Akademik

Mencetak Guru Agama Katolik yang Siap Berkarir di Sekolah Internasional

Masa depan karir global menanti! Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik (Pendikkat) FKIP Universitas Sanata Dharma (USD) tidak hanya mengajarkan ilmu iman, melainkan juga menyiapkan Anda untuk menjadi Guru Agama Katolik berstandar internasional. Kebijakan perkuliahan semi-bilingual merupakan respons strategis terhadap tuntutan pasar kerja: sekolah-sekolah internasional di kota-kota besar kini secara eksplisit mensyaratkan guru agama Katolik yang fasih mengkomunikasikan iman dalam bahasa Inggris. Selain menyediakan Mata Kuliah Bahasa Inggris wajib, Pendikkat mengintegrasikan bahasa internasional dalam perkuliahan reguler, memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi kebahasaan unggul, selaras dengan visi USD menuju World University.
Pengalaman belajar mahasiswa-mahasiswi sangat terdukung dosen-dosen berkualitas dan berkomitmen internasional. Sebagian besar dosen Pendikkat merupakan lulusan dari kampus-kampus ternama di luar negeri, sementara dosen lulusan dalam negeri juga terbukti unggul dan fasih dalam pengantar bahasa Inggris di kelas. Komitmen ini nyata: dalam beberapa tahun terakhir, beberapa dosen Pendikkat telah berhasil menyelenggarakan kuliah penuh berbahasa Inggris melalui skema hibah Universitas maupun inisiatif mandiri. Lebih lanjut, pustaka dan referensi kuliah yang Prodi gunakan semakin kaya oleh literatur berbahasa Inggris, membiasakan mahasiswa-mahasiswi berpikir dan berdiskusi dalam konteks keilmuan global di ruang-ruang pembelajaran.

Kabar baiknya, Prodi melihat bahwa mahasiswa-mahasiswi merupakan pemelajar digital yang emiliki kesiapan dan antusiasme untuk menghadapi tantangan kuliah semi-bilingual ini! Kesiapan mahasiswa-mahasiswi membuka peluang emas untuk terlibat dalam Perkuliahan Bersama (Joint Lecture) dengan kampus-kampus mitra internasional. Selain itu, Prodi secara berkala menerima dan mendatangkan dosen tamu (guest lecturers) internasional yang menyampaikan materi dalam bahasa Inggris, dan aktif mendorong mahasiswa-mahasiswi tampil sebagai presenter dalam seminar internasional berbahasa Inggris. Hal ini mungkin berkat banyak Memorandum of Understanding (MoU) yang USD miliki, terutama dalam jejaring global Perguruan Tinggi Yesuit.

 kembali