Berita
Memperert Persaudaraan di Perantauan, BEM FKIP USD Gelar Dialog Sebaya Mahasiswa Papua
31-10-2026 15:26:18 WIB
Jumat, 30 Oktober 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma (FKIP USD) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyelenggarakan kegiatan “Dialog Sebaya Mahasiswa Papua” bertajuk “Satu Rumah untuk Tong Baku Tau dan Tumbuh Sama-Sama”. Acara ini berlangsung hangat dan penuh keakraban pada petang hingga malam hari bertempat di Student Residence (Asrama Mahasiswa) Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kegiatan nonformal tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa perantauan asal Papua, pengurus BEM FKIP USD, jajaran pengelola asrama, hingga pimpinan fakultas.
%20(5).jpg)
Inisiatif penyelenggaraan acara ini lahir dari keresahan pribadi Ketua Panitia, Paulus Uropmabin, yang melihat banyaknya mahasiswa asal Papua di Yogyakarta yang berada di bawah naungan kampus yang sama namun belum saling mengenal dekat. Kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang kebersamaan untuk merobohkan sekat-sekat perbedaan daerah asal, baik dari wilayah pesisir, pegunungan, maupun pulau agar para mahasiswa dapat saling mengenal (baku tau), membangun rasa persaudaraan, serta saling mendukung untuk tumbuh dan berkembang bersama selama menempuh studi di perantauan.
%20(6).jpg)
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari sejumlah tokoh kampus. Wakil Dekan II FKIP USD, Albertus Hariwangsa Panuluh, Ph.D., menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan keterbukaan kampus dalam merangkul mahasiswa Papua agar merasa nyaman layaknya di rumah sendiri. Senada dengan hal tersebut, pendamping mahasiswa (Emanuel Bele Bau), ketua asrama (Bafo Warakai) serta Wakil BEM FKIP USD (Samuel Ariyo Jaluwungsu) menekankan pentingnya ruang dialog yang santai tanpa sekat formalitas untuk mempererat tali sahabat seperjalanan. Paulus Uropmabin juga menjelaskan bahwa frasa “Tong Baku Tau” merupakan ungkapan khas yang bermakna “kita saling mengenal” sebagai fondasi awal untuk tumbuh bersama.
%20(7).jpg)
Suasana kebersamaan semakin hidup melalui berbagai sesi ice breaking dan dinamika kelompok yang dipandu oleh Gubernur BEM FKIP USD selaku MC, Lola Sihaloho. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti permainan interaktif, seperti simulasi pengumpulan ikan kertas, kompetisi menyusun huruf menjadi kata-kata seputar dunia organisasi dan perkuliahan, hingga tantangan mendirikan menara gelas secara bergotong royong. Selain mencairkan suasana, permainan ini dirancang untuk melatih kerja sama tim, komitmen, serta kepekaan berorganisasi di kalangan mahasiswa.
%20(8).jpg)
Tidak sekadar permainan fisik, acara ini dilanjutkan dengan sesi diskusi reflektif di mana setiap peserta menuliskan serta membagikan pandangan mengenai kehidupan di Jogja, motivasi belajar, dan tantangan sebagai calon pendidik. Sejumlah perwakilan mahasiswa tampil membagikan cerita (sharing) mengenai pentingnya membangun rasa percaya diri, melawan rasa malas, mengatasi diskriminasi lingkungan, serta memegang teguh komitmen kuliah. Seorang mahasiswa program magister, turut memberikan motivasi agar mahasiswa Papua menjauhi hal-hal negatif seperti konsumsi minuman keras dan fokus belajar demi membangun daerah.
%20(9).jpg)
Pada puncak acara, Dekan FKIP USD, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D., memberikan pesan kunci kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa berfokus pada satu tujuan utama berada di Yogyakarta, yaitu belajar dan meraih gelar wisuda. Rangkaian kegiatan malam itu ditutup dengan pengumuman pemenang dinamika kelompok, kompetisi yel-yel, penyerahan door prize bagi peserta sharing, serta sesi foto bersama dengan mengumandangkan jargon “Dialog Sebaya Mahasiswa Papua: Satu Hati Tong Bersatu” sebelum diakhiri dengan doa penutup.
