PUBLIKASI
Puisi
Arah Pasrah
Fr. Ito-AM
Fajar perlahan menyingkap tirai
Menyiram semesta dengan pendar cahaya
Gumpalan riang, ragu, dan resah berkelindan
Hati pun bersiap menyongsong babak baru
Tak seorang pun mampu menebak rahasia esok
Sebab hanya Sang Khalik pemilik takdir
Kini aku tegak di persimpangan jalan
Di antara riuh tawaran dan hamparan pilihan
Namun, sebuah arah telah kupilih
Kuserahkan segenap kebebasan
Biarlah jemari-Nya menuntun langkah ini
Menuju tempat-tempat asing yang tak pernah terbayangkan.
Kutemukan Cahaya
Fr. Charles AM
Sang fajar mulai menyingsing
Diiringi kicau burung-burung
Alunan melodinya membawaku tenang
Dan kembali kepada peristiwa yang slalu ku kenang
Sekejap terlintas dalam benakku
Suka duka di masa lampau
Kala kuterpuruk dalam jatuhku
Saat tiada lagi harapanku
Raga kehilangan daya
Jiwa tak lagi membara
Kepahitan yang tiada duanya
Ke mana akan kubawa?
Dalam kekalutan kulihat cahaya
Datang dari Dia yang tak kuduga
Rasanya tak lagi pantas kuterima
Cinta yang dulu diberi-Nya
Dengan lembut aku diangkat
Beranjak dari belenggu yang melekat
Didekap-Nya aku erat
Dan dituntun-Nya aku kembali kuat
Kini jiwa tak lagi kalut
Belenggu pun telah luput
Kepada rahmat-Nya aku tertaut
Diiringi syukur yang takkan surut
Tutur Batinku
Fr. Andy AM
Lutut kembali tertekuk
Jiwa kembali bertelut
Pikiran pun kalut
Di hadapan sang khalik
Tanya kini berkelindan
Berharap tuk kepastian
S'bab ragu perlahan menelan
Di jalan penuh rintangan
Ingin ku lari
Tapi jauh tuk kembali
Ingin ku berhenti
Namun sepi yang menemani
Kini...
Hanya doa yang melambung
Hanya kuasa yang kunanti
Dalam sunyi nan panjang
Kembali