AKTUALITA

Menggali Kebijaksanaan Alkitab di Zaman Cair

Jumat, 23 Agustus 2024, Seluruh civitas akademika Fakultas Teologi Wedabhak Universitas Sanata Dharma (FTW -USD) mengikuti lectio brevis dan stadium generale sebagai kegiatan wajib tahunan dari kampus Fakultas Teologi Wedabhakti di aula Paroki Keluarga Kudus Banteng. Lectio brevis kali ini dipimpin oleh Rm. CB. Mulyatno, Pr. selaku dekan fakultas dan stadium generale diisi oleh bapa Pdt. Daniel K. Listijabudi dengan tema Menggali Kebijaksanaan Alkitab Di Zaman Cair. Peserta dalam dua kegiatan ini adalah seluruh warga civitas akademika FTW – USD dan juga para pimpinan semua komunitas tempat para frater dan suster tinggal. Setelah lectio brevis dan stadium generale, beberapa mahasiswa dan dosen serta karyawan FTW menghadiri pertemuan persiapan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Sanata Dharma, UKDW, dan UNY.

Dalam sesi lectio brevis Rm. Mulyatno, Pr selaku dekan fakultas menjelaskan beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh para mahasiswa diawal tahun akademik 2024/2025. Pertama, beliau menjelaskan makna dan perbedaan logo USD dan FTW. Logo FTW memuat beberapa mata kuliah khusus kepausan; ada yang masuk di S1, bakaloreat, dan program study S2. Logo USD memuat mata kuliah yang berlagu di kampus-kampus lain pada umumnya. Kedua, beliau menyampaikan jumlah mahasiswa tingkat 1 (88 mahasiswa), BA, S2 (20), dan jumlah keseluruhan mahasiswa FTW sebanyak 386 orang. Ketiga, Rm. Mulyatno meminta civitas akademika agar menumbuhkan jiwa kompetitif selama menjalani proses perkulihaan di FTW. Selain itu, Rm. Mul juga menegaskan kembali tugas para mahasiswa FTW, yakni menjalani tugas perutusan dari setiap biara atau pun komunitas.  

Setelah mendengarkan pengantar singkat dari Rm. Mul kesempatan berikutnya diberikan kepada bpk. Pdt. Daniel. Sebagai pemateri stadium generale bpk. Pdt. Daniel menwarkan sebuah tema yang sangat menarik, yakni Menggali Kebijaksanaan Alkitab Di Zaman Cair. Dengan tema ini pdt. Daniel menyampaikan banyak hal yang perlu diserap oleh para peserta stadium generale tahun ini. Bagian yang sangat penting menurut beliau adalah menemukan nilai-nilai kitab suci dan hubunganya dengan pengalaman yang bersifat komunal maupun personal. Sehingga dengan penemuan itu, maka harapannya untuk mencairkan situasi di zaman sekarang melalui nilai-nilai baik dari kitab suci menjadi nyata dan bermakna.

Setelah lectio brevis dan stadium generale, para mahasiswa atau para peserta kembali ke tempat atau komunitasnya masing-masing. Namun, untuk para panitia seminar nasional yang akan diselenggarakan oleh Fakultas Teologi Wedabhakti pada 22 Okyober nanti masih bertahan untuk menghadiri pertemuan kepanitiaan. Pertemuan  ini dipandu oleh Rm. Boby, MSF., Rm. Joko Lelono, Pr., Rm. Sukris, Pr., Rm. Purwanto, SCJ. Beberapa poin yang disampaikan oleh para dosen dalam pertemuan ini adalah pertama, pembentukan kepanitiaan seminar nasional dengan tema Perjumpan: Pendekatan Filosofis dan Humaniora. Kedua, penegasan bahwa kali ini para dosen yang mengambil ahli untuk dalam semua rangkaian kegiatan seminar nasionalnya, sedangkan tahun depan mahasiswa yang akan mengambil bagian sebesar 90%. Ketiga, para dosen menekankan agar para mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan bisa juga mengambil bagian sebagai pembicara pada saat seminar nasional nantinya. Rm. Joko Lelono, Pr. mengatakan, “kalau misalnya kalau semua memilih untuk menjadi pembicara, maka biarkan kami semua dosen yang menjadi bagian dari kepanitiaan seminar nasional kali ini,” demikian harapan dari beliau. (Fr. Martin Ngara).

  Kembali
Lihat Arsip