Yogyakarta- Suasana seru dan mendebarkan tersaji pada sosialisasi calon presiden USD di Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sekitar pukul 11.30-12.30 WIB. Sebab pada hari Kamis, 19 September 2024, para pengurus KPU USD beserta 2 pasangan calon BEMU (Eksekutif Mahasiswa Umum) mengunjungi mahasiswa/i yang studi filsafat dalam rangka menyampaikan visi misi yang telah mereka susun sedemikian rupa. Dengan penuh antusias, kedua pasangan memaparkan program kerja mereka kepada teman-teman yang termasuk dalam keluarga besar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yakni para mahasiswa Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma.
Pada sesi pertama, pasangan 1 menyampaikan visi misi beserta program kerja mereka kepada audiens. Dengan semangat 45, Saudara Joshua dan Saudari Jovenna menyampaikan bahwa BEM Umum merupakan sebuah wadah kolaboratif bagi keluarga besar civitas akademika Universitas Sanata Dharma. Mereka berusaha untuk membangun sinergi antara para dosen dan mahasiswa/i yang berada di bawah naungan USD dengan voice united dan bincang rektor dan mahasiswa (BIRAMA). Hal ini selaras dengan kabinet yang mereka usung, yaitu Kabinet Sinergi Karya. Dengan demikian paslon nomor urut 1 mengajak para mahasiswa/i untuk tidak ragu mengembangkan potensi diri mereka demi kebutuhan sebanyak mungkin orang dan bangsa Indonesia ke depannya.
Paslon no. 1, Saudara Kalef dan Saudari Siska, menawarkan kepada para mahasiswa/i untuk bergerak responsif dan sinodal demi memajukan Universitas Sanata Dharma. Mereka mencoba untuk memberikan kontribusi nyata kepada para civitas akademika dengan menawarkan tiga program kerja unggulan, yaitu Jejak Driyarkara, USD’s Got talent, dan Panggung Driyarkara. Dengan tiga program utama tersebut, Kalef dan Siska ingin membangun Universitas yang transparan dan terbuka akan isu-isu yang berada di sekitar mereka.
Melalui sosialisasi, Keluarga besar fakultas teologi menaruh harapan besar kepada para kedua pasangan capres nomor urut 1 dan 2. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa mahasiswa kepada kedua pasangan. Mereka berharap bahwa kelak BEM umum tidak hanya berfokus pada kampus pusat saja. Melainkan calon presiden yang terpilih dapat menganimasi mahasiswa/mahasiswi yang berada di kampus 1 hingga 5 untuk berdinamika bersama tanpa membedakan satu sama lain. Selain itu calon presiden dapat mengelolah permasalahan yang berada di dalam tubuh organisasi yang berada di dalam tubuh BEMU, sehingga Universitas Sanata Dharma menampakan wajah persaudaraan diantara kampus-kampus yang bernaung di bawah panji Driyarkara. (Fr. Andreas Rahul Pratama, SCJ)