Berita

Syukuran Wisuda Fakultas Sastra 2024: “JADILAH DRIYARKARA MUDA DAN GARUDA MUDA BAGI BANGSAMU”

02-10-2024 09:17:13 WIB

Pada hari Kamis, 12 September 2024, Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan acara pelepasan mahasiswa dan syukuran wisuda bertempat di Student Hall, Kampus I, Univeritas Sanata Dharma. Sebanyak 129 calon wisudawan mengikuti acara tersebut.

“Mayoritas mahasiswa yang diwisuda pada periode 12 September 2024 adalah mahasiswa Angkatan 2020 yang mengalami Covid-19, sebuah pengalaman yang tidak ada preseden dan referensinya dalam sejarah peradaban manusia.  Pengalaman kuliah kalian sangat dinamis dan penuh tantangan. Hampir dua tahun kalian belajar dari rumah, dari berbagai pelosok tanah air, dengan fasilitas yang belum maksimal. Kita berkumpul di sini untuk merayakan pencapaian besar para wisudawan yang telah menempuh perjalanan panjang dan berat dalam menimba ilmu dari rumah dan di Fakultas Sastra ini,” demikian antara lain sambutan Dr. Yoseph Yapi Taum, Dekan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma. Dtambahkan bahwa, buah dari pengorbanan itu kita petik bersama dalam cara Wisuda Sarjana Universitas Sanata Dharma. Lulusan yang melewati proses  belajar yang tidak mudah itu kini telah tumbuh menjadi insan yang siap berkontribusi untuk masyarakat, membawa ilmu dan nilai-nilai kemanusiaan yang telah mereka dapatkan selama ini
“Selamat kepada para wisudawan, hari ini adalah hari kemenangan kalian. Keberhasilan yang kita rayakan bukan hanya sekadar gelar, tetapi juga proses pembelajaran yang penuh tantangan, pengorbanan, dan ketekunan. Selain selebrasi, hari ini juga merupakan momen yang baik bagi kita untuk melakukan refleksi.  Dunia di luar sana adalah arena yang lebih luas dan penuh dengan dinamika. Gelar yang kalian terima hari ini hanyalah bekal awal, modal untuk terus melangkah di ruang kehidupan nyata, yang menuntut lebih dari sekadar kecerdasan akademik, tetapi juga kebijaksanaan, keteguhan hati, dan keberanian untuk berinovasi,” tambah Dekan Fakultas Sastra.
 
"Sekar Pudyastuti"

Rangkaian acara pelepasan wisuda diawali dengan tarian "Sekar Pudyastuti" yang dipersembahkan oleh Angelina Sang Lininggar Hirarka, seorang mahasiswa Program Studi Sejarah.  Tari Sekar Pudyastuti merupakan tari putri khas Daerah Istimewa Yogyakarta. Tari Sekar Pudyastuti merupakan tarian klasik dari Yogyakarta, tarian ini sarat akan rasa syukur terhadap Tuhan. Sekar Pudyastuti yang merupakan nama dari tarian ini memiliki arti yang indah. Secara etimologi, kata “sekar”  memiliki arti bunga dan kata “pudyastuti” memiliki arti puji-pujian atau memuja dan memuji. Tarian tradisional ini diartikan sebagai bentuk ungkapan permohonan doa dan ucapan rasa syukur atas keselamatan dan kesuburan.

Gerak lemah lembut, tenang dan anggun merupakan salah satu bentuk pujian dan syukur untuk Sang Maha Pencipta. Tarian ini sering ditampilkan untuk menyambut tamu. Tarian ini diciptakan oleh K.R.T. Sasmintadipura pada tahun 1979. Beliau merupakan seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta yang merupakan salah satu empu tari tradisional gaya Yogyakarta pada masa itu.  Penghargaan mahasiswa berprestasi kali ini diberikan kepada wakil lulusan dari tiga program studi yang memiliki IPK tertingg. Dari Prodi Sejarah, penghargaan diberikan kepada Pada acara penyerahan penghargaan kepada Intan Retno Palupi dengan IPK 4,00. Dari Prodi Sastra Inggris, Andrea Cindy Rosariputri dengan IPK 3,98, dan dari Prosi Sastra Indonesia Yemima Regina Silviana dengan IPK 3,83.

Driyarkara dan Garuda Muda



“Kami –orang tua dan dosenmu, tentu selalu mendoakan agar kalian semua menjadi orang kuat. Bagaimana caranya Tuhan menjadikan seseorang menjadi kuat? Kekuatan tidak turun dari langit. Kekuatan itu dibentuk secara perlahan-lahan. Tuhan akan memberi kalian banyak masalah, kesulitan. Tidak ada ceritanya pelaut yang hebat dilahirkan dari ombak yang tenang. Tidak pernah pernah ada. Ketika saya dari Wakatobi menuju Binongko –melalui selat dengan ombak yang sangat tinggi, semua penumpang ketakutan dan teriak. Tetapi di depan duduk seorang pelaut Binongko dengan tenang di depan ombak yang sangat besar dan seperti bercanda dengan laut yang ganas. Tidak ada orang hebat (pengusaha hebat, pemimpin hebat) yang tiba-tiba muncul begitu saja. Tidak ada ceritanya. Baca sejarah perjalanan pemimpin dan pengusaha besar. Mereka menghadapi banyak masalah, banyak kesulitan, jatuh-bangun terus-menerus. Karena itu, hadapi kesulitan. Peluk kesulitan. Jangan lari dari kesulitan, karena kesulitan itulah yang membuat kalian hebat,” demikian pesan Dekan Fakultas Sastra.

Yoseph Yapi Taum berpesan agar para wisudawan melangkah dengan penuh percaya diri menuju masa depan. Masa depan yang penuh dengan keberanian, optimisme, dan komitmen untuk menjadi agen perubahan yang positif. Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada para wisudawan. Percayalah, di luar sana, dunia menanti kehadiran kalian. Tetaplah menjadi Driyarkara Muda: yang siap memanusiakan manusia, membela kebenaran, menghargai martabat manusia, dan menghargai keberagaman. Tidak hanya itu, jadilah juga Garuda Muda yang peduli pada persoalan bangsa, terutama ketika kehidupan demokrasi negeri kita tidak baik-baik saja. (y2t)

Kembali