Berita

Gelar Kuliah Umum Edupreneurship, Prodi PGSD Sanata Dharma Hadirkan CEO Asal Malaysia

29-10-2026 09:47:56 WIB

Senin 26 Oktober 2026, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma menggelar kegiatan Kuliah Umum bertajuk "Edupreneur Building" di kampus Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada para mahasiswa PGSD mengenai peluang wirausaha di bidang pendidikan (edupreneurship) di tengah dinamisnya tantangan jalur karir dunia pendidikan.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Risa dan Ratih, doa pembuka yang dipimpin oleh Venantius (mahasiswa PGSD angkatan 2020), serta penayangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Sanata Dharma.


WhatsApp Image 2026-10-29 at 09-33-41 
Dalam sambutannya, Kepala Program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma, Bapak Andreas Erwin Prasetya, M.Pd., menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada banyak pilihan karir. Menurutnya, seorang pendidik tidak hanya terbatas pada jalur formal sebagai guru di sekolah, tetapi juga memiliki peluang besar untuk membangun dan mengelola usaha di bidang pendidikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pijakan persiapan bagi mahasiswa semester 3 yang akan melaksanakan kegiatan edupreneurship.

WhatsApp Image 2026-10-29 at 09-33-56

Memasuki sesi inti, kuliah umum dipandu oleh moderator Ibu Wahyu Wido Sari, M.Biotech., Ph.D., dengan menghadirkan narasumber internasional, Ibu Yvonn Lo Wai Yee, Founder dan CEO Edwell SDN BHD dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pemaparannya, Yvon Low membagikan perjalanan karirnya dari seorang guru swasta hingga berhasil membangun ekosistem bisnis pendidikan menaungi empat brand (CodeKids, YTAC, DTech, dan Toyworks) dengan omzet mencapai RM 1 juta (sekitar Rp 4 miliar) per tahun. Ia menekankan bahwa memulai bisnis pendidikan tidak selalu membutuhkan modal uang yang besar, melainkan keterampilan mengajar, keberanian mengambil peluang, dan semangat belajar yang berkelanjutan. Yvonn juga menegaskan bahwa keberadaan Artificial Intelligence (AI) hendaknya disikapi sebagai alat bantu, sebab peran guru dalam memberikan sentuhan emosional dan hubungan kemanusiaan tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi.

WhatsApp Image 2026-10-29 at 09-34-18

Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya pertunjukan Seni Tari Angklang yang dibawakan oleh mahasiswa PGSD, menyajikan kolaborasi unik antara Kesenian Angguk asal Kulon Progo dan tarian Bali.

WhatsApp Image 2026-10-29 at 09-34-34

Pada sesi tanya jawab, para mahasiswa antusias menyampaikan pertanyaan. Veronica Monik Angriani menanyakan tips membagi waktu antara mengajar dan berbisnis, sementara Fresni menanyakan penerapan AI bagi siswa sekolah dasar. Pertanyaan juga datang dari Suster terkait pengembangan pendidikan berkuaitas di daerah terpencil dengan keterbatasan fasilitas, serta Bram yang menanyakan tantangan stigma masyarakat terhadap guru yang berdagang.

WhatsApp Image 2026-10-29 at 09-34-45

Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian arahan workshop singkat, penyerahan kenang-kenangan secara simbolis oleh Kaprodi PGSD Bapak Andreas Erwin Prasetya, M.Pd. kepada narasumber, sesi foto bersama seluruh civitas akademika, dan doa penutup.

 kembali