AKTUALITA
Kegiatan INTI 2025
Kegiatan INTI (Inisiasi Teologi) di Fakultas Teologi Wedabhakti kembali diadakan pada hari Selasa, 19 Agustus 2025. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan mengenalkan Fakultas mulai dari dekan, kaprodi, wakaprodi, dan jajaran dosen pengajar serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan keseluruhan Unit Kegiatan Fakultas (UKF). Tema INTI tahun ini adalah Berakar Dalam Sabda, Bertumbuh Dalam Hikmat, Berbuah Dalam Perutusan.
Kegiatan INTI dipandu oleh Fr. Chandra, CSsR dan Sr. Clarin ADM. Adapun yang membantu memeriahkan acaranya adalah Tim Jingle. Dengan adanya MC yang kece dan semangat serta Tim Jingle yang super semangat membangkitkan semangat peserta INTI. Itu terlihat dalam semangat mereka dalam berpartisipasi dalam setiap sesi-nya khususnya ketika penampilan jargon/yel-yel serta penampilan jingle. Hal ini menjadi momentum yang sangat istimewa bagi para Mahasiswa Baru FTW. Mereka memiliki kesan positif bahwasanya kegiatan yang mereka ikuti tersebut sangat menyenangkan mereka karena bisa terlibat aktif dan bebas berekspresi.
Jumlah mahasiswa baru tentu juga menjadi pendukung kemeriahan dan keseruan kegiatan INTI. Adapun jumlah mahasiswa Baru FTW tahun 2025 ini berjumlah 78 orang; dengan rincian 67 Frater {CSsR (17), AM (13), ST (11), SSCC (7), MSF (6), OFM (4), SCJ (4), OMI (3), MSA (2)}, 8 Suster, 2 Shoper dan awam 1 orang. Berdasarkan data tersebut, mahasiswa terbanyak tahun ini berasal dari komunitas CSsR dengan jumlah 17 orang dan yang paling sedikit berasal dari MSA yakni 2 orang. Selain itu, angkatan tahun ini dilengkapi dengan kehadiran Suster, Sopper, dan awam.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angkatan kali ini tidak jauh berbeda dari angkatan tahun 2024 sebelumnya. Angkatan tahun 2024 masih memegang posisi angkatan terbanyak dengan jumlah 80-an lebih. Lalu, jumlah Suster juga hampir menyamai jumlah tahun lalu; tahun 2024 10 orang suster sedangkan tahun ini 8 orang Suster. Meskipun demikian, satu yang menjadi keistimewaan angkatan tahun ini yakni dengan kehadiran "wajah baru" dari Sopper dan awam.
Melengkapi keragaman angkatan tahun ini, Wakaprodi menyampaikan rambu-rambu yang penting dalam sesi pengenalan Civitas Akademika kampus, beberapa dosen juga memberikan mahasiswa arahan atau "rambu-rambu" hidup bersama di fakultas yang harus dipatuhi. Mahasiswa diberikan arahan bahwasannya mahasiswa harus menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, kompeten, dan memiliki tujuan yang jelas yang akan dicapai. Adapun rambu-rambu yang ditekankan dalam kampus seperti menjunjung tinggi nilai kejujuran akademik dengan tidak mencontek karena hal itu tidak sesuai dengan ranah pembinaan/cara memperoleh nilai yang tidak etis dan beresiko dikeluarkan dari fakultas, dan yang paling penting yakni menghindari terjadinya perilaku kekerasan seksual (Oleh: Fr. Erwin).
Kembali