Berita

FKIP Universitas Sanata Dharma Melepas 608 Lulusan dari 16 Program Studi Periode Februari-Juli 2026

08-10-2026 09:13:43 WIB

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma kembali mencatat capaian akademik melalui kelulusan 608 mahasiswa pada periode Februari hingga Juli 2026. Para lulusan tersebut berasal dari berbagai program studi di lingkungan FKIP dan selanjutnya mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di Universitas Sanata Dharma.



Dari total 608 lulusan, masing-masing program studi menyumbangkan lulusan dengan jumlah yang beragam. Rinciannya adalah sebagai berikut:
  1. Program Studi Bimbingan dan Konseling: 97 lulusan
  2. Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik: 39 lulusan
  3. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD): 147 lulusan
  4. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris: 86 lulusan
  5. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: 39 lulusan
  6. Program Studi Pendidikan Sejarah: 25 lulusan
  7. Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Kekhususan Pendidikan Ekonomi: 24 lulusan
  8. Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Kekhususan Pendidikan Akuntansi: 38 lulusan
  9. Program Studi Pendidikan Matematika: 47 lulusan
  10. Program Studi Pendidikan Fisika: 12 lulusan
  11. Program Studi Pendidikan Biologi: 17 lulusan
  12. Program Studi Pendidikan Kimia: 15 lulusan
  13. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister: 5 lulusan
  14. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Program Magister: 13 lulusan
  15. Program Studi Pendidikan Matematika Program Magister: 2 lulusan
  16. Program Profesi Guru: 2 lulusan
Jumlah tersebut menjadi bagian dari keseluruhan 608 lulusan FKIP Universitas Sanata Dharma yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya pada periode Februari–Juli 2026. Sementara itu, sebanyak 552 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda pada periode tersebut.



Momen kelulusan menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk melangkah menuju dunia profesional dan kehidupan selanjutnya. Setelah melewati berbagai proses perkuliahan, tugas, praktik, penelitian, hingga penyusunan dan ujian skripsi, para mahasiswa akhirnya dapat merayakan pencapaian tersebut bersama keluarga, dosen, dan rekan-rekan.

Bagi sebagian lulusan, proses menuju kelulusan tidak selalu berjalan dengan mudah. Salah satu tahapan yang paling menegangkan adalah ketika harus menghadapi ujian skripsi. Hal tersebut juga dirasakan oleh para lulusan yang membagikan pengalaman mereka dalam menghadapi salah satu tahap akhir perkuliahan tersebut.



“Kalau menurut aku sih lebih deg-degan ujian skripsi, karena ujian skripsi kan konsepnya diuji ya, kalau hari ini (wisuda) lebih ke merayakan jadi lebih ke rasa senangnya,” ungkap Kalef, lulusan pendidikan keagamaan Katolik.

Perasaan serupa juga dirasakan oleh lulusan lainnya. Ketegangan menjelang sidang skripsi muncul karena mereka harus mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan dosen penguji. Namun, setelah melewati proses tersebut, momen kelulusan justru menjadi kesempatan untuk menikmati hasil dari berbagai perjuangan yang telah dilalui.

Tidak hanya tentang perjuangan akademik, masa perkuliahan selama kurang lebih empat tahun juga meninggalkan berbagai cerita dan pengalaman yang beragam. Ketika diminta menggambarkan perjalanan kuliah mereka dalam sebuah film, para lulusan memberikan jawaban yang beragam dan penuh warna.

Ada yang menggambarkan perjalanan kuliahnya seperti film “5 CM”, “Agensi Rumah Tangga”, dan ada juga yang memilih judul film “Agak Laen” karena merasa perjalanan selama empat tahun di bangku kuliah penuh dengan kejadian yang tidak terduga.

“Satu judul film, saya mau jadi kayak film 5 CM. Karena di 5 CM setiap langkah itu menuntun saya untuk selalu maju, selalu terus berkembang, dan selalu tidak hanya menjadi garam tetapi juga terang dunia,” ungkap Andika, lulusan pendidikan bimbingan dan konseling.

“Kalau kisahku selama empat tahun berkuliah itu cocoknya jadi film Agak Laen,” ujar Wulan, lulusan pendidikan kimia.

“Kalau dari aku sendiri, genre filmnya adalah drama dan komedi. Kalau dari film aku melihat di Agensi Rumah Tangga, itu yang paling cocok buat aku selama 4 tahun ini,” ungkap Gea, lulusan pendidikan akuntansi.

Kalef juga mengibaratkan perjalanan perkuliahan seperti “Forrest Gump”. Film tersebut dianggap memiliki kemiripan dengan perjalanan hidup yang penuh dengan berbagai pengalaman dan kejutan. Berbagai tantangan yang ditemui selama kuliah akhirnya menjadi bagian dari cerita yang membawanya sampai pada titik kelulusan.

Beragam jawaban tersebut menunjukkan bahwa perjalanan setiap mahasiswa memiliki cerita yang berbeda. Ada rasa gugup ketika menghadapi ujian, lelah ketika menyelesaikan tugas dan skripsi, kebahagiaan bersama teman-teman, hingga rasa bangga ketika akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan.



Kini, sebanyak 608 lulusan FKIP Universitas Sanata Dharma siap membawa pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani pendidikan ke berbagai bidang kehidupan. Kelulusan bukan menjadi akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma.

Bagi para lulusan, perjalanan selama berkuliah mungkin dapat diceritakan melalui berbagai judul film dan pengalaman yang berbeda. Namun, satu hal yang sama adalah bahwa setiap perjalanan tersebut telah membawa mereka sampai pada satu titik penting: merayakan kelulusan dan memulai babak kehidupan yang baru.



 kembali