Tema: Human Flourishing dan Masa Depan Umat Manusia
Perkembangan teknologi, perubahan sosial yang cepat, krisis ekologis, meningkatnya persoalan kesehatan mental, serta berbagai bentuk fragmentasi sosial mendorong lahirnya pertanyaan mendasar mengenai makna menjadi manusia pada zaman ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memang membuka berbagai kemungkinan baru bagi kehidupan manusia, namun pada saat yang sama menghadirkan tantangan terhadap makna hidup, relasi sosial, kehidupan spiritual, dan arah perkembangan peradaban.
Dalam konteks tersebut, konsep human flourishing atau manusia paripurna menjadi salah satu diskursus penting dalam filsafat, teologi, psikologi, pendidikan, dan ilmu-ilmu sosial. Konsep ini mengajak kita untuk melihat perkembangan manusia secara utuh, tidak hanya dari aspek ekonomi atau kesejahteraan material, tetapi juga dari dimensi kebijaksanaan, keutamaan, relasi sosial, spiritualitas, kesehatan, kebudayaan, dan keterlibatan dalam kehidupan bersama.
Dalam ensiklik Magnifica Humanitas, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa yang diperlukan dewasa ini bukan sekadar mengikuti arus perkembangan zaman, melainkan menetapkan prinsip-prinsip dasar untuk melakukan discernment, yaitu martabat manusia, tujuan universal barang-barang, keberpihakan kepada kaum miskin, kepedulian terhadap rumah bersama, dan perdamaian.
Bagi Indonesia yang kaya akan tradisi religius, budaya, dan pengalaman hidup dalam kemajemukan, refleksi mengenai human flourishing menjadi semakin relevan. Seminar ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran komunal dari para pesertanya guna memikirkan kemanusiaan di hari ini dan masa yang akan datang.
Selasa–Rabu, 27–28 Oktober 2026
Dilaksanakan secara daring (online).
Batas Pengumpulan Abstrak: 21 September 2026
Pengumuman: 5 Oktober 2026
Seminar Nasional: 27 Oktober 2026
Dilaksanakan secara daring (online) Pkl. 08.00 WIB-Selesai
1. Dr. Leonard Chrysostomos Epafras (ICRS UGM)
Human Flourishing di Tengah Perkembangan Artificial Intelligence
2. Dr. Bobby Steven Octavianus Timmerman, MSF., S.S.L (Fakultas Teologi USD)
Menjadi Manusia Paripurna: Perspektif Filsafat dan Spiritualitas Kristiani
3. Dr. Fahruddin Faiz (UIN Sunan Kalijaga)
Makna Kehidupan dan Human Flourishing dalam Tradisi Filsafat dan Tasawuf
Seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi akademik yang kritis dan konstruktif untuk membahas masa depan manusia dalam perspektif filsafat, agama, dan ilmu pengetahuan.
PENDAFTARAN: https://s.usd.ac.id/senafil2026
SUBMISSION : https://s.usd.ac.id/submission2026