Research is to see what everybody else has seen, and to think what nobody else has thought.
(Albert Szent-Györgyi)
SEJARAH
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sanata Dharma (LPPM USD) merupakan hasil reorganisasi dua lembaga, yaitu Lembaga Penelitian USD (LPUSD) dan Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPMUSD). Kedua lembaga tersebut memiliki sejarah pembentukan yang berbeda.
Yang menjadi cikal bakal lembaga penelitian di Sanata Dharma adalah Lembaga Penyelidikan Pendidikan dan Pembinaan Kurikulum/LP3K yang didirikan oleh Pater Verbeek pada tahun 1965. Lembaga tersebut semula diperuntukkan penyelenggaraan remedial course supaya para mahasiswa Sanata Dharma dapat melanjutkan studinya dengan lancar.
SelengkapnyaBERITA

Guru SMA Negeri 1 Jangkang Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
Upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah pedesaan kembali mendapat dukungan melalui pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) yang diberikan kepada guru-guru SMA Negeri 1 Jangkang. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada 9, 16, dan 23 Oktober 2025 melalui platform Zoom, dan diikuti oleh seluruh guru SMA Negeri 1 Jangkang.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah siswa. Model pembelajaran mendalam dipilih karena sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.
Selengkapnya >>
BERITA LAINNYA
- Penarikan PkM Dies Natalis USD di Kalurahan Mulyodadi: Dari Pohon Gayam Menuju Potensi Masyarakat Mulyodadi
- PELATIHAN GURU-GURU YAYASAN KANISIUS CABANG YOGYAKARTA: MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO-VISUAL
- Penerapan IoT bagi KWT Godhong Ijo: Upaya Menjaga Ketahanan Pangan
- LPPM USD Terima Kunjungan Studi Banding Biro P2M Universitas Widyatama Bandung
- Tim PkM Universitas Sanata Dharma Bersama PSE Paroki Minomartani Salurkan Bantuan Rp 39,5 Juta