Berita
Wujudkan Transformasi Melalui Dialog, FKIP Universitas Sanata Dharma Gelar Forum Aspirasi Mahasiswa AKSARA 2026
08-10-2026 10:50:47 WIB
Kamis 1 Oktober 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma secara resmi menggelar forum komunikasi dan dialog terbuka bertajuk AKSARA 2026, bertempat di Ruang Sasana Mitrasuara. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FKIP F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D., Wakil Dekan I Prof. Paulus Kuswandono, Ph.D., dan Wakil Dekan II Albertus Hariwangsa Panuluh, Ph.D., serta jajaran dosen FKIP, pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dan perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi. Forum tahunan ini diselenggarakan untuk memfasilitasi komunikasi dua arah antara pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa guna mengevaluasi pelayanan akademik serta mendorong perbaikan institusional secara berkelanjutan.
.png)
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Sanata Dharma secara khidmat. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D., menegaskan bahwa proses pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada hakikatnya merupakan sebuah proses transformasi yang membutuhkan dialog, keterbukaan, dan kemauan untuk terus berkembang. Ia menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen fakultas untuk merefleksikan berbagai hal yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan. Melalui ruang dialog yang terbuka dan jujur, setiap pihak diharapkan dapat saling memberikan masukan sekaligus bersama-sama menjaga dan melanjutkan tradisi dialog akademik yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan di Universitas Sanata Dharma.
.png)
Pada sesi berikutnya, Wakil Dekan II Albertus Hariwangsa Panuluh, Ph.D., memaparkan laporan tindak lanjut dari aspirasi tahun sebelumnya, yaitu program PEKA 2025. Laporan dari 11 program studi di lingkungan FKIP menunjukkan komitmen nyata dalam menindaklanjuti berbagai masukan mahasiswa, khususnya terkait variasi metode pembelajaran, optimalisasi Learning Management System (LMS), transparansi penilaian, serta koordinasi beban tugas perkuliahan. Secara umum, penggunaan LMS dan variasi metode mengajar mengalami peningkatan signifikan, meskipun aspek konsistensi umpan balik (feedback) tugas dan ujian masih menjadi catatan evaluasi utama yang perlu terus diperkuat.
.png)
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil survei aspirasi AKSARA 2026 oleh perwakilan mahasiswa, Alfonsus Ardi, yang melibatkan 1.027 mahasiswa aktif sebagai responden kuantitatif. Survei tersebut berfokus pada kehadiran dan kualitas pendampingan dosen, baik sebagai Dosen Pembimbing Akademik (DPA), Dosen Pembimbing Skripsi (DPS), maupun dosen pengampu mata kuliah. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum para dosen telah hadir secara nyata bagi mahasiswa dengan rata-rata penilaian di atas 3,8 dari skala 5. Meski demikian, survei mengungkap dua kendala utama yang membuat sebagian mahasiswa enggan menceritakan masalahnya, yakni rasa takut dihakimi dan kesenjangan usia antara dosen dan mahasiswa. Sebaliknya, mahasiswa merasa paling termotivasi ketika dosen mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan solusi yang tepat, serta merespons dengan cepat dan empati.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi di tingkat program studi yang berlangsung selama 30 menit. Setiap program studi berdiskusi bersama Ketua Program Studi, para dosen, pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa), dan perwakilan mahasiswa untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang menjadi prioritas sekaligus menyusun langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan secara konkret.
Hasil diskusi dari masing-masing program studi dituangkan secara langsung melalui platform Padlet sehingga dapat terdokumentasi dan dipantau bersama. Rumusan tersebut selanjutnya menjadi salah satu pijakan bagi FKIP dalam menyusun dan menjalankan agenda kerja selama satu tahun ke depan. Dekanat akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan rencana aksi tersebut, sehingga hasil pertemuan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diwujudkan dalam langkah-langkah nyata bagi pengembangan FKIP Universitas Sanata Dharma.
