AKTUALITA

Kursus Pendampingan Orang Muda Katolik

Menjelang dimulainya perkuliahan semester genap,  mahasiswa semester 8, mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengikuti Kursus Pendampingan Orang Muda Katolik yang berlangsung pada 6–10 Januari 2025 di Aula Pascasarjana FTW. Dalam kursus ini, para mahasiswa dibimbing oleh lima fasilitator hebat dari Puspas Samadi KAJ, yakni Rm. Yust, Pak Istoto, Kak Jerry, Kak Aga, dan Kak Patrick, yang membantu kami memahami dan mempersiapkan diri sebagai pembawa kegiatan yang efektif.

Kegiatan ini sangat berkesan karena setiap sesi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh. Para mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan, merefleksikan, dan menyempurnakan kemampuan melalui berbagai tugas. Pendekatan yang digunakan oleh para fasilitator sangat beragam dan inspiratif. Rm. Yust, misalnya, menekankan pentingnya kualitas pribadi seorang fasilitator; Kak Aga membawa perspektif spiritual yang mendalam; Pak Istoto membantu kami memahami cara merancang dan mengelola kegiatan secara terstruktur, termasuk manajemen waktu; Kak Patrick berbagi pengalaman bijak dalam memanfaatkan media sosial sebagai ruang pastoral; dan Kak Jerry menanamkan kreativitas melalui pendekatan imajinatif yang membuat setiap kegiatan menjadi bermakna.

Selama kursus, para mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang pendampingan spiritual, komunikasi efektif, menciptakan aktivitas kreatif seperti permainan, serta strategi pastoral melalui media sosial. Puncaknya, pada hari kelima, setiap kelompok yang telah dibentuk sebelumnya menampilkan praktik pendampingan sesuai dengan metode yang telah dipelajari. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa pengulangan adalah kunci keberhasilan dalam pembelajaran.

Kursus ini ditutup dengan momen refleksi bersama, di mana para  mahasiswa berkomitmen sebagai satu angkatan untuk menjadi pribadi yang berdampak positif bagi sesama. Sesi foto bersama dan perpisahan dengan tim Puspas KAJ menjadi penutup yang hangat dan penuh kesan. Kursus Pendampingan Orang Muda ini tidak hanya memperkaya para mahasiswa dengan ilmu, tetapi juga membekali mereka untuk menjadi pembawa perubahan di tengah komunitas (Fr. Efren Ebang, CSsR).

  Kembali
Lihat Arsip