Berita
Dialog Religius Lintas Agama
04-10-2017 15:50:19 WIB
Minggu (1/10) Program Studi Pendidikan Agama Katolik- Universitas Sanata Dharma mengadakan kunjungan dialog lintas agama. Peserta yang mengikuti dialog lintas agama ini adalah mahasiswa prodi PAK semester I yang berjumlah 70 orang. Acara kunjungan dan dialog lintas agama ini dimulai pukul 07.00 WIB sampai malam hari. Para dosen juga ikut mendampingi kunjungan dialog lintas agama ini. Kunjungan dialog lintas agama ini dilaksanakan sebagai bagian dari mata kuliah Religiusitas (Pendidikan Agama) di semester I. Tempat yang dikunjungi sekaligus dialog bersama adalah Vihara Mendut Magelang, Gereja Ortodoks Kricak Yogyakarta, Klenteng Kranggan Yogyakarta, Ashram Hindu Yogyakarta, Seminari Mertoyudan Magelang, Pesantren Pabelan Muntilan, dan yang terakhir mengunjungi kawasan Heritage Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Dr. B. A. Rukiyanto, SJ selaku dosen pengampu mata kuliah Religiusitas ini mengatakan bahwa kunjungan dan dialog lintas agama ini sangat berguna bagi mahasiswa prodi PAK agar dapat menjadi pelopor kebhinekaan, saling mengenal dan menghargai umat beragama lain, mengenal ajaran-ajaran agama lain, mengenal kegiatan-kegiatannya sehingga dapat terjalin persaudaraan dengan semua umat beragama dan menciptakan sikap toleransi antar umat beragama. Beliau juga menambahkan bahwa calon-calon guru agama dan katekis sangat penting melakukan dialog lintas agama ini agar dapat memiliki sikap terbuka terhadap umat beragama lain, tidak memiliki pandangan yang picik (eksklusif) terhadap agamanya sendiri, mampu menghargai dan menjalin persaudaraan yang sejati guna untuk membangun bangsa dan negara yang Berbhineka Tunggal Ika.
Fabiola Laura DR adalah salah satu mahasiswa semester I sekaligus peserta kunjungan dan dialog lintas agama ini, ia merasa senang dan terkesan dengan umat yang berbeda agama. Ia senang karena merasa diterima dan dapat mengunjungi tempat-tempat ibadah serta dapat berdialog bersama, sebagai bagian dari Indonesia yang bhineka tunggal ika. Ia juga terkesan bahwa setiap agama itu punya cara yang berbeda-beda dan menambah rasa ingin taunya terhadap agama tersebut sehingga semakin memiliki pandangan yang luas terhadap agama-agama yang ada di Indonesia. Kunjungan dan dialog lintas agama ini harus tetap dilakukan untuk kedepannya karena ini sangat menambah pengetahuan dan menumbuhkan rasa toleransi antar umar beragama, tutur Laura. Semua mahasiswa yang mengikuti acara kunjungan dan dialog lintas agama ini terlihat sungguh antusias dan mengikuti dengan baik. Terlihat juga dengan banyak pertanyaan yang disampaikan oleh peserta ketika mengikuti acara dialog ini. Dengan berdialog semua akan menjadi lebih baik, semakin dapat saling menghargai sehingga tercapailah persaudaraan yang holistik demi terwujudnya Indonesia yang berbhineka tunggal Ika.
(MCMKS)
kembali
- Pengumuman Juara Lomba "FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026" Secara Online
- FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026 SECARA ONLINE
- Syukuran Wisuda Prodi PENDIKKAT 2026: Momen Syukur dan Kebersamaan Lulusan
- Perayaan Ekaristi Jumat Pertama : “Bersama Kristus menuju Keselamatan Sejati melalui Salib”
- Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik USD Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK
- Perayaan Ekaristi Penutupan Semester Ganjil & Pelantikan Pengurus HIMKA 2025-2026
- Mahasiswa PENDIKKAT USD Ikuti Seminar Nasional “Katekese Bersama AI” di STKIP Madiun
- Dialog Lintas Agama 2025
- Analisis Hukum versus Dedikasi Guru - Dr. Bernardus Agus Rukiyanto, SJ
- Latihan Doa Meditasi Kontemplasi Ignasian (Periode XII/11)
- Pembinaan Umum: “Design Thinking untuk Konten Digital yang Bermakna”
- Aksi Peduli Lingkungan HIMKA di Pantai Pandan Sari
- HIMKA 2025 Gelar Bakti Sosial untuk Anak Panti Bina Putra
- Kaderisasi Pendamping PIUL Kulon Progo 2025
- Program Pendampingan VanLith Kelas XI 2025
- Evaluasi Pembelajaran 2025 : Uji Coba Instrumen Pembelajaran
- Program Pendampingan Pendamping PIA SMA Van Lith Muntilan 2025
- Perayaan Ekaristi Jumat Pertama & Adorasi: “Hiduplah Sebagai Anak-anak Terang”
- Kegiatan Pendampingan Paguyuban Murid Kristus Sedayu
- Seminar Internasional PENDIKKAT 2025
