Jakarta, DBKat – Dirjen Bimas Katolik Suparman menerima secara langsung proposal pembukaan Program Studi Teologi Program Doktor (S3) di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Penyerahan proposal diserahkan oleh Rektor Universitas Sanata Dharma Romo Albertus Bagus Laksana dan menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan tinggi keagamaan Katolik di Indonesia.
Suparman menyampaikan bahwa pengembangan program studi keagamaan harus selaras dengan regulasi, kebutuhan Gereja, dan kebijakan pendidikan nasional. Oleh karena itu, Ditjen Bimas Katolik berperan melakukan pendampingan dan fasilitasi agar proses pembukaan program studi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Program Studi Teologi Program Doktor Universitas Sanata Dharma memiliki ijazah pontifikal yang diberikan oleh otoritas Gereja Katolik melalui Kepausan. Oleh karena itu, pengajuan proposal Program Doktor Teologi kepada Ditjen Bimas Katolik juga dimaksudkan untuk memperoleh pengakuan secara sipil dari negara, sehingga ijazah yang diterbitkan tidak hanya diakui secara gerejawi, tetapi juga memiliki kekuatan hukum dan pengakuan nasional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dirjen menyambut baik dan mendorong agar Universitas Sanata Dharma memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik sesuai regulasi. Sinergi antara negara dan perguruan tinggi Katolik ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan Katolik yang bermutu dan berkelanjutan.