Berita
Meningkatkan Kesadaran Konservasi dan Kepedulian Lingkungan Mahasiswa Melalui Pedagogi Ignatian
Mrican, Kamis, 2 Mei 2024 - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma (FKIP USD) mengadakan pertemuan Kamisan dalam rangka sharing pembelajaran bagi dosen FKIP. Pertemuan Kamisan kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2024 (Hardiknas) yang mengangkat tema peringatan “"Bergerak Bersama Lanjutkan Merdeka Belajar".
Dalam kesempatan tersebut, dua orang dosen Program Studi Pendidikan Biologi (PBio), membagikan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) mereka tentang integrasi mata kuliah Biologi Konservasi. PTK yang terintegrasi Pedagogi Ignatian tersebut dilakukan sebanyak 2 siklus.
Siklus 1: Case-based Learning terintegrasi Pedagogi Ignatian
Penelitian siklus 1 disajikan oleh Puspita Ratna Susilawati, M.Sc. Materi yang digunakan Ratna dalam PTKnya adalah studi tentang spesies tanaman invasif, Acacia decurrens di Taman Nasional Gunung Merapi.
Penerapan Pedagogi Ignatian di dalam pembelajaran menggunakan tahapan konteks, pengalaman, refleksi, aksi dan evalusi. Melalui tahapan tersebut, mahasiswa diajak untuk mendalami suatu peristiwa yang didapat dari jurnal penelitian, lalu menganalisisnya menggunakan nilai-nilai ekosentrisme. “Pada tahapan pengalaman, mahasiswa diberi bahan bacaan berupa artikel jurnal. Informasi yang diperoleh tersebut lalu dikembangkan menjadi skenario role play sebagai bagian dari tahapan refleksi. Selanjutnya, di tahapan aksi, mahasiswa menampilkan hasil refleksi tersebut dalam bentuk penampilan role play” ungkap Ratna saat menjelaskan langkah penelitiannya.
Lebih lanjut, Ratna menjelaskan bahwa melalui metode role play, mahasiswa tidak hanya mampu menganalisis studi kasus dalam jurnal penelitian secara kognitif, tetapi juga bisa menyasar ranah afektif, khususnya empati. “Saat mahasiswa diminta merefleksikan role play, ada mahasiswa ada yang menuliskan bahwa manusia jangan merasa paling unggul, sehingga mendominasi suatu kelompok (mahluk hidup lainnya)” ujar Ratna saat menutup sesi presentasinya.
Siklus 2: Project-based Learning terintegrasi Pedagogi Ignatian
Penyaji selanjutnya adalah Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc. Dalam pelaksanaan PTKnya, Tri menggunakan model pembelajaran Project-based learning (pembelajaran berbasis proyek) pada materi red list species IUCN.
“Tahapan penelitian yang digunakan meliputi konteks dan dilanjutkan pada tahap pengalaman, melalui studi pustaka menggunakan web red list species IUCN yang spesifik pada spesies endemik Indonesia” jelas Tri.
Pada tahap penelitian selanjutnya, sebagai bagian dari proses refleksi, mahasiswa ditugaskan untuk membuat narasi tentang spesies endemik Indonesia yang terancam punah. “Hasil refleksi tersebut lalu diwujudkan dalam bentuk podcast dan brosur, Di akhir tahapan dilakukan evaluasi” papar Tri.
Lebih lanjut Tri menilai bahwa pembelajaran biokonservasi menggunakan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan Pedagogi Ignatian. “Melalui pembelajaran inovatif ini, ternyata sisi kreatifitas mahasiswa bisa terasah dan terfasilitasi. Dalam proses pembuatan podcast, terbukti bahwa mahasiswa tidak hanya membuat sebuah produk kreatif seperti, tapi juga bisa menggunakan kata kunci-kata kunci yang sesuai dengan topik kajian” ungkap Tri saat menampilkan produk podcast kreasi mahasiswa.
Pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang digunakan dalam mata kuliah ini memungkinkan mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka, serta mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang sesuai dengan dunia nyata. Selain itu, pendekatan ini juga mampu membangun nilai kerjasama tim, tanggung jawab individu dalam pengerjaan tugas kuliah.
“Integrasi Pedagogi Ignatian dalam pembelajaran berbasis proyek ternyata tidak hanya mengasah aspek kognitif mahasiswa, tetapi juga meliputi aspek afektif dan psikomotorik”, jelas Tri di akhir presentasinya.
Presentasi hasil PTK kedua dosen Prodi PBio tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir, terutama dalam konteks contoh baik penerapan pembelajaran bermakna bagi mahasiswa. Di sisi lain, pendekatan pembelajaran inovatif ini mampu memenuhi amanah "merdeka belajar" dengan membuat suasana kuliah menjadi lebih menarik dan interaktif. Dengan mengintegrasikan pendekatan Pedagogi Ignatian dalam pembelajaran biologi konservasi diharapkan dapat membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan siap berkontribusi dalam upaya mewujudkan ekosistem yang berkelanjutan. (Hendra Aquan).
kembali
- Dosen PBIO USD Melatih Guru SMA dan SMK di Kab Nabire Kembangkan Pembelajaran Berbasis Small Scale Science
- Sarasehan Dies Natalis USD ke-69: Membangun Kesadaran Ekologis Kaum Muda Katolik di Yogyakarta
- Selama 14 Hari, Mahasiswi PBio Belajar Demokrasi di Davao Filipina
- Program Magang Mandiri PBio USD Batch 1: Gembira Loka Zoo dan Animars Studio
- 20 Guru Biologi MGMP Kota Yogyakarta Berlatih Membuat Kombucha di Laboratorium PBio USD
- Kolaborasi Alumni dan Dosen PBio USD Antarkan Siswa SMP Kristen Gloria 1 Surabaya Juarai IDEX 2024 di Singapura
- Rumah Metamorfosis USD Paingan Terima Kunjungan Science Club SMP Budya Wacana
- Meningkatkan Kesadaran Konservasi dan Kepedulian Lingkungan Mahasiswa Melalui Pedagogi Ignatian
- 34 Siswa Yogyakarta Independent School Belajar Konservasi Alam di Rumah Metamorfosis USD
- Mahasiswa PBio USD Belajar Proses dan Perawatan Pengawetan Hewan di Museum Biologi UGM