.png)
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Sanata Dharma secara khidmat. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D., menegaskan bahwa proses pendidikan di Universitas Sanata Dharma pada hakikatnya merupakan sebuah proses transformasi yang membutuhkan dialog, keterbukaan, dan kemauan untuk terus berkembang. Ia menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen fakultas untuk merefleksikan berbagai hal yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan. Melalui ruang dialog yang terbuka dan jujur, setiap pihak diharapkan dapat saling memberikan masukan sekaligus bersama-sama menjaga dan melanjutkan tradisi dialog akademik yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan di Universitas Sanata Dharma.
.png)
Pada sesi berikutnya, Wakil Dekan II Albertus Hariwangsa Panuluh, Ph.D., memaparkan laporan tindak lanjut dari aspirasi tahun sebelumnya, yaitu program PEKA 2025. Laporan dari 11 program studi di lingkungan FKIP menunjukkan komitmen nyata dalam menindaklanjuti berbagai masukan mahasiswa, khususnya terkait variasi metode pembelajaran, optimalisasi Learning Management System (LMS), transparansi penilaian, serta koordinasi beban tugas perkuliahan. Secara umum, penggunaan LMS dan variasi metode mengajar mengalami peningkatan signifikan, meskipun aspek konsistensi umpan balik (feedback) tugas dan ujian masih menjadi catatan evaluasi utama yang perlu terus diperkuat.
.png)
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil survei aspirasi AKSARA 2026 oleh perwakilan mahasiswa, Alfonsus Ardi, yang melibatkan 1.027 mahasiswa aktif sebagai responden kuantitatif. Survei tersebut berfokus pada kehadiran dan kualitas pendampingan dosen, baik sebagai Dosen Pembimbing Akademik (DPA), Dosen Pembimbing Skripsi (DPS), maupun dosen pengampu mata kuliah. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum para dosen telah hadir secara nyata bagi mahasiswa dengan rata-rata penilaian di atas 3,8 dari skala 5. Meski demikian, survei mengungkap dua kendala utama yang membuat sebagian mahasiswa enggan menceritakan masalahnya, yakni rasa takut dihakimi dan kesenjangan usia antara dosen dan mahasiswa. Sebaliknya, mahasiswa merasa paling termotivasi ketika dosen mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan solusi yang tepat, serta merespons dengan cepat dan empati.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi di tingkat program studi yang berlangsung selama 30 menit. Setiap program studi berdiskusi bersama Ketua Program Studi, para dosen, pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa), dan perwakilan mahasiswa untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang menjadi prioritas sekaligus menyusun langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan secara konkret.
Hasil diskusi dari masing-masing program studi dituangkan secara langsung melalui platform Padlet sehingga dapat terdokumentasi dan dipantau bersama. Rumusan tersebut selanjutnya menjadi salah satu pijakan bagi FKIP dalam menyusun dan menjalankan agenda kerja selama satu tahun ke depan. Dekanat akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan rencana aksi tersebut, sehingga hasil pertemuan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diwujudkan dalam langkah-langkah nyata bagi pengembangan FKIP Universitas Sanata Dharma.
kembali
- Optimalkan Tata Kelola dan Mutu Pendidikan , FKIP Gelar Audit Mutu Internal
- Wujudkan Transformasi Melalui Dialog, FKIP Universitas Sanata Dharma Gelar Forum Aspirasi Mahasiswa AKSARA 2026
- FKIP Universitas Sanata Dharma Melepas 608 Lulusan dari 16 Program Studi Periode Februari-Juli 2026
- Mengawali Perjalanan Akademik Doktor, Prodi S3 Pendidikan USD Gelar Acara Inisiasi Mahasiswa Baru
- Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik Resmi Bergabung ke Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Sanata Dharma di Kampus Mrican
- Gelar INFISA 2026, FKIP Sanata Dharma Buka Perjalanan Mahasiswa Baru Melalui Harmoni Budaya
- FKIP USD Bekali 13 Mahasiswa untuk Magang Kependidikan Internasional di Joseph Upatham School Thailand
- Estafet Kepemimpinan FKIP USD: Mengemban Tugas Perutusan dengan Semangat Kolaborasi dan Kepekaaan Manusia
- Menyongsong Masa Depan Pendidikan: FKIP USD Sambut Mahasiswa Baru dalam Kegiatan Pra INFISA 2026
- FKIP USD Berbagi Gagasan tentang SDG 4 dan Transformasi Pendidikan di Forum Internasional
