Web Fakultas SIA Mahasiswa SIA Orangtua
Berita

Dosen PBIO USD Melatih Guru SMA dan SMK di Kab Nabire Kembangkan Pembelajaran Berbasis Small Scale Science

Sebanyak 16 guru SMA dan SMK di Nabire mengikuti pelatihan Pembelajaran Berbasis Small Scale Science (SSS) pada 29 September 2025. Kegiatan ini difasilitasi oleh Ignatius Yulius Kristio Budiasmoro, dosen Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma, sebagai bagian dari program penguatan kapasitas guru-guru sains di wilayah Papua Tengah.

Pelatihan ini dilakukan untuk membawa sains lebih dekat ke kehidupan nyata. Pelatihan sains tersebut mengangkat tema “Ecosystem Balance-Based Approach to Biology Learning” yang menekankan integrasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam pembelajaran berbasis konteks lokal.

Sesi FGD bersama guru-guru sains di Papua Tengah.

Kristio mengajak para guru memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium alami, selaras dengan semangat Small Scale Science. Melalui pendekatan sederhana seperti eksperimen fotosintesis mikroorganisme, pengamatan respirasi tumbuhan, serta penggunaan laboratorium virtual seperti PhET dan LabXchange, para guru berlatih mengembangkan model pembelajaran aktif dan eksploratif melalui aplikasi pembuatan medi Virtual Reality Assembler.edu.

Pendekatan ini diharapkan membantu guru menumbuhkan rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis siswa, sekaligus mengaitkan sains dengan isu global seperti perubahan iklim, keseimbangan ekosistem darat dan laut, serta peran fotosintesis dalam penyerapan karbon. “Sains tidak harus rumit atau mahal. Yang penting, siswa diajak berpikir, bereksperimen, mengalami secara empiric dan menemukan makna dari apa yang mereka pelajari,” ujar Kristio saat memandu sesi praktik. 

Pada sesi Focus Group Discussion (FGD), para peserta diajak menuliskan komitmen mereka di media visual bertajuk “Pohon Harapan”. Dalam suasana penuh refleksi, para guru berbagi tantangan dan rencana konkret untuk menghadirkan pembelajaran sains yang lebih bermakna di sekolah masing-masing.

Sesi diskusi kelompok setelah FGD

Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama mengenai langkah tindak lanjuti, termasuk rencana membentuk komunitas praktisi Small Scale Science Papua untuk berbagi praktik baik dan mendukung penerapan pembelajaran berbasis STEM di sekolah. “Sains yang hidup tidak hanya mengajarkan konsep, tetapi menginspirasi siswa untuk berpikir kritis dan mencintai proses belajar,” tutup Kristio dengan penuh optimisme. Pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya membangun budaya pembelajaran sains yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi masa depan di sekolah-sekolah Nabire, Papua Tengah.

 kembali