Berita
Kiprah PKM-M "Batu Sapalet"
Lima mahasiswa Universitas Sanata Dharma Pebri Wulandari (PGSD), Patricia Risma Ananti (PGSD), Rusyadi Adi Wibowo (PGSD), Dea Fradistya Ritmawanti (PGSD), dan Ignatius Wijayatmo (Psikologi) bekerjasama berusaha untuk memberikan pendampingan membaca dan menulis kepada anak usia SD di Padukuhan Nangsri Lor, Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu (12/5). Kegiatan yang telah berlangsung sejak Maret (13) ini adalah Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Pengabdian Masyarakat. Pendampingan yang telah berjalan tiga bulan ini secara istimewa dihadiri oleh dosen-dosen Universitas Sanata Dharma yaitu Dra Ignatia Esti Sumarah,M.Hum, Gregorius Ari Nugrahanta,SJ, dan Andri Anugrahana,S.Pd.,M.Pd. Pendampingan yang selalu antusias diikuti oleh anak SD sekitar ini diharapkan mampu memotivasi mereka untuk terus belajar dan tidak putus sekolah meski banyak kekurangan. Selain itu, pendampingan ini diharapkan mampu mengentaskan warga dari buta aksara dan membantu mengurangi angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia.
Bermula dari ditemukan banyak masyarakat di beberapa daerah belum dapat mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya bahkan masih banyak yang mengalami buta aksara. Kenyataan ini ditemukan di Padukuhan Nangsri Lor, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta. Sebagian besar dari mereka hanya mampu mengenyam pendidikan sampai jenjang SD. Namun, mereka belum dapat membaca dan menulis dengan baik. Berdasarkan pengamatan pada salah satu anak kelas 3 SMP, untuk membaca sebuah kalimat membutuhkan waktu yang lama dalam mengeja. Kemampuan menulis pun masih sangat kurang. Hal tersebut ditunjukkan saat menulis sebuah kalimat banyak huruf yang terlewatkan.
Melihat keadaan yang dialami oleh sebagian warga di Padukuhan Nangsri Lor, maka terbentuklah Program Pengabdian Masyarakat yaitu Klinik “Batu Sapalet” (Baca Tulis dengan Sandpaper Letters). Metode baca tulis ini memilih metode Fernald sebagai landasan dalam melakukan pendampingan karena pada dasarnya metode ini ditujukan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan kesulitan membaca dan menulis (diseleksia). Metode Fernald menekankan pembelajaran membaca dan menulis pada kemampuan sensorial anak. Pendampingan belajar membaca dan menulis dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Alat peraga yang digunakan dalam kegiatan ini cukup sederhana, yaitu dengan Sandpaper Letters—huruf pasir timbul. Pendampingan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 15.00 WIB dan Minggu pukul 10.00 WIB. (Ign-red)
kembali
- Menangkal Isu Kontemporer, Mahasiswa PGSD USD Gelar Puncak Mimbar Debat 2026
- Kuliah Umum HMPS PGSD USD 2026: Membangun Guru Sekolah Dasar Profesional Berwawasan Global
- Menghidupkan Semangat Belajar di Ketapang: Pengalaman Mahasiswa PGSD Universitas Sanata Dharma dalam Mendampingi Anak-Anak di Daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar)
- Menembus Terpencilnya Mahakam Ulu: Perjuangan 10 mahasiswa PGSD Universitas Sanata Dharma Mengajar di wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar)
- Kehadiran Mahasiswa PGSD Universitas Sanata Dharma di Kabupaten Mentawai: Sebagai Kontribusi Nyata Peningkatan Kualitas di wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar)
- Penutupan KMD PGSD Universitas Sanata Dharma: Meningkatkan Kualitas Pembina Pramuka Masa Depan
- Pembukaan KMD PGSD Universitas Sanata Dharma
- MBKM di SD Tumbuh 1
- Archimedes Academy
- Belajar dengan Kurikulum IPC bersama Kinderstation School
- Belajar di Alam bersama Jogja Green School
- Belajar Menjadi Guru di Olifant Elementary School
- Belajar dengan Pembelajaran Khas ala SD Eksperimental Mangunan
- Mengenal Kurikulum Montessori di TK dan SD Kalyca Montessori School
- Asyiknya Mengajar di TK Ceria
- Mengenal Metode MMR di SLB/B Dena Upakara
- Magang MBKM di Studio Audio Visual USD
- Kulih Umum: Kritis dan Kreatif melalui Asesmen Kompetensi Minimum
- Pelepasan Wisudawan-Wisudawati Program Studi “Mewujudkan Generasi yang Berkarakter dan Berbudaya Nusantara”
- Kuliah Tamu: Montessori Philosophy & Practices
