AKTUALITA

Fakultas Teologi USD Dampingi Aktivis Paroki St. Mikael Pangkalan Dalami Ajaran Sosial Gereja

Yogyakarta, 9 Juli 2026

Dr.theol. Dionius Bismoko Mahamboro, Pr., dosen Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, atau akrab disapa Romo Bismoko, menjadi narasumber dalam Kursus Gerejawi bagi Aktivis Paroki St. Mikael Pangkalan TNI-AU Adisutjipto pada Kamis, 9 Juli 2026, pk. 18.00 – 21.00 WIB. Bertempat di Ruang Serbaguna Gereja St. Mikael Pangkalan TNI-AU Adisutjipto, sesi ini mengangkat tema “Ajaran Sosial Gereja (ASG) dan Implementasinya di Paroki” dan diikuti oleh 36 dari 54 peserta terdaftar.

Sesi ini merupakan bagian keempat dari rangkaian lima sesi Kursus Gerejawi 2026 yang digagas Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Paroki St. Mikael Pangkalan TNI-AU Adisutjipto bagi para katekis, katekis muda, prodiakon, ketua lingkungan, dan tim pemandu lingkungan. Kursus ini merupakan tindak lanjut ajakan Keuskupan Agung Semarang (KAS) untuk memperkuat potensi Gereja menuju Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.

Dalam pemaparannya, Rm. Bismoko mengajak peserta menelusuri sejarah kemunculan Ajaran Sosial Gereja, baik dalam konteks global —dari Rerum Novarum (1891) hingga Fratelli Tutti (2020)— maupun konteks lokal Yogyakarta dan Keuskupan Agung Semarang, seperti kisah pabrik gula Ganjuran pada masa kolonial dan karya Karina KAS pasca-gempa 2006. Bagian kedua membahas prinsip-prinsip pokok ASG, seperti martabat manusia, kesejahteraan umum, solidaritas, dan subsidiaritas, sementara bagian ketiga mengajak peserta merumuskan penerapan konkret ASG dalam pelayanan sehari-hari sebagai katekis, prodiakon, ketua lingkungan, maupun pemandu lingkungan.

“Iman kita tidak boleh berhenti di depan altar,” demikian salah satu pesan kunci yang disampaikan Rm. Bismoko kepada peserta —menegaskan bahwa Ajaran Sosial Gereja bukan wacana yang terpisah dari iman, melainkan cara iman itu sendiri menyentuh cara umat bekerja, bertetangga, dan memperlakukan sesama yang lemah.

Sesi berlangsung dengan dinamika tanya jawab yang dibuka pada setiap bagian materi, dan peserta tampak aktif menanggapi sejak awal pertemuan —mulai dari pertanyaan seputar sejarah perburuhan di masa kolonial, relevansi ASG di tengah tantangan kerja era kecerdasan buatan, hingga pengalaman tentang tantangan solidaritas lintas iman dalam pelayanan sosial Gereja.



Kegiatan ini menjadi salah satu wujud kerja sama Fakultas Teologi USD dengan paroki-paroki di lingkup Keuskupan Agung Semarang dalam pembinaan aktivis pastoral, sekaligus penguatan pemahaman umat atas Ajaran Sosial Gereja agar semakin diterjemahkan ke dalam pelayanan konkret di tingkat lingkungan dan paroki.***

  Kembali
Lihat Arsip