroh, tokoh utama dalam novel ini, mengalami ketiga jenis melankolia tersebut, sementara karakter Minke mengalami dua jenis melankolia, yaitu melankolia kultural dan alienasi. Kedua tokoh ini merepresentasikan pandangan penulis yang mengkritik dua sistem sosial: masyarakat feodal (terjajah) dan masyarakat kapitalis modern (penjajah). Perubahan nilai-nilai sosial akibat benturan antar generasi dan budaya menyebabkan mereka mengalami alienasi mendalam dalam kehidupan mereka. Artikel ini dapat dibaca di https://www.al-kindipublisher.com/index.php/ijllt/article/view/6549

Ada satu lagi tentang karya Pramoedya, yaitu novel Anak Bangsa yang dikaji oleh Ni Kadek Arie Cahyani Kepakisan (Angkatan 2022) bersama Dr. G. Fajar Sasmita Aji, M.Hum. Artikel berjudul Strukturisasi Kekuasaan dan Kekerasan Simbolik diterbitkan di jurnal Bina Darma. Dengan menggunakan perspektif Pierre Bourdieu, artikel ini menunjukkan konsep empat modal, di mana modal ekonomi memiliki pengaruh paling dominan; dan kedua, kekerasan simbolik dalam bentuk eufemisme dan mekanisme sensorik, yang menunjukkan aktor dengan modal sosial dominan, seperti orang tua terhadap anak. Artikel ini dapat dibaca di https://repository.usd.ac.id/46991/1/9874_strukturasi-ni%2Bkadek%2Bs2%2Bsastra-bina%2Bbahasa.pdf

M. Irwan (Angkatan 2022) dan Th. Enny Anggraini, Ph. D. mempublikasikan hasil penelitian bersama dengan judul Tradition and Transformation of the Myth of the Origin of the First Humans in Toraja, Mamasa, and Mandar: A Comparative Historical Study di jurnal Research Inventy: International Journal of Engineering And Science . Mereka mengkaji tradisi dan transformasi mitos penciptaan manusia pertama di Toraja, Mamasa, dan Mandar, yang berasal dari cerita rakyat dan berkembang menjadi sumber sejarah di Mandar. Ketiga wilayah budaya utama di Sulawesi Selatan dan Barat ini memiliki sejarah bersama yang dimulai dengan mitos penciptaan leluhur manusia pertama. Menurut kepercayaan Aluk Todolo, Puang Matua menciptakan manusia pertama bernama La Ukku' melalui Saun Sibarrung, yang kemudian menurunkan keturunan yang tersebar di Toraja, Mamasa, dan Mandar. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah komparatif yang dikembangkan oleh sekolah Finlandia di Helsinki, dengan metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, perekaman, penerjemahan, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan tentang tradisi dan transformasi mitos ini berdasarkan jenis dan motifnya, serta menekankan pentingnya persatuan dan kohesi di antara ketiga wilayah budaya tersebut. Studi ini juga berkontribusi dalam menawarkan perspektif bagi Indonesia, sebagai bangsa yang beragam, mengenai nilai persatuan di tengah perbedaan. Artikel ini dapat diakses di https://researchinventy.com/papers/v13i11/H13114552.pdf

Di tempat terpisah Kaprodi Magister Sastra Dr. Tatang Iskarna menyampaikan bahwa partisipasi aktif mahasiswa Magister Sastra dalam publikasi ilmiah tidak hanya memperkaya wawasan akademik mereka, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan akreditasi program studi. “Dengan terus mendorong kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam penelitian, diharapkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah semakin meningkat, sehingga reputasi Fakultas Sastra dapat terus terjaga dan ditingkatkan”, ungkap Tatang (Tim Mhs Magsas USD)

Kembali