Para mahasiswa/i dari tiga universitas yang berbeda memadati salah satu ruangan di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Pada hari Rabu, 29 Mei 2024, para orang muda yang tergabung dalam unit kegiatan fakultas simpul community (UKF Sim-c) perayaan Dies Natalis Ke-17. Dalam perayaan sweet seventeen ini, mereka mengadakan sebuah Talkshow dengan tema “Berkah Keberagaman: Membangun Keterlibatan Lintas Iman yang Berkelanjutan.” Dari pertemuan ini, mereka membangun jalinan kasih lewat pesan dan nasihat para pemateri.
Dalam kegiatan tersebut, ketiga narasumber yang merupakan pendamping Sim-C tiap universitas membagikan pengalaman mereka mengenai dinamika dalam membangun persaudaraan, baik internal maupun eksternal. Kyai Arafat yang pernah tinggal dalam keluarga yang berbeda keyakinan saat menjalani studi bahkan merasa terpanah akan kerukunan yang terjalin dalam satu keluarga itu. Hal ini menjadi sebuah potensi untuk melengkapi kekurangan masing-masing tanpa memandang agama mereka ujar Pdt. Frans.
Namun dalam merajut kerukunan itu terdapat berbagai tantangan. Pdt. Frans mengamini tantangan itu dengan memberikan beberapa contoh, mulai dari ketidaktahuan seorang pribadi hingga takut untuk mengenal kekayaan dalam diri masyarakat di sekitarnya. Tetapi Romo Heru mengingatkan bahwa kita senantiasa berada di dalam sebuah keberagaman. Hal itu tidak dapat kita tolak secara radikal. Maka beliau menawarkan sebuah solusi dengan menjalin sebuah perjumpaan. Dengan cara tersebut, Kita diundang untuk menjadi agen yang mendekatkan orang-orang yang belum memahami makna keberagaman tersebut. Hal ini juga yang ditekankan bagi para anggota sim-c, sehingga dengan bertambahnya usia organisasi ini sungguh menjadi tempat yang nyaman untuk mengusahakan dialog perjumpaan yang berkelanjutan.