Berita

Fakultas Vokasi USD Berkolaborasi dalam Program Lansia Segar, Sehat, Gembira, Berharga

09/August/2025 WIB

 

Wonogiri, 9 Agustus 2025 – Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma (USD) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan aktif pada program bertajuk “Lansia Segar, Sehat, Gembira, Berharga” di Balai Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Program ini mengusung pendekatan multi-disiplin yang memadukan kesehatan fisik, mental, pemberdayaan sosial, dan penguatan ekonomi agar para lansia tetap berdaya guna bagi keluarga dan desa.

Tujuan Umum Kegiatan
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan rasa percaya diri, membekali keterampilan fisioterapi sederhana untuk menjaga fleksibilitas sendi, serta mendorong terbentuknya komunitas lansia mandiri dan produktif. Kegiatan ini juga memperkenalkan peluang usaha berbasis potensi lokal—mulai dari kerajinan tangan, hasil bumi, hingga kuliner dan pariwisata berbasis lansia—dengan filosofi SEGAR sebagai ruh kegiatan, mengajak lansia untuk tetap sehat, gembira, dan berharga di usia senja.

Filosofi SEGAR yang menjadi ruh kegiatan ini merujuk pada “Sehat, Gembira, Berharga” – sebuah ajakan agar lansia menjaga kondisi fisik, mental, dan rasa percaya diri sehingga dapat terus berperan aktif di usia senja.

Peran Fakultas Vokasi USD
Fakultas Vokasi USD diwakili oleh Ir. Bernardinus Sri Widodo, M.Eng., dosen Program Studi Teknologi Elektromedis, yang memandu sesi hands-on training pengenalan dan penggunaan alat medis rumah tangga. Materi yang disampaikan meliputi:

  1. Pentingnya pemeriksaan tanda vital secara berkala.
  2. Pengenalan alat kesehatan rumah tangga, seperti tensimeter digital, pulse oximeter, dan  alat multi monitoring GCU 3 in 1 (pengukur gula darah, kolesterol dan asam urat).
  3. Manfaat pencatatan riwayat kesehatan pribadi (personal health record) untuk memantau perkembangan kondisi tubuh.
  4. Tips memilih alat kesehatan yang akurat dan aman bagi pengguna awam.

Peserta lansia tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung penggunaan alat tersebut. Pendekatan ini diharapkan memotivasi mereka untuk memantau kesehatan secara mandiri, sehingga data yang terkumpul dapat membantu tenaga kesehatan memberikan analisis yang lebih tepat.


Fasilitator dan Narasumber
Selain peran Fakultas Vokasi USD, kegiatan ini juga menghadirkan fasilitator lintas bidang:

  • Ken Sasmita – Certified Trainer Pemberdayaan Masyarakat, memandu sesi eksplorasi potensi diri dan potensi desa, serta perumusan visi bersama Komunitas Lansia Segar Desa Bero.
  • Kartika Puspitasari – Penggerak Swadaya Masyarakat Kementerian Desa, PDT, memberikan wawasan tentang penguatan komunitas dan tren kebutuhan lansia di masa depan.
  • Lusi Natalia – Fisioterapis, memberikan pelatihan gerakan sederhana untuk menjaga kelenturan sendi, kekuatan otot, dan keseimbangan tubuh.

 

Dukungan dan Kolaborasi
Program ini terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak:
  • Pemerintah Desa Bero, diwakili oleh Kepala Desa Roh Edy, yang menyambut baik program ini dan berharap dapat direplikasi di desa lain.
  • Kecamatan Manyaran, diwakili oleh Endri selaku perwakilan Camat, yang menekankan pentingnya memperluas jangkauan kegiatan ke desa-desa lain di kecamatan tersebut.
  • Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi, S.E., M.M., yang mendorong agar kegiatan kelompok lansia diintegrasikan dalam perencanaan RKP Desa dan mendapat dukungan dana desa.
  • Dukungan dari sektor swasta: PT. Berkat Prima Sakti, PT. Luas Birus Utama, PT. Esa Medika Mandiri, dan Nata Home, yang memastikan kelancaran logistik dan dukungan fasilitas kegiatan.

Dampak dan Harapan
Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah terbentuknya Komunitas Lansia Segar Desa Bero, yang akan menjadi wadah bagi para lansia untuk melakukan kegiatan produktif, bernilai ekonomi, dan berorientasi pada pengembangan potensi lokal. Potensi kuliner, hasil bumi, dan adat budaya Desa Bero diidentifikasi sebagai modal untuk mengembangkan destinasi wisata berbasis lansia.

Program ini juga memberi inspirasi bahwa lansia bukan beban, melainkan aset berharga yang dapat menginspirasi generasi muda. Dengan 74,3% lansia di Indonesia masih dalam kondisi mandiri, penguatan komunitas lansia menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi tren demografi masa depan, termasuk konsep senior living di perkotaan.

Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi teknologi dan pendekatan pembelajaran vokasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menjalin kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan bersama.

 back