Berita
Tingkatkan Literasi Kesehatan Generasi Muda, Tim Dosen Vokasi USD Bekali Siswa SMK Pangudi Luhur dengan Teknologi Kesehatan Terkini
24/July/2026 WIB
Muntilan, 22 Juli 2026 – Di tengah hiruk-pikuk bengkel dan mesin, suasana berbeda terasa di SMK Pangudi Luhur Muntilan. Tidak ada suara gerinda atau obeng, melainkan fokus terarah pada layar proyektor dan alat peraga kesehatan. Sebanyak 48 siswa kelas 12 jurusan Teknik Mesin dan Otomotif serta 4 guru pendamping mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “Pengenalan Teknologi Kesehatan bagi Siswa SMK Pangudi Luhur Muntilan sebagai Upaya Peningkatan Literasi Alat Kesehatan.”
Kegiatan yang digagas oleh tim dosen Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma (USD) ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara keahlian teknis siswa dengan kebutuhan literasi kesehatan di dunia industri dan kehidupan sehari-hari. Tim pengabdi yang terdiri dari Ir. Antonius Hendro Noviyanto, M.T., Ir. Agus Siswoyo, M.T., Ir. Eko Arianto, M.T., dan Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami, S.Si., M.Sc., menggandeng dua mahasiswa Program Studi Teknologi Elektromedis, untuk memberikan pendampingan langsung yang aplikatif.
“Kami melihat bahwa siswa SMK, khususnya di bidang teknik dan otomotif, memiliki potensi besar untuk menjadi tenaga kerja unggul. Namun, sering kali aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta literasi kesehatan dasar masih menjadi tantangan. Melalui pengenalan teknologi kesehatan ini, kami ingin membekali mereka agar tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga cakap dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja.
Berbeda dengan penyuluhan kesehatan pada umumnya, tim FV-USD menghadirkan pendekatan yang inovatif dan solutif. Kegiatan tidak hanya berisi ceramah, tetapi juga demonstrasi penggunaan alat-alat kesehatan serta praktik mengenal pengembangan alat Kesehatan.
Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan dengan berbagai alat kesehatan dasar, seperti tensimeter digital dan pulse oximeter. Tim pengabdian menjelaskan fungsi masing-masing alat, prosedur penggunaan yang benar, cara membaca hasil pengukuran, serta pentingnya pemanfaatan alat kesehatan sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan secara mandiri. Melalui sesi ini, siswa diajak memahami bahwa teknologi kesehatan tidak hanya digunakan ketika seseorang sakit, tetapi juga sebagai sarana pencegahan dan deteksi dini kondisi kesehatan.

Selanjutnya, peserta mengikuti workshop perancangan alat kesehatan sederhana berbasis Arduino. Pada kegiatan ini siswa dikenalkan dengan prinsip kerja sensor, mikrokontroler, dan pengolahan sinyal pada alat kesehatan digital. Melalui praktik secara berkelompok, peserta belajar merancang dan menguji prototipe sederhana sehingga memperoleh pemahaman mengenai bagaimana data fisiologis tubuh diubah menjadi informasi digital yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan kesehatan.

Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba secara langsung penggunaan alat kesehatan dan perakitan perangkat sederhana. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik membuat peserta lebih mudah memahami konsep teknologi kesehatan sekaligus meningkatkan minat terhadap bidang teknologi elektromedis.
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa SMK Pangudi Luhur Muntilan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi kesehatan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab. Program ini juga diharapkan menjadi model penguatan literasi kesehatan digital di lingkungan sekolah kejuruan serta mendukung implementasi Renstra Pengabdian Universitas Sanata Dharma dalam pengembangan teknologi tepat guna bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
back

Selanjutnya, peserta mengikuti workshop perancangan alat kesehatan sederhana berbasis Arduino. Pada kegiatan ini siswa dikenalkan dengan prinsip kerja sensor, mikrokontroler, dan pengolahan sinyal pada alat kesehatan digital. Melalui praktik secara berkelompok, peserta belajar merancang dan menguji prototipe sederhana sehingga memperoleh pemahaman mengenai bagaimana data fisiologis tubuh diubah menjadi informasi digital yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan kesehatan.

Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba secara langsung penggunaan alat kesehatan dan perakitan perangkat sederhana. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik membuat peserta lebih mudah memahami konsep teknologi kesehatan sekaligus meningkatkan minat terhadap bidang teknologi elektromedis.
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa SMK Pangudi Luhur Muntilan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi kesehatan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab. Program ini juga diharapkan menjadi model penguatan literasi kesehatan digital di lingkungan sekolah kejuruan serta mendukung implementasi Renstra Pengabdian Universitas Sanata Dharma dalam pengembangan teknologi tepat guna bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
- Didanai DPPM 2026, Dosen USD Berdayakan Karang Taruna Tegalrejo Gunungkidul melalui Teknologi Inkubator Otomatis
- Youngnak Medical-Science High School Korea Selatan dan Fakultas Vokasi USD Dukung Perintisan Kelas Peminatan Elektromedis di SMK Kristen Pedan
- Mengukir Mimpi dari Balik Bukit: Robotika USD Menyapa Anak-Anak Gunung Kidul
- Tingkatkan Literasi Kesehatan Generasi Muda, Tim Dosen Vokasi USD Bekali Siswa SMK Pangudi Luhur dengan Teknologi Kesehatan Terkini
- Bekali Kader Posyandu Desa Pringombo dengan Literasi Penggunaan serta Perawatan Alat Kesehatan, Fakultas Vokasi USD Dukung Pelayanan Kesehatan Desa yang Lebih Berkualitas
- Dosen Dan Mahasiswa Fakultas Vokasi USD Kenalkan STEM Melalui Coding Dan Robotika Di Sd Pangudi Luhur Muntilan
- Ukir Sejarah di KRAI 2026: Perjuangan Tanpa Lelah Tim Robot Magis Fakultas Vokasi USD Berbuah Prestasi Nasional
- TIM MAGIS UNIVERSITAS SANATA DHARMA LOLOS KONTES ROBOT ABU INDONESIA (KRAI) TINGKAT NASIONAL 2026
- Gandeng Raksasa Mainan Global, Fakultas Vokasi USD Siapkan Mahasiswa Mekatronika & Elektromedis Menuju Industri 4.0!
- Menembus Batas Waktu: Bagaimana Visi Seorang Misionaris Belanda 28 Tahun Lalu Kini Menjadi Jembatan Sukses Industri dan Rumah Sakit Modern
