Berita

Gelar INFISA 2026, FKIP Sanata Dharma Buka Perjalanan Mahasiswa Baru Melalui Harmoni Budaya

14-09-2026 15:41:15 WIB

6 September 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma sukses menggelar kegiatan Inisiasi Fakultas (INFISA) 2026 yang berlangsung meriah di Auditorium Driyarkara. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 500 mahasiswa baru dari berbagai program studi ini menjadi langkah awal perkenalan kehidupan kampus dengan mengusung semangat keberagaman dan kearifan lokal.
Ketua Umum INFISA 2026, Eugenia Christabel Reida Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar FKIP USD serta mengajak mereka menikmati proses belajar tanpa takut mencoba.


Hal senada disampaikan oleh Gubernur BEM FKIP, Lola Sihaloho, yang menyapa mahasiswa baru dari berbagai daerah dan mendorong mereka untuk aktif berorganisasi.


Rangkaian acara INFISA 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 1 FKIP USD, Prof. Paulus Kuswandono, Ph.D.. Dalam sambutannya, Prof. Paulus menyampaikan permohonan maaf dari Dekan FKIP yang berhalangan hadir akibat gangguan penerbangan pasca-erupsi Anak Gunung Krakatau. Beliau membagikan kisah personalnya mengenai pentingnya kemandirian finansial dan pembentukan karakter. Beliau juga menekankan penanaman karakter utama USD, yakni 4C (Competence, Conscience, Compassion, Commitment) yang diterjemahkan menjadi nilai I3R (Inquisitive, Reflective, Responsive, Resilience). Pembukaan acara ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong dan penyematan callcard perwakilan peserta.

Jargon dan Jingle Penuh Semangat Sesi informal dilanjutkan dengan peragaan jargon INISA 2026: "Berakar dalam harmoni, bergerak menuju makna". Tema kegiatan ini terinspirasi dari konsep suara buana yang mengajak mahasiswa FKIP menghargai perbedaan serta berkembang menjadi pendidik berkarakter dengan tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Kemeriahan makin terasa saat penampilan Jingle INISA 2026 oleh tim Season yang mengajak seluruh peserta bernyanyi dan menari bersama.
Talkshow Etnosains dan Penemuan Diri Memasuki sesi talkshow yang dipandu oleh moderator Salome Ahen  Putri (mahasiswi PBSI), peserta disuguhkan pemaparan dari dua narasumber.

Narasumber pertama,Wahyu Wido Sari, M.Biotech., Ph.D. (dosen PGSD), memaparkan materi mengenai Etnosains dan Etnopedagogi. Dr. Wahyu menjelaskan pentingnya menjembatani kearifan lokal dan pengetahuan tradisional siswa dengan sains modern serta kurikulum sekolah. Beliau membagikan pengalaman risetnya mengenai pemanfaatan tanaman obat, apotek/warung hidup, hingga inovasi pembelajaran berbasis budaya di pelbagai daerah.

Sementara itu, narasumber kedua, Natanael Irwan Setiabudi (mahasiswa BK FKIP), membawakan materi bertajuk "Seni Menemukan Diri di Kawah Candradimuka FKIP". Kak Natan mengajak para mahasiswa baru untuk "berdamai dengan realitas" apabila FKIP bukan merupakan pilihan pertama mereka. Beliau mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan FKIP sebagai tempat tempaan (kawah candradimuka) dan miniatur Nusantara guna mengasah keterampilan kepemimpinan, komunikasi, serta kepekaan sosial (transferable skills).

Rangkaian acara talkshow ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai isu cemas salah jurusan hingga konservasi hutan adat, dilanjutkan penyerahan plakat penghargaan kepada kedua narasumber oleh Wakil Dekan 1 dan Ketua Umum INFISA 2026, serta sesi foto bersama.

 kembali