TERM OF REFERENCE (TOR)
Seminar Nasional Filsafat 2026

 

Tema: Human Flourishing dan Masa Depan Umat Manusia

I. LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi, perubahan sosial yang cepat, krisis ekologis, meningkatnya persoalan kesehatan mental, serta berbagai bentuk fragmentasi sosial mendorong lahirnya pertanyaan mendasar mengenai makna menjadi manusia pada zaman ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memang membuka berbagai kemungkinan baru bagi kehidupan manusia, namun pada saat yang sama menghadirkan tantangan terhadap makna hidup, relasi sosial, kehidupan spiritual, dan arah perkembangan peradaban.

Dalam konteks tersebut, konsep human flourishing atau manusia paripurna menjadi salah satu diskursus penting dalam filsafat, teologi, psikologi, pendidikan, dan ilmu-ilmu sosial. Konsep ini mengajak kita untuk melihat perkembangan manusia secara utuh, tidak hanya dari aspek ekonomi atau kesejahteraan material, tetapi juga dari dimensi kebijaksanaan, keutamaan, relasi sosial, spiritualitas, kesehatan, kebudayaan, dan keterlibatan dalam kehidupan bersama.

Dalam ensiklik Magnifica Humanitas, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa yang diperlukan dewasa ini bukan sekadar mengikuti arus perkembangan zaman, melainkan menetapkan prinsip-prinsip dasar untuk melakukan discernment, yaitu martabat manusia, tujuan universal barang-barang, keberpihakan kepada kaum miskin, kepedulian terhadap rumah bersama, dan perdamaian.

Bagi Indonesia yang kaya akan tradisi religius, budaya, dan pengalaman hidup dalam kemajemukan, refleksi mengenai human flourishing menjadi semakin relevan. Seminar ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran komunal dari para pesertanya guna memikirkan kemanusiaan di hari ini dan masa yang akan datang.

II. TUJUAN KEGIATAN

  1. Merefleksikan kembali makna human flourishing dalam konteks kehidupan manusia kontemporer.
  2. Mengkaji berbagai tantangan dan peluang bagi perkembangan manusia di tengah perubahan sosial, budaya, dan teknologi.
  3. Mengembangkan dialog antara filsafat, agama, spiritualitas, dan ilmu pengetahuan mengenai masa depan manusia.
  4. Mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru tentang kehidupan yang baik (the good life) dalam konteks Indonesia dan dunia global.
  5. Memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi lintas disiplin dalam kajian filsafat dan kemanusiaan.

III. TOPIK BAHASAN

  • Human Flourishing dan Kehidupan Baik
  • Manusia, Makna Hidup, dan Kebahagiaan
  • Dunia Pendidikan sebagai Sarana Membentuk Human Flourishing.
  • Spiritualitas dan Pertumbuhan Manusia
  • Agama dan Masa Depan Kemanusiaan
  • Human Flourishing dalam Tradisi Filsafat Timur dan Barat
  • Teknologi, AI, dan Masa Depan Manusia
  • Komunitas, Solidaritas, dan Kehidupan Bersama
  • Human Flourishing dalam Masyarakat Plural
  • Ekologi, Keadilan, dan Keberlanjutan
  • Kebudayaan, Identitas, dan Martabat Manusia
  • Human Flourishing dalam Perspektif Indonesia

IV. WAKTU DAN PELAKSANAAN

Selasa–Rabu, 27–28 Oktober 2026
Dilaksanakan secara daring (online).

Batas Pengumpulan Abstrak: 21 September 2026

Pengumuman: 5 Oktober 2026

Seminar Nasional: 27 Oktober 2026

Dilaksanakan secara daring (online) Pkl. 08.00 WIB-Selesai

 

V. NARASUMBER UTAMA

1. Dr. Leonard Chrysostomos Epafras (ICRS UGM)
   Human Flourishing di Tengah Perkembangan Artificial Intelligence

2. Dr. Bobby Steven Octavianus Timmerman, MSF., S.S.L (Fakultas Teologi USD)
   Menjadi Manusia Paripurna: Perspektif Filsafat dan Spiritualitas Kristiani

3. Dr. Fahruddin Faiz (UIN Sunan Kalijaga)
   Makna Kehidupan dan Human Flourishing dalam Tradisi Filsafat dan Tasawuf

VI. PESERTA

  • Dosen dan peneliti
  • Mahasiswa dan pelajar
  • Guru dan praktisi pendidikan
  • Tokoh agama dan pegiat dialog antaragama
  • Aktivis sosial dan kemanusiaan
  • Pegiat budaya dan komunitas
  • Profesional dari berbagai bidang
  • Pemerhati filsafat, agama, teknologi, lingkungan, dan isu-isu kemanusiaan
  • Masyarakat umum yang memiliki minat terhadap tema kemanusiaan dan masa depan peradaban

PENUTUP

Seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi akademik yang kritis dan konstruktif untuk membahas masa depan manusia dalam perspektif filsafat, agama, dan ilmu pengetahuan.

 

  Kembali