Berita

Belajar Transformasi Geometri lewat Stempel Kentang, Dosen dan Mahasiswa JPMIPA USD Hadirkan Pengalaman STEAM bagi Siswa SMA Sanjaya Nanggulan

19-10-2026 17:07:55 WIB

Kulon Progo, 19 Oktober 2026 — Matematika dan fisika dapat dipelajari melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memberikan ruang bagi siswa untuk berkarya. Hal inilah yang dihadirkan oleh tim dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA), FKIP Universitas Sanata Dharma (USD) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Sanjaya Nanggulan, Kulon Progo, pada Senin (19/10/2026).

Berlangsung pada pukul 10.00–12.30 WIB, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan bidang Pendidikan Matematika dan Pendidikan Fisika kepada siswa melalui aktivitas pembelajaran yang mengutamakan pengalaman langsung. Sebagai pengantar, tim memperkenalkan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang menghubungkan lima bidang ilmu, yakni sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika, dalam proses pembelajaran yang terpadu.

Pengenalan STEAM dilanjutkan dengan aktivitas kreatif bertajuk “STEAM Printing: Transformasi Geometri dalam Kreasi Stempel Kentang”. Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan ini dengan membentuk kelompok beranggotakan lima orang. Komposisi kelompok dirancang agar siswa kelas X, XI, dan XII dapat berbaur, sehingga tercipta kesempatan untuk bertukar pikiran, bekerja sama, dan belajar bersama teman dari tingkat kelas yang berbeda.



Dalam praktiknya, kentang dimanfaatkan sebagai media untuk mengenalkan konsep transformasi geometri. Siswa membuat stempel dengan mengeksplorasi bentuk-bentuk geometris, kemudian mengolahnya menjadi desain yang dapat menghasilkan beragam pola. Melalui proses tersebut, konsep matematika tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan yang memadukan penalaran matematis, seni, dan keterampilan membuat produk.

Keterlibatan siswa tampak dalam proses merancang hingga menghasilkan stempel kentang masing-masing. Mereka mendapat kesempatan untuk mencoba gagasan sendiri, mengamati hasilnya, dan mengembangkan desain bersama anggota kelompok. Setelah kegiatan selesai, stempel yang telah dibuat dapat dibawa pulang sebagai hasil karya sekaligus pengingat atas pengalaman belajar yang telah mereka ikuti.

Pemanfaatan bahan sederhana seperti kentang menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat dikembangkan dengan media yang mudah dijumpai di sekitar siswa. Melalui pendekatan STEAM, siswa diajak melihat hubungan antara konsep abstrak dan penerapannya dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman tentang pentingnya kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah dalam proses belajar.

Bagi tim pengabdi, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi praktik pembelajaran yang inovatif sekaligus memperkenalkan pendekatan yang dapat diterapkan dalam pendidikan matematika dan fisika. Pengalaman belajar semacam ini diharapkan dapat membuka pandangan siswa bahwa kedua bidang ilmu tersebut memiliki beragam kemungkinan untuk dikembangkan secara menarik dan aplikatif.

Tim pelaksana terdiri atas lima dosen, yaitu Dr. Ch. Enny Murwaningtyas, Dr. Haniek Sri Pratini, Dr. Dwi Nugraheni Rositawati, Cyrenia Novella Krisnamurti, M.Sc., dan Niluh Sulistyani, M.Pd., yang didampingi oleh tujuh mahasiswa. Para dosen dan mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Fisika jenjang sarjana di JPMIPA FKIP Universitas Sanata Dharma.

Untitled design

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembelajaran di sekolah melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Interaksi langsung antara tim USD dan siswa SMA Sanjaya Nanggulan juga membuka ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan tinggi, khususnya pilihan studi di bidang Pendidikan Matematika dan Pendidikan Fisika.

Melalui kegiatan pengabdian ini, JPMIPA FKIP Universitas Sanata Dharma berharap dapat memperluas ketertarikan siswa terhadap matematika dan fisika serta menunjukkan bahwa pembelajaran kedua bidang tersebut dapat berlangsung melalui eksplorasi dan penciptaan karya. Integrasi pengetahuan, seni, keterampilan, dan kerja sama dalam aktivitas STEAM diharapkan menjadi salah satu inspirasi bagi terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

 kembali