AKTUALITA
Merangkul Insan di Tengah Tirani Teknologi
Pada 31 Agustus 2026, Civitas Akademika Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, menyelenggarakan Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 di Kapela Kentungan, Seminari Tinggi. Perayaan Ekaristi ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, serta pimpinan komunitas. Misa dipimpin oleh Rm. C. B. Mulyatno sebagai selebran utama, bersama Rm. C. B. Kusmaryanto, SCJ, Rm. Eko Saktio, OMI, dan Rm. Yan Pietr, OSA, sebagai konselebran. Suasana Misa berlangsung syahdu sekaligus meriah karena ditemani lantunan suara indah dari para petugas koor yang dibawakan oleh para frater Konvik CSsR. Dalam perayaan Ekaristi kali ini, Romo Mulyatno membawakan homili. Beliau mengajak para mahasiswa untuk meneladani Petrus dalam menjalani proses perkuliahan ke depan. Tidak hanya itu, beliau mendorong setiap mahasiswa agar belajar dengan giat dan mampu mengkontekstualisasikan pengetahuan yang mereka peroleh.

Setelah Perayaan Ekaristi, para semua mahasiswa dan para dosen beranjak ke aula untuk menghadiri acara selanjutnya, yaitu lectio brevis dan studium generale. Sembari menunggu acara dimulai, panitia menyediakan snack untuk semua peserta yang hadir. Aula pun segera dipenuhi oleh seluruh warga fakultas. Acara ini dipandu oleh pembawa acara, Fr. Andri, AM. Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Fr. Renal, AM., serta penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Fakultas. Sesi lectio brevis menjadi agenda penting karena dibawakan oleh Rm. Mulyatno sebagai Dekan Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menghidupi nilai-nilai magnifica humanitas baik di tingkat Universitas Sanata Dharma (USD) maupun Fakultas Teologi Wedabhakti (FTW) oleh seluruh civitas akademika.
Dalam sesi studium generale, materi dibawakan oleh Dr. A. B. Widyanta, M.A., dosen Universitas Gadjah Mada, sebagai pembicara utama. Ia membawakan materi berjudul “Merengkuh Fajar Kemanusiaan: Terang Magnifica Humanitas di Tengah Ilusi Kemajuan, Tirani Teknologi, dan Panggilan Ekologis”. Widyanta menuturkan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan bidang keilmuan yang ia geluti, serta merupakan respons atas dokumen Magnifica Humanitas dari Vatikan yang ia sambut baik karena Gereja hadir menyikapi realitas zaman. Dalam pemaparannya, ia menyoroti tantangan nilai-nilai kemanusiaan yang kian tergerus oleh kemajuan teknologi dan tindakan eksploitasi para oligarki. Ia mengajak hadirin untuk mencermati realitas zaman serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tidak boleh mendominasi atau menggantikan peran manusia, melainkan harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperluas wawasan. Pemikiran ini sangat sejalan dengan arah studi FTW, yakni membentuk mahasiswa yang mampu berteologi secara kontekstual dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara nyata.
Usai pemaparan materi, acara ditutup dengan doa bersama. Selanjutnya, para mahasiswa dari setiap tingkat mengadakan pertemuan dengan pamong tingkat masing-masing. Pertemuan ini bertujuan untuk membimbing dan memfasilitasi mahasiswa dalam merencanakan serta menjalankan proses perkuliahan ke depan secara lebih terarah.
Kembali