Akademik

Kebijakan Integrasi Tridharma dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Kebijakan Ristekdikti (sekarang Kemendikbudristek) secara umum mendorong integrasi hasil penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen ke dalam materi pembelajaran yang dituangkan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), tujuannya adalah memperkaya substansi perkuliahan dengan temuan aktual dan relevan dari kegiatan tridharma dosen, memastikan pembelajaran tidak hanya berbasis teori buku teks, tetapi juga mencakup aplikasi nyata dan solusi terhadap permasalahan masyarakat atau perkembangan ilmu pengetahuan terkini, sekaligus mendukung tercapainya profil lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Integrasi Tridharma dalam RPS Mata Kuliah Teologi dan Devosi
  1. Inovasi Konseptual Berbasis Riset Interdisipliner
    Penelitian interdisipliner yang dilakukan oleh Mutiara Andalas, yang tertuang dalam publikasinya 'Kerahiman Sosial', menjadi bukti nyata inovasi akademik yang diintegrasikan ke dalam kurikulum. Riset ini secara teologis menemukan adanya urgensi perluasan konsep 'Kerahiman Ilahi'—yang secara tradisional cenderung berfokus pada dimensi spiritual dan keselamatan individu—menjadi 'Kerahiman Sosial'. Konsep baru ini diletakkan sebagai devosi praktis yang transformatif, menuntut perwujudan aksi nyata dalam merespons permasalahan sosial kontemporer yang mendesak, seperti kemiskinan, ketidakadilan struktural, dan kerusakan lingkungan. Temuan ini menegaskan peran teologi yang tidak hanya interpretatif, tetapi juga profetis dan aplikatif, merombak pemahaman devosi dari ritual pasif menjadi keterlibatan aktif dalam pembangunan keadilan dan kesejahteraan kolektif.
  2. Sintesis Empiris dan Inspirasi Teologis dalam Pembelajaran
    Kekayaan konseptual 'Kerahiman Sosial' didukung oleh temuan empiris mendalam yang diperoleh dari riset lapangan Mutiara Andalas mengenai praktik devosi umat di dua lokasi spesifik: Gua Maria Sendang Jatiningsih Klepu dan Taman Doa di Bawah Salib Yesus Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung. Temuan lapangan ini memberikan landasan kontekstual terhadap inspirasi teologis dari Paus Fransiskus, yang mengundang para teolog untuk menempatkan kesalehan umat sebagai perhatian utama, khususnya pada dimensi credendum in Deum (percaya kepada Allah dalam relasi dan komitmen) daripada sekadar credendum Deum (percaya bahwa Allah ada). Integrasi ini memastikan bahwa materi perkuliahan tidak hanya berbasis teks, tetapi juga berbasis fenomena keagamaan aktual yang dialami oleh umat, sehingga materi ajar memiliki relevansi dan daya hidup yang tinggi.

  3. Implementasi Pedagogis dan Dampak Transformasi Mahasiswa
    Temuan riset dan sintesis teologis tersebut secara strategis diimplementasikan ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Teologi dan Devosi. Integrasi ini dilakukan melalui dua jalur utama: secara substansial, dengan memasukkan publikasi riset tersebut dalam daftar pustaka dan menjadikan 'Kerahiman Sosial' sebagai studi kasus inti pada sub-bahasan Aplikasi Praktis Devosi/Devosi dalam Konteks Sosial; dan secara pedagogis, dengan menjadikan visitasi ke lokasi-lokasi devosi sebagai aktivitas kelas esensial (Experiential Learning). Pendekatan ini secara efektif mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai doktrin, tetapi juga mampu merumuskan dan mengimplementasikan bentuk-bentuk devosi baru yang berorientasi pada Tridharma (Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian), mencerminkan komitmen lembaga dalam menghasilkan lulusan yang transformatif dan relevan secara sosial.

 kembali