Berita

Tim USD Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Bajo, Blora: Terapkan Metode Trap Barrier System (TBS) untuk Kendalikan Hama Tikus Sawah

18/November/2025 WIB

Dalam rangka DIES Natalis ke-70 Universitas Sanata Dharma (USD), tim dosen dan mahasiswa Universitas Sanata Dharma melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung mulai 13 Oktober hingga 7 November 2025 dengan fokus pada tema: “Penanggulangan Hama Tikus Sawah dengan Metode Trap Barrier System (TBS) Dilengkapi Bubu Perangkap Tikus Sawah.”

Kegiatan PkM ini merupakan kelanjutan sekaligus aplikasi dari hasil penelitian tentang metode pengendalian hama tikus sawah di Desa Bajo yang telah dilakukan oleh tim dosen USD beberapa bulan sebelumnya. Penelitian tersebut juga terintegrasi dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), di mana mahasiswa berperan aktif dalam sosialisasi, observasi, dan pengumpulan data lapangan. Melalui kegiatan PkM ini, hasil penelitian tersebut kemudian diterapkan secara nyata bersama masyarakat, sebagai bentuk kesinambungan antara riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara pembukaan PkM dilaksanakan pada Senin, 13 Oktober 2025, di Balai Desa Bajo. Dari pihak Universitas Sanata Dharma hadir Wakil Rektor II, Wakil Ketua LPPM, serta Tim PkM USD. Sementara dari pihak Desa Bajo turut hadir Kepala Desa Bajo beserta perangkat desa. Dalam sambutannya, perwakilan USD menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Universitas Sanata Dharma dalam berkontribusi bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian di tingkat desa.


Metode Trap Barrier System (TBS) merupakan teknik pengendalian hama tikus sawah yang ramah lingkungan, yaitu dengan memasang pagar plastik di sekeliling area sawah dan menempatkan bubu perangkap di titik- titik strategis. Lubang bubu diletakkan menempel pada pagar plastik yang diberi celah, sehingga tikus yang berusaha masuk ke area sawah akan terperangkap di dalam bubu.

Sebagai lahan percontohan, sistem TBS dipasang di sawah milik Kepala Desa dan Sekretaris Desa Bajo. Dalam tiga hari pengamatan, metode ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dimana hari pertama tertangkap 15 ekor tikus, hari kedua tertangkap 20 ekor tikus dan hari ketiga tertangkap 23 ekor tikus. Dari hasil sementara tersebut, tim menyimpulkan bahwa metode TBS cukup efektif dalam menghambat pergerakan dan menekan populasi hama tikus di area persawahan.

Kepala Desa Bajo menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. “Penanggulangan hama tikus dengan metode TBS ini terbukti dapat mengurangi populasi tikus di sawah. Tikus-tikus banyak yang terperangkap dalam bubu, sehingga serangan hama di sawah petani lain yang tidak menggunakan metode TBS pun ikut berkurang,” ujar Kepala Desa Bajo. Beliau berharap metode ini dapat diterapkan lebih luas di wilayah Bajo dan desa sekitar agar hasil panen petani semakin meningkat.

Tim PkM USD masih akan melanjutkan pengamatan efektivitas dan analisis keekonomian dari penerapan metode ini. Diharapkan, hasil akhir dari kegiatan ini dapat memberikan rekomendasi yang komprehensif bagi masyarakat Desa Bajo dan petani di wilayah sekitarnya, apakah metode TBS ini layak diterapkan secara luas sebagai solusi pengendalian hama tikus sawah.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sanata Dharma terus menunjukkan perannya dalam mewujudkan tridarma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—dengan semangat untuk melayani dengan hati dan ilmu.

 back