AKTUALITA

Rapat Koordinasi Dewan Harian dan Stakeholder Fakultas Teologi USD/FTW

Yogyakarta, Kamis, 17 September 2026 — Dewan Harian Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma (FTW) menggelar rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan (stakeholders), yaitu Rektor Konvik dan pimpinan dari berbagai komunitas studi, di Ruang Tom Jacobs, Gedung Pascasarjana Teologi Lantai 2, Universitas Sanata Dharma. Rapat yang berlangsung mulai pukul 11.30 WIB ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta, terdiri atas Rektor Konvik dan pimpinan komunitas mitra fakultas.

Rapat dibuka oleh Romo Agus dan dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Romo Dirga. Dalam sambutan pengantarnya, Romo Mulyatno menyampaikan sejumlah informasi akademik terkini, sekaligus memperkenalkan jajaran pengurus baru FTW dan Fakultas Teologi USD periode 2026–2030 kepada para stakeholder yang hadir. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dialogis antara fakultas dan konvik dalam pembinaan karakter mahasiswa selama ini telah berjalan baik, dan bahwa permintaan laporan dari pihak konvik oleh fakultas semata-mata merupakan bentuk pertanggungjawaban publik dalam rangka akreditasi, bukan bentuk intervensi terhadap urusan internal komunitas. Turut disampaikan pula rencana pengembangan program Bakaloreat oleh FTW bersama komunitas, yang diharapkan dapat disusun setara dengan program magister (S2) yang diakui negara.

Sesi inti rapat diisi dengan pemaparan koordinasi dari masing-masing jenjang program studi. Pengelola Program Studi S1 melaporkan penerimaan 76 mahasiswa baru — 50 di antaranya mahasiswa TOP dan 5 mahasiswa transfer — dengan komposisi mahasiswa terbanyak berasal dari Nusa Tenggara Timur, sehingga diusulkan agar tenaga pengajar kontekstual juga melibatkan dosen dari wilayah timur Indonesia. Sementara itu, pengelola Program Studi S2, Lisensiat, dan Imamat melaporkan total 58 mahasiswa aktif pada tahun akademik 2026/2027, serta menyampaikan pemberlakuan Kurikulum 2026 yang berjalan beriringan dengan Kurikulum 2022, disertai kewajiban baru berupa publikasi artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan. Program Studi S3 turut melaporkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru serta ketentuan masa studi maksimal enam tahun bagi program doktor.

Bagian Kemahasiswaan melaporkan animo tinggi mahasiswa dalam kegiatan Dies Natalis serta pemberlakuan sistem poin kemahasiswaan sebanyak 50 poin hingga semester 7. Adapun P3TK menyoroti perlunya peningkatan keaktifan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah, sekaligus memohon masukan stakeholder terkait rencana penyelenggaraan Extension Course berbasis Zoom bagi Suster, Bruder, dan Katekis Awam.


Sesi tanya jawab menghadirkan sejumlah masukan kritis dari peserta, di antaranya pertanyaan Romo Anton mengenai penyebab keterlambatan penyelesaian tesis pada mahasiswa angkatan 2024, serta catatan dari Frater CMM terkait kesenjangan antara nilai akademik mahasiswa dan kualitas tulisan ilmiah yang dihasilkan. Pihak fakultas merespons dengan komitmen untuk lebih terbuka memantau perjalanan studi mahasiswa per komunitas serta menjajaki kerja sama dengan rumah pembinaan dalam bentuk laporan bacaan (book report).

Rapat ditutup oleh Romo Mulyatno dengan imbauan pemanfaatan grup WhatsApp stakeholder sebagai sarana komunikasi bersama, serta ajakan untuk terus menjaga komunikasi dan dialog demi peningkatan pelayanan akademik bagi mahasiswa — khususnya mereka yang telah tidak lagi tinggal di konvik. Rapat diakhiri dengan doa penutup pada pukul 13.14 WIB.

  Kembali
Lihat Arsip