Berita
FKIP Universitas Sanata Dharma Gelar Kolokium Pembelajaran di Era AI
30-10-2026 15:55:37 WIB
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan kegiatan Kolokium Dosen bertema “Redefining Teaching and Learning: Praktik Pembelajaran dan Asesmen Bermakna di Era AI” di lingkungan kampus FKIP Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 11.00-13.00 WIB di Seminar Driyarkara, Kampus 2. Kolokium ini merupakan diskusi forum ilmiah yang menghadirkan pemerhati pendidikan sekaligus mantan Rektor Universitas Sanata Dharma, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Veronika Fitri Rianasari, Ph.D. selaku moderator dan dibuka melalui sambutan dari Dekan FKIP, Bapak F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D.
.jpg)
Kegiatan ini dilaksanakan untuk merespons perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) yang berdampak langsung pada dunia pendidikan, di mana pengajar dihadapkan pada tantangan antara sikap menolak teknologi (anti-AI) hingga ketergantungan berlebihan (over-reliance). Urgensi pembahasan ini diperkuat oleh hasil survei terhadap 91 mahasiswa S1 dan S2, yang menunjukkan bahwa meskipun AI membantu variasi media pembelajaran dosen, mayoritas mahasiswa mengkhawatirkan risiko ketergantungan teknologi serta menurunnya kemandirian dalam berpikir kritis.
.jpg)
Dalam pemaparannya, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. menguraikan fenomena pengalihan beban kognitif (cognitive offloading) dan hadirnya agentic AI yang kian mampu menggantikan fungsi-fungsi berpikir manusia. Menghadapi tantangan tersebut, beliau menawarkan lima gagasan perombakan konstruktif bagi FKIP, yaitu 1) meredefinisi peran guru dari sekadar penyampai materi menjadi pendidik nilai kemanusiaan, 2) merancang proses belajar berbasis proyek otentik, 3) memfasilitasi kemandirian belajar, 4) memperbarui kurikulum agar tetap relevan, serta 5) mendorong FKIP menjadi laboratorium inovasi pembelajaran.
.jpg)
Dalam pemaparannya, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. menguraikan fenomena pengalihan beban kognitif (cognitive offloading) dan hadirnya agentic AI yang kian mampu menggantikan fungsi-fungsi berpikir manusia. Menghadapi tantangan tersebut, beliau menawarkan lima gagasan perombakan konstruktif bagi FKIP, yaitu 1) meredefinisi peran guru dari sekadar penyampai materi menjadi pendidik nilai kemanusiaan, 2) merancang proses belajar berbasis proyek otentik, 3) memfasilitasi kemandirian belajar, 4) memperbarui kurikulum agar tetap relevan, serta 5) mendorong FKIP menjadi laboratorium inovasi pembelajaran.
.jpg)
Kegiatan ini dilaksanakan untuk merespons perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) yang berdampak langsung pada dunia pendidikan, di mana pengajar dihadapkan pada tantangan antara sikap menolak teknologi (anti-AI) hingga ketergantungan berlebihan (over-reliance). Urgensi pembahasan ini diperkuat oleh hasil survei terhadap 91 mahasiswa S1 dan S2, yang menunjukkan bahwa meskipun AI membantu variasi media pembelajaran dosen, mayoritas mahasiswa mengkhawatirkan risiko ketergantungan teknologi serta menurunnya kemandirian dalam berpikir kritis.
.jpg)
Dalam pemaparannya, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. menguraikan fenomena pengalihan beban kognitif (cognitive offloading) dan hadirnya agentic AI yang kian mampu menggantikan fungsi-fungsi berpikir manusia. Menghadapi tantangan tersebut, beliau menawarkan lima gagasan perombakan konstruktif bagi FKIP, yaitu 1) meredefinisi peran guru dari sekadar penyampai materi menjadi pendidik nilai kemanusiaan, 2) merancang proses belajar berbasis proyek otentik, 3) memfasilitasi kemandirian belajar, 4) memperbarui kurikulum agar tetap relevan, serta 5) mendorong FKIP menjadi laboratorium inovasi pembelajaran.
.jpg)
Dalam pemaparannya, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. menguraikan fenomena pengalihan beban kognitif (cognitive offloading) dan hadirnya agentic AI yang kian mampu menggantikan fungsi-fungsi berpikir manusia. Menghadapi tantangan tersebut, beliau menawarkan lima gagasan perombakan konstruktif bagi FKIP, yaitu 1) meredefinisi peran guru dari sekadar penyampai materi menjadi pendidik nilai kemanusiaan, 2) merancang proses belajar berbasis proyek otentik, 3) memfasilitasi kemandirian belajar, 4) memperbarui kurikulum agar tetap relevan, serta 5) mendorong FKIP menjadi laboratorium inovasi pembelajaran.
kembali
- Mendalami Sistem Pendidikan Jerman: Kuliah Tamu di Universitas Sanata Dharma
- FKIP Universitas Sanata Dharma Gelar Kolokium Pembelajaran di Era AI
- Gelar Kuliah Umum Edupreneurship, Prodi PGSD Sanata Dharma Hadirkan CEO Asal Malaysia
- FKIP Universitas Sanata Dharma Menyelenggarakan tentang Pendidikan Lingkungan
- Promoting Environmental Education: Learning from Educational Practice in Germany and Indonesia - Schools, Communities and Student Participation.
- FKIP Universitas Sanata Dharma Gelar Workshop Riset Bersama BRIN untuk Perkuat Kinerja Penelitian Dosen
- Pengimbasan Bimtek BOSP Kinerja Terbaik 2026: Guru SD Kanisius Sengkan Wujudkan Pembelajaran Digital Bermakna
- Perkuat Jejaring Akademik, FKIP USD Terima Kunjungan Delegasi Dosen UNTL Timor-Leste
- Rangkaian Lengkap KLSM dan BioExplore 2026 Universitas Sanata Dharma
- Audit Mutu Internal FKIP USD (Lanjutan) Evaluasi Berlanjut ke Tingkat UPPS, JIP, JPIPS, Prodi PPG, P4, dan P4Kons
