Berita

Kiprah PKM-M "Batu Sapalet"

20/06/2013 WIB

       Lima mahasiswa Universitas Sanata Dharma Pebri Wulandari (PGSD), Patricia Risma Ananti  (PGSD), Rusyadi Adi Wibowo (PGSD), Dea Fradistya Ritmawanti (PGSD), dan Ignatius Wijayatmo (Psikologi) bekerjasama berusaha untuk memberikan pendampingan membaca dan menulis kepada anak usia SD di Padukuhan Nangsri Lor, Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (12/5). Kegiatan yang telah berlangsung sejak  Maret (13) ini adalah Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Pengabdian Masyarakat. Pendampingan yang telah berjalan tiga bulan ini secara istimewa dihadiri oleh dosen-dosen Universitas Sanata Dharma yaitu Dra Ignatia Esti Sumarah,M.Hum, Gregorius Ari Nugrahanta,SJ, dan Andri Anugrahana,S.Pd.,M.Pd. Pendampingan yang selalu antusias diikuti oleh anak SD sekitar ini diharapkan mampu memotivasi mereka untuk terus belajar dan tidak putus sekolah meski banyak kekurangan. Selain itu, pendampingan ini diharapkan mampu mengentaskan warga dari buta aksara dan membantu mengurangi angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

       Bermula dari ditemukan banyak masyarakat di beberapa daerah belum dapat mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya bahkan masih banyak yang mengalami buta aksara. Kenyataan ini ditemukan di Padukuhan Nangsri Lor, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Sebagian besar dari mereka hanya mampu mengenyam pendidikan sampai jenjang SD. Namun, mereka belum dapat membaca dan menulis dengan baik. Berdasarkan pengamatan pada salah satu anak kelas 3 SMP, untuk membaca sebuah kalimat membutuhkan waktu yang lama dalam mengeja. Kemampuan menulis pun masih sangat kurang. Hal tersebut ditunjukkan saat menulis sebuah kalimat banyak huruf yang terlewatkan.

       Melihat keadaan yang dialami oleh sebagian warga di Padukuhan Nangsri Lor, maka terbentuklah Program Pengabdian Masyarakat yaitu Klinik “Batu Sapalet” (Baca Tulis dengan Sandpaper Letters). Metode baca tulis ini memilih metode Fernald sebagai landasan dalam melakukan pendampingan karena pada dasarnya metode ini ditujukan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan kesulitan membaca dan menulis (diseleksia). Metode Fernald menekankan pembelajaran membaca dan menulis pada kemampuan sensorial anak. Pendampingan belajar membaca dan menulis dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Alat peraga yang digunakan dalam kegiatan ini cukup sederhana, yaitu dengan Sandpaper Letters—huruf pasir timbul. Pendampingan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 15.00 WIB dan Minggu pukul 10.00 WIB. (Ign-red)

 

 kembali