Berita

Dosen Magister Pendidikan Matematika USD Dampingi Pendidikan Kimia Mengembangkan RPS dan Flipped Classroom Berbasis Pedagogi Ignasian

21-08-2026 16:28:22 WIB

YOGYAKARTA, 21 Agustus 2026 — Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma turut berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran lintas program studi. Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP USD, menjadi narasumber Workshop Pengembangan RPS dan Flipped Classroom Berbasis Pedagogi Ignasian yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Kimia USD.

Kegiatan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 09.00–13.00 WIB di Lab STEAM Learning Center, Kampus III USD Paingan. Workshop diselenggarakan dalam rangka pengembangan lesson study untuk implementasi Pedagogi Ignasian di Program Studi Pendidikan Kimia. Daftar hadir memuat lima dosen Pendidikan Kimia sebagai peserta, selain narasumber.

Flipped classroom sebagai struktur, Pedagogi Ignasian sebagai jiwa

Materi workshop menempatkan flipped classroom bukan sekadar sebagai pemindahan penyampaian materi ke luar kelas. Tantangan pembelajaran di era digital menuntut dosen bergerak melampaui paradigma transfer pengetahuan. Flipped classroom dipakai sebagai struktur ruang dan waktu belajar, sementara Pedagogi Ignasian memberi jiwa pada proses pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi mengalami, merefleksikan, bertindak, dan mengevaluasi proses belajarnya.



Dalam model konseptual yang digunakan, empat lapis pembelajaran dipadukan secara organik. Pedagogi Ignasian menjadi inti pembelajaran; flipped classroom menjadi struktur ruang dan waktu; Universal Apostolic Preferences (UAP) memberi horizon arah dan nilai; sedangkan competence, conscience, compassion, dan commitment (4C) ditempatkan sebagai capaian pembentukan pribadi. Integrasi ini menekankan bahwa rancangan RPS perlu menghubungkan tujuan, pengalaman belajar, nilai, asesmen, dan dinamika kelas secara utuh.

Dari konteks, pengalaman, refleksi, aksi, hingga evaluasi

Lima dimensi Pedagogi Ignasian — konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi — diterjemahkan ke dalam rancangan aktivitas sebelum kelas, saat kelas, dan setelah kelas. Pada fase pra-kelas, mahasiswa dipersiapkan dengan materi awal dan aktivitas yang memastikan kesiapan belajar. Waktu tatap muka diarahkan untuk pengalaman yang lebih aktif, dialogis, kolaboratif, dan reflektif. Setelah kelas, mahasiswa didorong menindaklanjuti pembelajaran melalui penguatan, refleksi, dan aksi yang relevan.

Materi juga memperlihatkan matriks integrasi yang membantu dosen menentukan pada fase mana setiap unsur Pedagogi Ignasian perlu memperoleh penekanan lebih kuat. Dengan demikian, flipped classroom tidak berjalan sebagai teknik terpisah, tetapi menjadi wadah untuk menghidupkan proses pembelajaran Ignasian secara terencana.

RPS dirancang dari pribadi yang ingin dibentuk

Salah satu penekanan penting dalam workshop adalah penggunaan alur backward design. Penyusunan RPS tidak dimulai dari pertanyaan “materi apa yang akan diajarkan?”, tetapi dari pertanyaan mengenai pribadi seperti apa yang ingin dibentuk pada akhir pembelajaran. Setelah capaian akhir dirumuskan, dosen menentukan asesmen yang dapat membuktikan ketercapaian, kemudian merancang aktivitas pra-kelas, tatap muka, dan pasca-kelas yang mendukungnya.


Kerangka tersebut diterapkan pada perumusan CPMK yang tidak hanya memuat aspek kompetensi akademik, tetapi juga membuka ruang bagi conscience, compassion, dan commitment. UAP berfungsi sebagai horizon yang menghubungkan pembelajaran dengan kedalaman hidup, keberpihakan, pendampingan kaum muda, dan kepedulian terhadap rumah bersama. Dengan demikian, RPS diarahkan untuk menjadi dokumen pedagogis yang hidup, bukan sekadar kelengkapan administratif.

Asesmen pertumbuhan utuh mahasiswa

Pembahasan juga mencakup strategi asesmen untuk keempat dimensi 4C. Competence dapat dibuktikan melalui kuis, presentasi, ujian, maupun proyek. Conscience lebih tepat diperkuat melalui jurnal reflektif dan tulisan etis; compassion melalui observasi partisipasi, peer-assessment, atau kerja kelompok; sedangkan commitment memerlukan bukti longitudinal seperti portofolio dan evaluasi diri yang berkelanjutan. Penekanan ini membantu dosen menghindari penilaian yang hanya bertumpu pada hasil kognitif.

Melalui workshop ini, dosen Pendidikan Kimia didorong mengembangkan RPS yang lebih konsisten antara capaian, aktivitas, asesmen, dan nilai-nilai Ignasian. Proses ini sekaligus memberi landasan bagi pengembangan lesson study, karena rancangan pembelajaran dapat dicoba, diamati, direfleksikan, dan diperbaiki bersama berdasarkan pengalaman nyata di kelas.

Kontribusi Magister Pendidikan Matematika USD dalam pengembangan pembelajaran lintas disiplin

Keterlibatan dosen Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP USD dalam kegiatan ini memperlihatkan kontribusi program studi pada pengembangan pedagogi dan desain pembelajaran di lingkungan Universitas Sanata Dharma. Keahlian dalam pengembangan pembelajaran, flipped classroom, Pedagogi Ignasian, dan perancangan RPS digunakan untuk mendampingi dosen lintas disiplin membangun pengalaman belajar yang kontekstual, reflektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Semangat workshop dapat diringkas dalam satu gagasan: teknologi dan metode pembelajaran hanyalah alat; tujuan akhirnya adalah membentuk mahasiswa sebagai pribadi yang semakin kompeten, berkesadaran, berbelarasa, dan memiliki komitmen untuk bertindak. Dengan orientasi tersebut, pembelajaran dipahami bukan hanya sebagai proses akademik, tetapi juga sebagai panggilan untuk mendampingi pertumbuhan pribadi mahasiswa secara utuh.

 kembali