Berita
Akhiri Tahun 2024, Dekan Fakultas Sastra Refleksikan Capaian-Tantangan dan Studi Banding ke Bandung
31-12-2024 09:39:46 WIB
Fakultas Sastra mencetak pencapaian yang menggembirakan terkait dua program studi, Sastra Indonesia dan Sastra Inggris, yang memperoleh akreditasi "Unggul." Selain itu, Sastra Inggris juga berhasil meraih akreditasi internasional FIBAA untuk periode 2023-2028. Kontribusi Program Magister Sastra yang melibatkan mahasiswa dan dosen dalam penelitian dan publikasi ilmiah turut memperkuat reputasi akademik fakultas. Dalam penelitian, fokus pada kajian tradisi lokal, gender, diaspora, serta humaniora digital mulai mendapatkan momentum, mencerminkan adaptasi fakultas terhadap tantangan zaman. Demikian disampaikan Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum., Dekan Fakutlas Sastra USD, dalam laporannya kepada Rektor yang didokumentasikan dalam Laporan Tahuanan Rektor dalam acara puncak dies Sanata Dharma, Jumat (20/12/24).
Mahasiswa Fakultas Sastra juga menunjukkan prestasi membanggakan dalam berbagai bidang, dari akademik hingga seni. Nama-nama seperti Muhammad Syamsa Dzunuroin yang terpilih dalam Jambore Sastra Asia Tenggara, hingga Seanpaul Lapudooh, juara dalam WU SELA Speech Competition, menegaskan semangat berkarya mahasiswa. UKF Lit Collectives yang resmi terbentuk tahun ini memperkaya suasana kreatif fakultas melalui pementasan rutin, termasuk memeriahkan Dies Natalis ke-31.
Kepedulian fakultas tercermin melalui berbagai program pengabdian masyarakat yang mengedepankan pelestarian budaya lokal, seperti pelatihan mendongeng multibahasa dan promosi seni tradisional. “Langkah strategis lain termasuk pembentukan Tim Media Sosial dan pelatihan manajemen branding untuk memperkuat komunikasi dan meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa”, lanjut Pak Yapi. Fakultas Sastra juga memulai pembentukan Pusat Studi Sastra Lisan dan Kajian Humaniora Digital untuk menjawab kebutuhan pengembangan teknologi dalam kajian budaya.
Namun demikian, tahun 2024 juga menghadirkan tantangan berat. Conversion rate mahasiswa baru hanya mencapai 55%. Hal ini mengindikasikan kebutuhan akan strategi promosi yang lebih efektif. Untuk itu, fakultas menjajaki pembukaan program studi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri modern, seperti Ilmu Komunikasi. Selain itu, pembentukan organisasi mahasiswa tingkat fakultas juga menjadi prioritas untuk meningkatkan sinergi antara himpunan mahasiswa program studi.
Studi Banding ke Bandung
Untuk menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen akademik, Dekanat Fakultas Sastra dan Tim juga mengadakan serangkaian studi banding ke tiga universitas ternama di Bandung. Tim Fakultas Sastra USD mengunjungi Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif Universitas Kristen Maranatha (9/12/24), terutama Program Studi Sastra Inggris dan Sastra China. “Rombongan yang terdiri dari 10 orang akan mempelajari aspek pengelolaan akademik, kurikulum, penerapan teknologi pendidikan, serta strategi pengembangan riset dan kerja sama internasional” kata Pak Yapi. “Kunjungan ini diharapkan dapat mengadopsi praktik terbaik dari Maranatha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di USD”, lanjutnya.

Keesokan harinya (10/12/24) Dekanat Fakultas Sastra dan Tim mengunjungi Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Universitas Telkom. Fokus utama kunjungan ini adalah Prodi Ilmu Komunikasi yang telah terakreditasi Unggul oleh BAN-PT dan Premier oleh ASIC. Studi banding ini bertujuan untuk mendapatkan wawasan dalam perencanaan pembukaan Program Studi Ilmu Komunikasi di USD. Penerapan metode pengajaran inovatif serta strategi pengembangan riset menjadi topik utama dalam diskusi tersebut.


Pada hari yang sama, namun di sesi siang, rombongan melanjutkan studi banding ke Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Prodi Ilmu Komunikasi UNISBA yang telah terakreditasi Unggul menjadi model studi untuk USD dalam merancang kurikulum dan strategi pengembangan sumber daya manusia. Kunjungan ini menjadi salah satu langkah awal dalam perencanaan pembukaan Prodi Ilmu Komunikasi di Fakultas Sastra USD.
Ketiga kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dan membangun kerja sama yang lebih luas antara Universitas Sanata Dharma dengan universitas-universitas mitra. Dekan Fakultas Sastra USD, Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum., menyatakan bahwa studi banding ini adalah bagian dari upaya strategis untuk menghadapi tantangan global di dunia pendidikan. “Harapannya, dari hasil kunjungan ini kami dapat mengimplementasikan inovasi dan praktik terbaik untuk mendukung visi USD dalam menyediakan pendidikan yang unggul dan berdaya saing,” tuturnya. (Yyp-Tti)
Kembali
- Ketika Mesin Ikut Menulis: HISKI Komisariat USD Mengupas “Sastra di Era Digital” pada Usia Satu Dasawarsa
- Fakultas Sastra USD dan FIB Universitas Andalas Jalin Kerja Sama, Langsung Diimplementasikan melalui Kuliah Umum Pragmatik
- JAKSA 2026: Menjadi Manusia di Tengah Perubahan Zaman dan Era AI
- Naik Peringkat, Magister Sastra USD Raih Akreditasi Baik Sekali
- Fakultas Sastra USD dan Yayasan Dena Upakara Jalin Kerja Sama Penulisan Sejarah 90 Tahun SLB/B Dena Upakara
- Perluas Jejaring Akademik Internasional, Fakultas Sastra USD dan Fakultas Pendidikan dan Humaniora UNTL akan Kembangkan Kolaborasi
- Dari Ruang Kelas ke Perlawanan: Humaniora sebagai Daya Transformasi Bangsa
- Misa Syukur Dies Natalis ke-33 Fakultas Sastra: Merawat Ingatan, Meneguhkan Humaniora Transformatif
- Fakultas Sastra USD Jajaki Kerja Sama dengan Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada Jakarta
- Lokakarya Penyusunan Kurikulum 2026: Prodi Sastra Indonesia USD Perkuat Integrasi AI dan Kebutuhan Industri