%20(5).jpg)
Inisiatif penyelenggaraan acara ini lahir dari keresahan pribadi Ketua Panitia, Paulus Uropmabin, yang melihat banyaknya mahasiswa asal Papua di Yogyakarta yang berada di bawah naungan kampus yang sama namun belum saling mengenal dekat. Kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang kebersamaan untuk merobohkan sekat-sekat perbedaan daerah asal, baik dari wilayah pesisir, pegunungan, maupun pulau agar para mahasiswa dapat saling mengenal (baku tau), membangun rasa persaudaraan, serta saling mendukung untuk tumbuh dan berkembang bersama selama menempuh studi di perantauan.
%20(6).jpg)
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari sejumlah tokoh kampus. Wakil Dekan II FKIP USD, Albertus Hariwangsa Panuluh, Ph.D., menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan keterbukaan kampus dalam merangkul mahasiswa Papua agar merasa nyaman layaknya di rumah sendiri. Senada dengan hal tersebut, pendamping mahasiswa (Emanuel Bele Bau), ketua asrama (Bafo Warakai) serta Wakil BEM FKIP USD (Samuel Ariyo Jaluwungsu) menekankan pentingnya ruang dialog yang santai tanpa sekat formalitas untuk mempererat tali sahabat seperjalanan. Paulus Uropmabin juga menjelaskan bahwa frasa “Tong Baku Tau” merupakan ungkapan khas yang bermakna “kita saling mengenal” sebagai fondasi awal untuk tumbuh bersama.
%20(7).jpg)
Suasana kebersamaan semakin hidup melalui berbagai sesi ice breaking dan dinamika kelompok yang dipandu oleh Gubernur BEM FKIP USD selaku MC, Lola Sihaloho. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti permainan interaktif, seperti simulasi pengumpulan ikan kertas, kompetisi menyusun huruf menjadi kata-kata seputar dunia organisasi dan perkuliahan, hingga tantangan mendirikan menara gelas secara bergotong royong. Selain mencairkan suasana, permainan ini dirancang untuk melatih kerja sama tim, komitmen, serta kepekaan berorganisasi di kalangan mahasiswa.
%20(8).jpg)
Tidak sekadar permainan fisik, acara ini dilanjutkan dengan sesi diskusi reflektif di mana setiap peserta menuliskan serta membagikan pandangan mengenai kehidupan di Jogja, motivasi belajar, dan tantangan sebagai calon pendidik. Sejumlah perwakilan mahasiswa tampil membagikan cerita (sharing) mengenai pentingnya membangun rasa percaya diri, melawan rasa malas, mengatasi diskriminasi lingkungan, serta memegang teguh komitmen kuliah. Seorang mahasiswa program magister, turut memberikan motivasi agar mahasiswa Papua menjauhi hal-hal negatif seperti konsumsi minuman keras dan fokus belajar demi membangun daerah.
%20(9).jpg)
Pada puncak acara, Dekan FKIP USD, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D., memberikan pesan kunci kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa berfokus pada satu tujuan utama berada di Yogyakarta, yaitu belajar dan meraih gelar wisuda. Rangkaian kegiatan malam itu ditutup dengan pengumuman pemenang dinamika kelompok, kompetisi yel-yel, penyerahan door prize bagi peserta sharing, serta sesi foto bersama dengan mengumandangkan jargon “Dialog Sebaya Mahasiswa Papua: Satu Hati Tong Bersatu” sebelum diakhiri dengan doa penutup.
kembali
- Mendalami Sistem Pendidikan Jerman: Kuliah Tamu di Universitas Sanata Dharma
- Memperert Persaudaraan di Perantauan, BEM FKIP USD Gelar Dialog Sebaya Mahasiswa Papua
- FKIP Universitas Sanata Dharma Gelar Kolokium Pembelajaran di Era AI
- Gelar Kuliah Umum Edupreneurship, Prodi PGSD Sanata Dharma Hadirkan CEO Asal Malaysia
- FKIP Universitas Sanata Dharma Menyelenggarakan tentang Pendidikan Lingkungan
- Promoting Environmental Education: Learning from Educational Practice in Germany and Indonesia - Schools, Communities and Student Participation.
- FKIP Universitas Sanata Dharma Gelar Workshop Riset Bersama BRIN untuk Perkuat Kinerja Penelitian Dosen
- Pengimbasan Bimtek BOSP Kinerja Terbaik 2026: Guru SD Kanisius Sengkan Wujudkan Pembelajaran Digital Bermakna
- Perkuat Jejaring Akademik, FKIP USD Terima Kunjungan Delegasi Dosen UNTL Timor-Leste
- Rangkaian Lengkap KLSM dan BioExplore 2026 Universitas Sanata Dharma
