Berita
Pengumuman Juara Lomba "FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026" Secara Online
17-08-2026 10:50:02 WIB
KEPUTUSAN DEWAN JURI
FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026

Festival Teater Rakyat (FTR) Perdikkati 2026 diselenggarakan antara 17 Maret 2026 s.d. 17 Agustus 2026. Kami yang bertandatangan di bawah ini dipercaya sebagai Dewan Juri oleh Panitia Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 dengan masa kerja dari tanggal 30 Juni 2026 s.d. 17 Agustus 2026. Kami terdiri dari:
a. F.X. Murti Hadi Wijayanto, S.J., S.S., M.F.A.
(Praktisi Media Audio Visual, Pakar Perfilman, lulusan Sekolah Perfilman EICAR Paris, 2017)
b. Emmanuel Cahyo Kristianto, S.S.
(Praktisi Teater dan Perfilman)
c. F.X. Tri Mulyono, S.Ag., M.Sn.
(Katekis, Praktisi Teater Rakyat, Praktisi Media Audio Visual).
Kami menerima lima entries/peserta (naskah dan rekaman pentas teater rakyat). Lima entries/peserta tersebut adalah:
1. “MENGGEMAKAN SUARA KAUM TERPINGGIRKAN
SAMBIL MERANGKUL BUMI”: (Prodi Pendidikan Teologi, Unika St. Paulus Ruteng)
https://drive.google.com/file/d/1S_dITKOtLZwvEcUuXqbd5CobkOekR3pZ/view
2. “SUARA DALAM PIGURA”
(Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik, Unika Weetebula)
https://drive.google.com/file/d/1lNEFExL5TT1Hgmv3txlyxgrkHV6Ap897/view
3. “SUARA DARI TANAH IBU: SEBUAH JERITAN KEADILAN”
(Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma)
https://drive.google.com/file/d/1hK78duqQDbZnKRNw5XJhiPE6uz9p9ZtR/view
4. “BELAJAR APA HARI INI? MAKAN YANG KENYANG.”
(STKIP Widya Yuwana Madiun)
https://drive.google.com/file/d/1_KaAmM7GG5G0jwhli_sh5GfQ7naNi7aK/view
5. “SUARA DI SELA DENTING SENDOK”
(Prodi Pendikkat – Universitas Sanata Dharma)
https://drive.google.com/file/d/1nzR6sbT5T-DG0JxrH45Pcwx8-LQmowDr/view
Yang menjadi dasar pertimbangan/penilaian Dewan Juri salah satunya adalah TOR Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 yang dikirimkan kepada setiap anggota Perdikkati pada 17 Maret 2026. TOR tersebut sudah diperjelas dengan Zoom Meeting antara Panitia dan Peserta FTR pada 20 Juni 2026. Selain itu, kami menilai naskah, pentas, dan rekaman video dengan memperhatikan unsur-unsur hakikinya sebagaimana kami tulis di bawah ini:
a. Naskah:
· Format Standar memang menjadi acuan, tetapi tidak kaku. Yang penting naskah itu bisa dibaca dengan enak, isinya dimengerti, cukup lengkap ada keterangan tentang tokoh, premis, sinopsis, dan catatan penyutradaraan/direction pada setiap adegannya. Naskah pada dasarnya adalah pentas di atas kertas. Dengan membaca naskah orang sudah bisa membayangkan seperti apa adegannya.
· Berdasarkan TOR F. no. 5 “Naskah/cerita harus berdasarkan hasil observasi atas permasalahan sosial baik nasional maupun permasalahan di tempat masing-masing.” Oleh karena itu, setiap peserta diminta menyusulkan catatan observasinya untuk membantu Dewan Juri dalam penjuriannya.
· Isi dari naskah mesti ada kesesuaian dengan tema yang dicanangkan oleh Panitia. Naskah harus sungguh orisinal bukan copy paste dari naskah kelompok lain dan benar-benar cetusan suara masyarakat.
