AKTUALITA
Ziarah FTW 2026: Gua Maria Gunung Sempu Peziarahan Salib Suci
Suasana Jumat pagi (1/5) terasa sedikit berbeda bagi mahasiswa Fakultas Teologi Wedabhakthi Universitas Sanata Dharma. Bukan berangkat ke kelas, melainkan berangkat menuju Komplek Peziarahan Gereja Katolik Salib Suci, Gunung Sempu untuk mengikuti ziarah dalam rangka Pembukaan Bulan Maria.

Sejak pagi, mahasiswa sudah mulai berangkat dari komunitas masing-masing. Bahkan, ada yang sudah berangkat sejak pukul 6 pagi karena harus bersepeda. Selain bersepeda, ada juga mahasiswa yang naik motor dan mobil. Jarak yang relatif dekat membuat sebagian mahasiswa memilih bersepeda santai bersama teman-teman konviknya (komunitas). Meskipun jaraknya dekat, panitia yang terdiri dari para anggota BEM Fakultas tetap menyediakan pos peristirahatan bagi para mahasiswa yang bersepeda. “Menikmati perjalanan dengan bersepeda bersama jadi sebuah hal yang rasanya menyenangkan dan asyik walau tentu sedikit melelahkan...” ujar salah seorang mahasiswa.

Sesampainya di lokasi, acara dimulai dengan waktu istirahat sejenak sambil menikmati snack. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan doa rosario bersama di Gereja Katolik Salib Suci. Suasana doa berjalan khidmat. Puncak perjalanan ziarah ini adalah perayaan Ekaristi bersama yang dilaksanakan di Kapel Salib Suci. Misa dipimpin oleh Romo Ranis, MSF, bersama Romo Pras, MSF, serta Diakon Bimo, MSF. Dalam perayaan ini, seluruh peserta diajak untuk memaknai awal Bulan Maria yang bersamaan dengan peringatan Hari Buruh, sekaligus menjadi momen syukur atas berjalannya dinamika perkuliahan yang telah berlalu.

Setelah misa, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Acara ini menjadi waktu yang tepat pula untuk bercengkerama Bersama, bertukar cerita, dan menikmati kebersamaan. Akhirnya secara keseluruhan, kegiatan ziarah ini berjalan lancar sesuai dengan rencana. Selain menjadi bagian dari kebiasaan fakultas dari tahun ke tahun, acara ini juga jadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas akademik dan memperkuat relasi personal para mahasiswa kepada Tuhan. Tentu, sambil tetap menikmati kebersamaan yang ada. Kembali