Berita

Mendalami Sistem Pendidikan Jerman: Kuliah Tamu di Universitas Sanata Dharma

02-11-2026 16:43:02 WIB

FKIP USD pada hari Kamis, 29 Oktober 2026, di mata kuliah "Tren Penelitian Pendidikan" dalam Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris, menghadirkan pengalaman belajar yang istimewa dengan mengundang Kordula Schulze seorang akademisi dari Universitas Münster, Jerman sebagai dosen tamu. Sesi ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai sistem pendidikan di Jerman serta membandingkannya dengan sistem yang berlaku di Indonesia. Dalam pembukaannya, F.X. Ouda Teda Ena, Ed.D., selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut, menekankan pentingnya memahami berbagai sistem pendidikan yang berbeda di berbagai negara. 

Dosen tamu Kordula Schulze memiliki pengalaman luas di bidang pendidikan. Sebelum berkarier di pendidikan tinggi yang dimulainya pada tahun 2006, ia pernah bekerja sebagai guru sekolah, pengawas, dan analis kualitas sekolah. Sejak tahun 2017, ia juga terlibat aktif dalam mengembangkan kerja sama internasional untuk pelatihan guru di Indonesia. Kehadirannya dalam mata kuliah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama akademik antarlembaga, yang dipertegas dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berfokus pada demokrasi, pendidikan lingkungan, dan partisipasi inklusif.
FKIP USD pada hari Kamis, 29 Oktober 2026, di mata kuliah "Tren Penelitian Pendidikan" dalam Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris, menghadirkan pengalaman belajar yang istimewa dengan mengundang Kordula Schulze seorang akademisi dari Universitas Münster, Jerman sebagai dosen tamu. Sesi ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai sistem pendidikan di Jerman serta membandingkannya dengan sistem yang berlaku di Indonesia. Dalam pembukaannya, F.X. Ouda Teda Ena, Ed.D., selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut, menekankan pentingnya memahami berbagai sistem pendidikan yang berbeda di berbagai negara.

Kelas Ms Kordula Schulze (2)

Dosen tamu Kordula Schulze memiliki pengalaman luas di bidang pendidikan. Sebelum berkarier di pendidikan tinggi yang dimulainya pada tahun 2006, ia pernah bekerja sebagai guru sekolah, pengawas, dan analis kualitas sekolah. Sejak tahun 2017, ia juga terlibat aktif dalam mengembangkan kerja sama internasional untuk pelatihan guru di Indonesia. Kehadirannya dalam mata kuliah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama akademik antarlembaga, yang dipertegas dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berfokus pada demokrasi, pendidikan lingkungan, dan partisipasi inklusif.

Kelas Ms Kordula Schulze (3)
Sementara Indonesia menerapkan sistem pendidikan yang cenderung terpusat melalui kebijakan nasional, Jerman memberikan wewenang yang lebih luas kepada 16 negara bagiannya (Länder) untuk mengelola kebijakan pendidikan, termasuk kurikulum dan operasional sekolah.

Meskipun Indonesia memiliki standar pendidikan nasional dan kerangka kurikulum, tanggung jawab atas pendidikan sekolah di Jerman terutama berada di tangan 16 negara bagian (Länder), yang menentukan kurikulum serta mengatur administrasi sekolah.

Para mahasiswa juga diperkenalkan pada struktur pendidikan di Jerman, yang menawarkan berbagai jalur yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat individu. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar (Grundschule), siswa dapat melanjutkan ke berbagai jenis sekolah menengah seperti Gymnasium yang mempersiapkan siswa untuk pendidikan tinggi, Gesamtschule, atau beragam jalur pendidikan vokasi. Salah satu fitur penting yang dibahas adalah "sistem ganda" (dual system) dalam pendidikan vokasi, yang memadukan pembelajaran teoretis di kelas dengan pengalaman praktis langsung di tempat kerja.

Selain struktur pendidikan, diskusi ini juga mencakup otonomi sekolah di Jerman. Setiap sekolah memiliki fleksibilitas untuk menentukan berbagai aspek, seperti durasi jam pelajaran, pilihan bahasa asing, serta apakah sekolah akan beroperasi dengan jadwal setengah hari atau sepanjang hari (full-day). Kebijakan-kebijakan ini menunjukkan bagaimana sistem pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik khusus di setiap wilayah.

Selain struktur pendidikan, diskusi ini juga membahas otonomi sekolah di Jerman. Dalam koridor peraturan negara bagian dan melalui koordinasi dengan otoritas pendidikan, sekolah memiliki fleksibilitas yang cukup besar dalam merancang kegiatan belajar-mengajar dan kehidupan sekolah. Sebagai contoh, sekolah dapat mengatur durasi pelajaran menjadi 45, 60, atau 90 menit, mengembangkan pilihan bahasa asing seperti bahasa Belanda atau bahasa Mandarin  serta merancang kegiatan ekstrakurikuler. Bergantung pada negara bagian dan jenis sekolahnya, pihak sekolah juga dapat memengaruhi pengaturan program sekolah sepanjang hari (baik yang bersifat terbuka maupun wajib) serta pengambilan keputusan tertentu terkait ketenagakerjaan. Film-film pendek mengenai sekolah-sekolah yang meraih Penghargaan Sekolah Jerman (German School Award) memberikan contoh lebih lanjut mengenai berbagai pendekatan pendidikan yang diterapkan. Melalui mata kuliah ini, para mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USD mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mereka mengenai praktik pendidikan di tingkat internasional. Kehadiran seorang akademisi dari Jerman tidak hanya memperkaya materi mata kuliah, tetapi juga menciptakan ruang untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman, sehingga membekali mahasiswa agar lebih memahami tantangan serta perkembangan dunia pendidikan di berbagai negara.





 kembali