· Alur ceritanya juga jelas, isinya mudah ditangkap, menarik: penanaman problem, pengembangannya, dan solusinya.
b. Pentas Teater:
· Pentas harus terkait dengan naskah yang sudah diterima oleh Panitia. Peserta tidak boleh mengirimkan pentas dengan cerita dan alur yang berbeda dari naskah yang diikutsertakan dalam festival.
· Acting/pemeranan: aspek vokal, verbal, visual dan verbalnya. Bagaimana para pemain menghayati perannya. Semakin tampil orisinil semakin berbobot.
· Aspek artistik: setting panggung, dekorasi, kostum, pencahayaan.
· Musik: semakin orisinal semakin tinggi nilainya. Cocok dengan cerita dan warna budayanya.
· DURASI: 10-25 menit
· Jumlah pemain di atas panggung: maksimal 15 orang.
c. Rekaman Video:
· Kualitas audio: suara para pemain jelas didengar, tidak ada gangguan dari suara yang tidak ada hubungannya dengan pentas teater rakyat.
· Kualitas video: cara pengambilan shot-shotnya, ketajaman, angle, pencahayaan
· Editing: kerapihan, tidak jumping, kesesuaian audio –visual – musik.
Setelah membaca naskah dan menonton rekaman pentas serta membicarakannya dengan sungguh-sungguh dalam dua kali pertemuan, yaitu 21 Juli 2026 dan 4 Agustus 2026, Dewan akhirnya Juri mengambil keputusan sebagai berikut:
Juara 1 : “SUARA DALAM PIGURA”
(Prodi PKK, Unika Weetebula) dengan nilai total 246,5
Juara 2 : “BELAJAR APA HARI INI? MAKAN YANG KENYANG”
(STKIP Widya Yuwana Madiun) dengan nilai total 244,5
Juara 3 : “MENGGEMAKAN SUARA KAUM TERPINGGIRKAN,
SAMBIL MERANGKUL BUMI”
(Prodi Pendidikan Teologi, Unika St. Paulus Ruteng)
dengan nilai total 239,75
Keputusan Dewan Juri ini tidak bisa diganggu gugat.

- Pengumuman Juara Lomba "FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026" Secara Online
- FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026 SECARA ONLINE
- Syukuran Wisuda Prodi PENDIKKAT 2026: Momen Syukur dan Kebersamaan Lulusan
- Perayaan Ekaristi Jumat Pertama : “Bersama Kristus menuju Keselamatan Sejati melalui Salib”
- Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik USD Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK
- Perayaan Ekaristi Penutupan Semester Ganjil & Pelantikan Pengurus HIMKA 2025-2026
- Mahasiswa PENDIKKAT USD Ikuti Seminar Nasional “Katekese Bersama AI” di STKIP Madiun
- Dialog Lintas Agama 2025
- Analisis Hukum versus Dedikasi Guru - Dr. Bernardus Agus Rukiyanto, SJ
- Latihan Doa Meditasi Kontemplasi Ignasian (Periode XII/11)
- Pembinaan Umum: “Design Thinking untuk Konten Digital yang Bermakna”
- Aksi Peduli Lingkungan HIMKA di Pantai Pandan Sari
- HIMKA 2025 Gelar Bakti Sosial untuk Anak Panti Bina Putra
- Kaderisasi Pendamping PIUL Kulon Progo 2025
- Program Pendampingan VanLith Kelas XI 2025
- Evaluasi Pembelajaran 2025 : Uji Coba Instrumen Pembelajaran
- Program Pendampingan Pendamping PIA SMA Van Lith Muntilan 2025
- Perayaan Ekaristi Jumat Pertama & Adorasi: “Hiduplah Sebagai Anak-anak Terang”
- Kegiatan Pendampingan Paguyuban Murid Kristus Sedayu
- Seminar Internasional PENDIKKAT 2025
