Berita

Refleksi Karya Fakultas Sastra 2024: Menghidupkan Nilai Dasar, Membangun Relasi Sosial

18-12-2024 11:31:44 WIB

Dalam era yang ditandai oleh transformasi digital, tantangan sosial, dan kebutuhan akan keberlanjutan, Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma mengidentifikasi prioritas baru dalam mencerdaskan bangsa. Melalui refleksi mendalam, fokus diarahkan pada pengembangan kecerdasan berbasis humanisme, digital, dan kolaboratif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Di saat yang sama, integrasi Tridarma Perguruan Tinggi tetap menjadi landasan utama pencapaian pencerahan, yang dilengkapi dengan penghayatan nilai-nilai inti USD – cura personalis, compassion, conscience, dan competence. Demikian benang merah hasil diskusi tiga putaran para dosen dan tenaga kependidikan dalam acara Refleksi Karya Fakultas Sastra 2024 yang digelar di Hotel Innside, Jl. Ring Road Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY, Senin (16/12/24).
 
Untuk memastikan keberlanjutan visi ini, Fakultas Sastra menggagas strategi penerapan yang mencakup konsistensi nilai, pendekatan personal dalam mendampingi mahasiswa, sinergi civitas akademika, dan inovasi pembelajaran adaptif. Upaya ini tidak hanya mencerminkan komitmen universitas untuk tetap relevan, tetapi juga menggambarkan semangat kolaborasi dalam membangun relasi sosial yang pro-kehidupan. Demikian lanjutan hasil diskusi refleksi individual dan personal tersebut.
 
Dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra, Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. dan dimoderatori oleh Pak Abed (Dosen Sejarah) dan Bu Linda (Dosen Sasindo), kegiatan refleksi ini bertujuan mendalami peran civitas akademika dalam upaya mencerdaskan bangsa di tengah tantangan era teknologi informasi, perubahan iklim, dan persoalan keadilan sosial. Mengacu pada misi institusi, acara ini menegaskan komitmen Sanata Dharma dalam memperjuangkan peradaban bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Diskusi Tiga Putaran

 
Dialog Tiga Putaran

Acara berlangsung dalam format dialog tiga putaran yang mengadopsi metode refleksi ala Jesuit. Putaran pertama mengundang setiap peserta untuk menyampaikan pandangannya secara individual. Dalam putaran kedua, peserta memberikan tanggapan terhadap gagasan yang disampaikan rekan kelompok lain. Sementara putaran ketiga diisi dengan panel diskusi yang merumuskan kesimpulan bersama. Materi refleksi turut menyoroti tantangan yang dihadapi Universitas Sanata Dharma dalam menghadirkan pencerahan yang mencerdaskan. Dua pertanyaan refleksi menjadi fokus diskusi, yaitu (1) Bagaimana Universitas Sanata Dharma menghadirkan pencerahan dalam rangka memperjuangkan peradaban bangsa? (2) Jenis kecerdasan apa saja yang harus menjadi prioritas di era ini?
 
Dari hasil dialog, peserta menyepakati pentingnya revitalisasi strategi berbasis keunggulan institusi, seperti keramahtamahan dan pendekatan interdisipliner, guna menjawab tantangan global. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, acara ini diharapkan mampu menjadi momentum strategis bagi Fakultas Sastra untuk terus berkontribusi membangun relasi sosial yang pro-kehidupan. Refleksi ini tidak hanya menjadi wadah introspeksi, tetapi juga langkah maju menuju pencapaian visi besar Universitas Sanata Dharma.



Hasil diskusi kelompok mengemukakan beberapa poin utama. Pertama, diskusi ini menyimpulkan bahwa prioritas jenis kecerdasan yang perlu dikembangkan meliputi kecerdasan digital, sosial, emosional, kolaboratif, serta kecerdasan berbasis humanisme dan keberlanjutan. Peserta menekankan pentingnya pendekatan personal dan pengembangan kecerdasan berbasis kebutuhan alumni dan masyarakat. Kedua, tridarma dinilai sebagai inti pencapaian pencerahan USD melalui integrasi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Fakultas Sastra juga menyoroti perlunya inovasi dalam pembelajaran serta pendekatan humanis yang adaptif dan relevan di abad ke-21. Ketiga, hasil refleksi menyoroti pentingnya menginternalisasi dan membumikan nilai inti USD (cura personalis, compassion, conscience, competence) dalam setiap aktivitas dosen dan tenaga kependidikan. Melalui pendampingan mahasiswa berbasis pendekatan humanisme, USD diharapkan mampu menghadirkan pencerahan yang lebih otentik dan adaptif. 

Sedang strategi yang diusulkan untuk merealisasikan refleksi ini meliputi konsistensi dalam penerapan nilai inti USD, pendampingan mahasiswa melalui konsultasi, dialog, dan kegiatan reflektif, sinergi antar civitas akademika dalam tridarma, dan inovasi pembelajaran dan evaluasi berbasis refleksi.

 
Harapan
Sebagai universitas yang memprioritaskan pendekatan humanisme, USD dianggap mampu memberikan pencerahan yang bersifat pribadi, bernilai, dan berbasis pengalaman nyata. Partisipan menggarisbawahi pentingnya seluruh civitas akademika untuk lebih terlibat dalam perubahan sosial yang pro-kehidupan. Refleksi ini diharapkan menjadi wadah penguatan komitmen civitas Fakultas Sastra, sekaligus menjadi titik tolak untuk menciptakan terobosan baru yang relevan dengan tantangan zaman. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Fakultas Sastra optimis mampu berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa melalui pencerahan yang otentik dan transformatif (Tti)

Kembali